Konsep “Mixed-use” Makin Popular, Apartemen SQ Rés Terjual 65 Persen

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Intiland Development Tbk mencatat penjualan signifikan atas apartemen SQ Rés selama kurun Januari hingga September 2020.

Read More

Apartemen yang berada di dalam kawasan pengembangan South Quarter di Koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan, ini terserap 65 persen-70 persen untuk Tower D.

Head of Marketing SQ Rés Hammy Sugiarto mengungkapkan hasil penjualan tersebut kepada Kompas.com, Sabtu (26/9/2020).

Sementara untuk pembangunan fisik, baru memasuki tahap pekerjaan basement atau ruang bawah tanah.

Pengembangan SQ Rés mencakup dua tower D dan E sebanyak total 700 unit. Terdapat beragam tipe mulai dari tipe studio, dua kamar tidur, hingga dual key.

Harga yang dibanderol serentang Rp 1,1 miliar untuk tipe studio ukuran 30 meter persegi, hingga Rp 4,8 miliar untuk tipe terluas ukuran 117 meter persegi.

SQ Rés seluas 1,3 hektar dibangun PT Intiland Development Tbk untuk mengakomodasi kebutuhan properti dengan konsep multifungsi yang saling terintegrasi atau mixed use.

Konsep pembangunan multifungsi terpadu dan saling terhubung ini dianggap sebagai pilihan rasional hidup di perkotaan.

Terbatasnya lahan membuat PT Intiland Development Tbk menawarkan konsep hunian ini dengan penakanan pada lokasi strategis, dan dapat diakses transportasi publik dengan mudah.

Umumnya, properti mixed use mencakup seluruh kebutuhan untuk tinggal yang direpresentasikan dalam apartemen, komersial dalam bentuk pusat perbelanjaan, dan aktivitas profesional dalam bentuk perkantoran.

Oleh karena itu, selain apartemen, pengembang ini juga membangun gedung perkantoran dan area komersial SQ Dome dalam kawasan yang sama.

“SQ Rés juga terintegrasi dengan transportasi publik TransJakarta dan dekat dengan stasiun MRT Fatmawati dengan jarak 500 meter, dan stasiun MRT Lebak Bulus sekitar 600 meter,” ujar Hammy.

Menurut Hammy, properti dengan konsep ini makin popular dan dicari pasar karena menawarkan empat keuntungan tinggal, bekerja, dan beraktivitas dalam sebuah kawasan pengembangan mixed use.

Pertama, penghuni dapat menghindari kemacetan karena tidak perlu keluar kawasan untuk beraktivitas.

“Mereka cukup bersepeda atau bahkan berjalan kaki, dari apartemen menuju mal, atau kantor,” cetus dia.

Kedua, setiap penghuni dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari karena dekat dengan pusat perbelanjaan.

Keuntungan ketiga, konsep mixed use  merupakan solusi untuk mereka yang ingin memiliki hunian strategis yang dapat mempercepat mobilitas.

“Keuntungan yang terakhir adalah kawasan mixed-use dilengkapi berbagai fasilitas baik untuk publik mauoun penghuni yang bisa digunakan bersama,” lanjut Hammy.

SQ Rés akan dilengkapi area bersama untuk penghuni, seperti perpustakaan, co-working space, dan cinema.

 

#Konsep #Mixeduse #Makin #Popular #Apartemen #Rés #Terjual #Persen

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts