Air Terjun Tanggedu, Oase di Tengah Savana Sumba

  • Whatsapp

SUMBA TIMUR, KOMPAS.com – Gemericik suara air terjun seolah menyapa lembut para pengunjung di  Air Terjun Tanggedu, Desa Tanggedu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Read More

Riakan air di kolam mampu mengusir sepi. Udara yang sejuk mengusap perlahan keringat setiap pengunjung yang lelah berjalan ke tempat ini.

Sementara itu, dinding batu tampak menjulang anggun mengapiti lokas wisata Air Terjun Tanggedu.

Tempat ini berjarak 48 kilometer (km) dari Waingapu, ibu kota Sumba Timur. Pengunjung menempuh waktu sekitar 2,5 jam untuk sampai ke sana.

Sesampainya di tujuan, terdapat dua air terjun dari aliran sungai yang berbeda. Air mengalir dari ketinggian sekitar 8 meter.

Ada pula beberapa kolam pemandian alami. Kondisi air sangat bersih, segar, dan berwarna kebiruan.

Wisatawan dapat berenang di beberapa kolam yang ada di Air Terjun Tanggedu. Tentunya, mengabadikan momen dengan berfoto tidak boleh terlewatkan.

Wisata Air Terjun Tanggedu menyediakan beberapa latar foto alami yang menarik. Setiap latar memberikan sensasi yang khas. Pengunjung dapat berpose dengan latar air terjun.

 

Sudut foto yang juga tak kalah menariknya adalah latar tebing batu yang terpahat perkasa di pinggir kiri dan kanan sungai.

Selain itu, kolam pemandian dengan relief bebatuan aneka warna di sekelilingnya menjadi spot foto yang ciamik.

“Saya tidak menyangka tempatnya luar biasa indah. Dalam perjalanan ke sini saya hampir menyerah karena kondisi jalan yang cukup menantang. Ini benar-benar amazing,” kata salah satu pengunjung asal Kota Waingapu Stephanie Rambu Ana Praing.

Wisatawan lain bernama Samuel Joru Hinyo mengakui dirinya kagum dengan Air Terjun Tanggedu.

KOMPAS.com/IGNASIUS SARA Salah satu air terjun di lokasi wisata Air Terjun Tanggedu, Desa Tanggedu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2020).

 

Menurut dia, tempat wisata itu seperti oase karena area sekitar lokasi wisata merupakan daerah padang rumput dan perbukitangan yang gersang.

Dalam perjalanan ke wisata Tanggedu, pengunjung dapat menikmati padang savana nan luas. Sejauh mata memandang, tampak air laut biru membentang di lepas utara Pantai Puru Kambera.

Harga dan akses menuju Air Terjun Tanggedu

Perjalanan menuju tempat wisata ini mengikuti jalan lintas pantai utara (pantura) Pulau Sumba. Dari Waingapu menuju arah barat sejauh 33 km. melintasi jalanan beraspal dan mulus.

Sampai di Desa Mondu, Kanatang, perjalanan dilanjutkan dengan berbelok ke kiri menuju wisata Air Terjun Tanggedu dengan jarak tempuh 15 km.

Para pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun empat. Namun harus ekstra hati-hati, karena pada beberapa titik kondisi jalan belum beraspal.

Selain itu, terdapat jurang yang dalam dengan tikungan tajam. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat ke sini.

Kendaraan roda empat hanya bisa sampai di jembatan gantung yang berjarak sekitar 2,5 km dari Air Terjun Tanggedu. Kendaraan roda dua dapat mencapai ke lokasi pariwisata.

Wisatawan dapat memarkirkan kendaraan roda dua di tempat yang telah tersedia oleh warga setempat.

Biaya ongkos parkiran adalah Rp 5.000 untuk satu unit kendaraan. Setelah memarkirkan kendaraan, pengunjung berjalan kaki sekitar 7 menit menuju air terjun.

Pengunjung dapat menikmati air kelapa segar seharga Rp 10.000 per buah di lokasi wisata. Juga tersedia kacang tanah yang telah digoreng, segelas kopi hangat, dan pop mie masing-masing dengan harga Rp 10.000.

Salah satu air terjun dengan kolam pemandian yang alami di tempat wisata Air Terjun Tanggedu.KOMPAS.com/IGNASIUS SARA Salah satu air terjun dengan kolam pemandian yang alami di tempat wisata Air Terjun Tanggedu.

 

Wisata Tanggedu buka setiap hari, dari pagi hingga sore. Untuk 1 rombongan, harga karcis masuk adalah Rp. 50.000.

Saat ini, pengunjung harus tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19, seperti memakai masker, rajin cuci tangan dengan sabun, dan jaga jarak.

#Air #Terjun #Tanggedu #Oase #Tengah #Savana #Sumba

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts