Mengapa Lebah Madu Mati Setelah Menyengat?

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Lebah sering kali dihindari karena dikhawatirkan akan menyengat. Padahal, sebenarnya, lebah hanya menyengat saat merasa terancam, termasuk lebah madu.

Read More

Lebah madu (honey bee) memiliki alat penyengat yang berduri.

Alat sengat lebah sendiri terdiri atas stylet atau jarum dan dua lancet atau pisau, serta kantung racun. 

Oleh karena itu, sengatan lebah madu tentu juga akan terasa sakit dan dapat menyebabkan bengkak.

Namun, konon, setelah menyengat manusia, lebah madu akan mati. Benarkah demikian?

Mati setelah menyengat

Lebah madu tergolong jarang menyengat, kecuali jika berada dalam bahaya seperti terinjak atau kondisi lainnya.

Dan jika menyengat, lebah madu pun akan mati.

Alat penyengat lebah madu terdiri atas dua pisau (lancet) berduri. Saat menyengat, lebah madu tidak dapat menarik kembali alat sengatnya.

Oleh sebab itu, alat sengat lebah madu tertinggal pada objek atau kulit yang disengat.

Dampak sengatan

Selain alat sengat, lebah madu juga turut meninggalkan bagian dari saluran pencernaannya, otot, dan saraf.

Melansir Science Focus, saat lebah madu terus berusaha menarik alat sengatnya dengan kuat, bagian perut lebah justru robek dan terbuka. 

Kondisi inilah yang akhirnya menimbulkan lebah madu mati setelah menyengat. 

Namun, meskipun lebah madu penyengat telah mati, sekelompok sel saraf mengoordinasikan otot penyengat yang tertinggal. 

Alat sengat yang berduri pun terus masuk ke dalam obyek atau kulit yang disengat dan katup otot memompa racun dari kantung racun yang juga menempel serta mengalirkannya masuk ke luka.

Mekanisme ini dapat berlangsung selama beberapa menit setelah lebah madu pergi atau mati.

Oleh karena itu, penting untuk segera mengeluarkan sengat tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa tidak terlalu penting bagaimana caranya.

Sebab, menunda mengeluarkannya dapat menyebabkan dampak yang semakin merusak. 

Mekanisme perlindungan

Mengutip Earth Sky, meskipun seekor lebah mati setelah menyengat, dilihat dari perspektif evolusioner, mekanisme ini menjadi masuk akal.

Karena lebah pekerja yang mati tersebut tidak lagi dapat bereproduksi, satu-satunya cara untuk memastikan kelangsungan generasi adalah dengan melindungi sarangnya.

Saat seekor lebah menyengat, ia akan mengeluarkan campuran feromon peringatan dari kelenjar di dekat ruang sengatan.

Feromon merangsang lebah lain di dalam sarang dan mereka akan menyengat apa pun yang bergerak di dekat mereka.

Proses meninggalkan bagian tubuh sebagai bentuk pertahanan (pada kasus lebah madu, yaitu perut) disebut sebagai autotomi.

Contoh lain dari hewan yang melakukan autotomi adalah kadal atau cicak yang ekornya terlepas dan kepiting yang meninggalkan capitnya saat terancam.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Infografik: Tawon Vespa Affinis

#Mengapa #Lebah #Madu #Mati #Setelah #Menyengat

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts