Penjelasan Sederhana Soal Keampuhan Masker Mencegah Virus Corona

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Pemakaian masker wajah adalah salah satu cara yang direkomendasikan untuk mengurangi risiko penularan virus corona penyebab Covid-19.

Read More

Seperti diketahui, penyakit yang disebabkan oleh virus corona SARS-CoV-2 ini bisa menular melalui droplet, dan juga udara.

Oleh karena itu pemakaian masker menjadi salah satu cara pencegahan yang dianjurkan berbagai lembaga kesehatan.

Di antaranya seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular AS (CDC), dan juga Kementerian Kesehatan Indonesia.

Namun, masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami pentingnya memakai masker. Sebagian juga menganggap masker tidak berdampak untuk mencegah penularan.

Apakah benar demikian?

Berikut penjelasan ilmiah sederhana tentang efektifitas masker dalam mencegah penularan Covid-19 dilansir dari Healthline, Minggu (16/8/2020).

Melindungi dari droplet

Menurur Dr. MeiLan Han, pakar kesehatan di Universitas Michigan, AS, penularan virus corona terjadi melalui droplet yang dikeluarkan saat seseorang berbicara, bersin, atau batuk.

Jika droplet ini mengenai mulut atau hidung orang yang ada di sekitar, atau terhirup oleh paru-paru, seseorang dapat terinfeksi oleh virus corona.

Masker menjadi pelindung fisik yang berguna mencegah droplet masuk ke tubuh, dan mengurangi penyebarannya di udara.

Han mengatakan, pemakaian masker menjadi semakin penting sebab sebagian orang yang terinfeksi Covid-19 tidak menunjukkan gejala, namun masih bisa menularkan virus ke orang sekitar.

Dia menyebut, hasil penelitian menemukan fakta bahwa pemakaian masker wajah bisa mengurangi penyebaran virus dari orang-orang yang tidak bergejala ini.

Jawaban soal keraguan efektivitas masker

Meski bukti-bukti ilmiah sejauh ini menunjukkan bahwa pemakaian masker memang benar-benar memberi manfaat, namun sebagian masyarakat masih meragukan efektivitasnya.

Dr. Vinisha Amin, dari University of Maryland Upper Chesapeake Health menjawab sejumlah keraguan tentang penggunaan masker, dan misinformasi yang beredar terkait masker.

1. Masker tidak tidak efektif

“Mari kita bongkar mitos itu. Masker sangat membantu dan efektif dalam melindungi Anda dan orang-orang terkasih Anda dari virus,” kata Amin.

“Ada cukup banyak bukti ilmiah untuk mendukung hal itu,” imbuhnya.

2. Tidak nyaman dipakai

“Itu berarti Anda baru mencoba satu masker saja, dan menyerah mencoba jenis masker lain,” kata Amin.

“Memang benar bahwa masker bisa meningkatkan kelembaban, namun Anda bisa menyiasatinya dengan memakai masker berbahan katun yang lebih nyaman dibanding masker berbahan polyester,” kata Amin.

“Benar juga bahwa masker bisa menyebabkan rasa tidak nyaman di telinga. Namun, Anda bisa menyiasatinya dengan memakai masker yang berbahan elastis, dan juga lebih lembut,” kata Amin.

“Masker juga bisa membuat kacamata berembun. Dalam kondisi itu, coba gunakan kacamata di atas masker, sehingga mengurangi kemungkinan kacamata berembun,” jelasnya.

3. Karbondioksida menumpuk dan membuat sakit

“Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penggunaan masker bisa menyebabkan penumpukan karbon dioksida,” kata Amin.

“Tenaga kesehatan profesional, telah menggunakan masker selama bertahun-tahun dan kami tidak memiliki masalah apapun,” kata Amin.

4. Tidak berisiko tinggi, jadi tidak pakai masker

Amin mengakui bahwa orang-orang yang paling rentan jika terpapar virus adalah mereka yang memiliki kondisi kesehatan penyerta, atau komorbid.

Dia mengatakan, bahwa meski seseorang merasa sehat dan bugar, tidak menutup kemungkinan bahwa dia telah terinfeksi virus dan bisa membahayakan orang lain di sekitarnya.

“Kita harus saling peduli dan bekerja sama untuk menjaga kesehatan kita bersama,” kata Amin.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Infografik: 5 Mitos Seputar Masker

#Penjelasan #Sederhana #Soal #Keampuhan #Masker #Mencegah #Virus #Corona

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts