77.266 Kasus dalam Sehari, Bagaimana Kondisi Pandemi Corona di India?

  • Whatsapp

KOMPAS.com –  India kembali mencatatkan rekor kasus harian baru hari ini, Jumat (28/8/2020), yaitu sebanyak 77.266 kasus.

Read More

Angka tersebut merupakan jumlah kedua tertinggi kasus harian yang pernah dilaporkan oleh suatu negara.

Adapun angka kasus harian tertinggi pertama pernah dicatatkan oleh Amerika Serikat (AS) pada 25 Juli lalu, yaitu sebanyak 78.427 kasus.

Di India, dua hari berturut-turut dilaporkan lebih dari 70.000 kasus virus corona baru dan lebih dari 1.000 kasus kematian selama tiga hari berturut-turut. 

Melansir The Guardian, Jumat (28/8/2020), jumlah kematian total kini menjadi sebanyak 61.529.

Sementara, jumlah kasus secara keseluruhan telah melewati angka 3,3 juta, yaitu menempati posisi ketiga untuk negara dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di dunia setelah AS dan Brasil. 

Kondisi terkini

Menurut laman Kementerian Kesehatan India pukul 8 waktu setempat, ada 742.023 kasus aktif Covid-19 di India. Sementara update dari Worldometers 745.425 kasus. 

Sementara, 60.177 orang telah diperbolehkan keluar dari rumah sakit antara Kamis dan Jumat pagi. Jumlah pasien sembuh pun meningkat menjadi 2,5 juta, sehingga tingkat kesembuhan kini sebesar 76,27 persen.

“Dalam lima bulan terakhir, lebih dari 3/4 kasus telah sembuh dan kurang dari 1/4 kasus aktif saat ini,” kata pihak Kementerian Kesehatan sebagaimana dikutip Hindustan Times, Jumat (28/8/2020).

Hingga kini, Maharashtra masih menjadi daerah yang melaporkan jumlah kasus Covid-19 tertinggi, yaitu dengan 718.711 infeksi, termasuk di dalamnya 173.195 kasus aktif dan 23.089 kematian.

Tamil Nadu juga menjadi wilayah lain yang terdampak sangat buruk dengan 52.362 kasus total dan 6.839 kematian yang dikonfirmasi sejauh ini.

Kemudian, Karnataka memiliki 83.627 kasus dan 5.091 kasus kematian.

Peningkatan kapasitas tes dan kekhawatiran ahli

Sebelumnya, mengutip The Times of India, Minggu (23/8/2020), merespons kasus-kasus yang masih terus dilaporkan, pemerintah India berupaya meningkatkan jumlah tes untuk mendeteksi Covid-19.

Minggu lalu, India telah melakukan pengujian virus corona sebanyak 900.000 dalam satu hari.

Sebelumnya, pemerintah masih menggunakan tes molekular untuk mendeteksi kode genetik virus. Namun, pada bulan Juni, mereka memutuskan untuk menunjang metode itu dengan tes yang lebih cepat dengan menguji antigen atau protein virus. 

Meskipun kurang akurat, tes ini lebih murah dan dapat diketahui hasilnya dalam hitungan menit.

Para ahli memperingatkan bahwa penggunaan alat tes tersebut memerlukan pengetesan ulang yang teratur, sebuah kondisi yang tidak selalu dapat dilakukan saat ini. 

Melansir Arab News, Minggu (23/8/2020), sampel yang telah diuji menggunakan kedua metode tersebut meningkat dari 5,6 juta di pertengahan Juni menjadi 26 juta dua bulan setelahnya.

Hampir sepertiga dari seluruh tes dilakukan menggunakan uji antigen ini.

Para ahli juga mengingatkan, karena perbedaan keakuratan dua tes tersebut, hasil dari keduanya harus diidentifikasi secara terpisah untuk benar-benar meninjau penyebaran infeksi dengan lebih baik.

Tes antigen sendiri disebut tidak dapat mendeteksi banyak pasien di awal infeksi karena tingkat virus yang masih rendah.

Menurut Dr Ashish Jha, Direktur Global Health Institute Harvard, hasil tes antigen negatif tidak menjamin bahwa seseorang bebas virus. Untuk itu, perlu dilakukan pengujian secara teratur.

#Kasus #dalam #Sehari #Bagaimana #Kondisi #Pandemi #Corona #India

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts