8 Makanan khas Tahun Baru Islam di Indonesia, dari Bubur Suro sampai Apem

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Perayaan datangnya Tahun Baru Islam dalam penanggalan Hijriyah bisa dilakukan dengan berbagai cara. Setiap daerah pasti memiliki tradisinya masing-masing untuk merayakan datangnya bulan Muharram ini.

Read More

Tahun Baru Islam di beberapa daerah di Indonesia dirayakan dengan mengadakan syukuran, memanjatkan doa, dan pastinya bersantap bersama.

Berikut beberapa makanan yang identik dengan perayaan di berbagai daerah di Indonesia.

KOMPAS.com/ Aji YK Putra Kartibi juru masak bubur suro, saat mengaduk bubur untuk dibagikan kepada warga dan jamaah masjid Suro Palembang, Sumatera Selatan

Sesuai namanya, bubur suro selalu hadir saat Tahun Baru Islam yang bertepatan dengan 1 Suro di kalender Jawa. Biasanya bubur suro bisa ditemukan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan.

Bumbu yang digunakan pada bubur suro cukup berbeda dari bubur pada umumnya, yakni jahe, santan, dan sereh.

Tak itu saja, bubur suro ini juga penuh dengan filosofi karena jadi uba rampe atau alat untuk memaknai datangnya Tahun Baru Islam. Bubur suro ditaburi tujuh jenis kacang dan toping yang berbeda setiap daerah.

Bubur suro juga biasa didampingi oleh bahan lain yang berjumlah tujuh seperti tujuh jenis buah-buahan yang berjumlah masing-masing tujuh butir.

Ilustrasi bubur asyura.Shutterstock/Wan Faidz Ilustrasi bubur asyura.

Setiap 10 Muharram, umat Islam di Kalimantan Selatan menggelar tradisi khusus yakni Puasa Asyura.

Selain melaksanakan puasa sunnah tersebut, orang-orang Banjar juga biasanya memasak . Bubur ini berwarna kuning, dengan rasa gurih dan dibuat dari banyak sekali bahan.

Saking banyaknya bahan yang digunakan bahkan bisa mencapai 41 jenis campuran. Biasanya yang digunakan adalah sayuran dan kacang-kacangan.

Jika kurang, maka harus ditambah lagi dengan bahan lainnya walaupun berupa batu atau lumut, yang penting jumlahnya pas 41 jenis sesuai dengan tradisi yang berlaku.

Setelah matang, bubur didoakan bersama dengan dibacakan doa selamat. Biasanya bubur diberi doa di masjid, baru dibagikan ke warga sekampung.

Masyarakat Jawa Barat punya tradisi membuat dan menyantap bubur merah putih saat Tahun Baru Islam. Biasanya bubur merah putih ini disantap bersama di masjid oleh masyarakat.

Bubur ini memiliki satu jenis yang berwarna merah dan punya rasa manis karena terbuat dari gula merah. Juga satu jenis lain yang berwarna putih dan punya rasa gurih dari santan.

4. Ayam ingkung

Ilustrasi ayam ingkung. Ayam yang digoreng utuh. SHUTTERSTOCK/ARIF BUDI C Ilustrasi ayam ingkung. Ayam yang digoreng utuh.

Ayam ingkung adalah sajian khas perayaan besar khususnya di tradisi masyarakat Jawa, salah satunya adalah Tahun Baru Islam atau malam 1 Suro. Biasanya hidangan ini dibuat untuk dimakan bersama-sama.

Ayam Ingkung merupakan ayam kampung utuh yang dimasak menggunakan santan. Ada pula bumbu lainnnya yang cukup banyak seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, daun salam, sereh, dan beragam bumbu lainnya.

Menurut Sejarawan Heri Priyatmoko, Ayam Ingkung biasanya disajikan berbarengan dengan bubur merah putih di tradisi Tahun Baru Islam masyarakat Jawa.

 

Nasi Tumpeng Kuning biasa selalu disajikan setiap ada perayaan. KOMPAS.com / NI PUTU DINANTY Nasi Tumpeng Kuning biasa selalu disajikan setiap ada perayaan.

5. Tumpeng

Tumpeng selalu hadir dalam banyak perayaan, khususnya di daerah Jawa. Tahun Baru Islam juga seringkali dirayakan dengan sajian tumpeng.

Tumpeng jadi lambang hubungan Tuhan dengan manusia, dan manusia dengan manusia. Puncak tumpeng yang berbentuk kerucut jadi representasi dari puncak gunung atau konsep ketuhanan.

Grebeg gunungan hasil bumi oleh warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Sabtu (4/11/2017).KOMPAS.com/IKA FITRIANA Grebeg gunungan hasil bumi oleh warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Sabtu (4/11/2017).

6. Gunungan hasil bumi

Warga Banyuwangi terkenal punya tradisi Grebek Tumpeng Suro yakni gunungan dengan berbagai macam hasil bumi yang kemudian diarak satu kilometer.

Setelah selesai diarak, tumpeng tersebut kemudian diperebutkan oleh warga. Ada yang menyimpannya dan ada pula yang memasaknya karena dipercaya bisa menjadi berkah.

Dalam gunungan tumpeng ini, biasanya terdapat ankea buah dan sayur seperti pisang, salak, apel, hingga kacang. Buah dan sayur ini jadi simbol kesuburan dan kekayaan alam Indonesia serta jadi wujud rasa syukur pada Tuhan.

7. Apem

Ilustrasi apem selong (Jawa). SHUTTERSTOCK/FOTONE AGUS Ilustrasi apem selong (Jawa).

Di beberapa daerah di Jawa Tengah, dalam gunungan hasil bumi tersebut terdapat pula jajanan pasar yang disusun sedemikian rupa. Biasanya kue apem selalu ada dalam gunungan tersebut.

Ada pula tradisi Wahyu Kliyu yang dilakukan oleh masyarakat Karanganyar Jawa Tengah. Mereka melemparkan apem ke tikar yang sudah dilapisi daun pisang. Tradisi ini dianggap jadi simbol memohon anugerah kepada Tuhan.

8. Bella pitunrupa

adalah bubur tradisional khas suku Bugis di Sulawesi Selatan yang artinya “bubur tujuh macam”.

Disebut bubur tujuh macam karena biasanya bubu dibuat dari tujuh macam hasil bumi yakni jagung, pisang, nangka, beras ketan putih, beras biasa, kacang hijau, serta labu, yang merupakan buah yang tumbuh di atas permukaan tanah bukan yang tertanam.

Bubur ini selalu dibuat dan muncul pada hari ke-10 Muharram. Penggunaan tujuh bahan jadi simbol jumlah hari dalam sepekan.

Sementara buah yang tumbuh dia atas permukaan jadi simbol kemakmuran dan limpahan rezeki untuk setiap hari selama setahun ke depan.

#Makanan #khas #Tahun #Baru #Islam #Indonesia #dari #Bubur #Suro #sampai #Apem

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts