Kemendikbud Dorong Kompetensi Guru SMK di Bidang AI Halaman all

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) melalui Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri ( Mitras DUDI) melakukan penguatan kompetensi Guru SMK di bidang Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Read More

Direktur Mitras DUDI, Ahmad Saufi menyampaikan, sangat penting penguatan di bidang AI dalam mensinergikan peran pemerintah dengan lembaga pendidikan demi membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

“Pola kerja sama seperti ini harapannya bisa ditingkatkan dan diperluas, tujuannya adalah untuk memastikan bahwa penyediaan SDM yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh industri bisa terwujud,” kata Ahmad Saufi dalam keterangannya, melansir laman Kemendikbud, Rabu (30/9/2020).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Artificial Intelligence Center Indonesia (AiCI), Baiq Hana Susanti menyampaikan, bahwa kecerdasan buatan atau (AI) merupakan suatu ilmu yang harus diajarkan kepada siswa-siswi sejak dari tingkat SD/MI sampai Perguruan Tinggi.

Guru siapkan siswa dan siswi jadi pengusaha muda

Hal tersebut dilakukan untuk merespon revolusi industri 4.0 yang sangat tinggi mengadaptasi teknologi pada dunia industri di Indonesia. Selain itu, AiCI menyambut baik inisiatif Kemendikbud untuk melaksanakan kegiatan ini.

“Kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan kompetensi guru bidang AI agar dapat mempersiapkan siswa-siswi SMK menjadi enterpreneur (pengusaha) muda dan tenaga terampil yang siap bersaing di era revolusi industri 4.0,” ujar Baiq Hana.

Pemerintah Republik Indonesia menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Dalam menjalankan agenda tersebut, Kemendikbud berperan untuk meningkatkan pemerataan layanan pendidikan berkualitas dan mewujudkan peningkatan produktivitas dan daya saing melalui pendidikan vokasi yang berbasis link and match sesuai kebutuhan industri.

Oleh karena itu, dalam rangka pengembangan kompetensi guru SMK, Direktorat Kemitraan Mitras DUDI bekerja sama dengan AiCI Universitas Indonesia menyelenggarakan kegiatan workshop peningkatan kompetensi guru SMK di bidang AI atau sering disebut kecerdasan buatan.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran AI pada tingkat SMK di Indonesia, sehingga lulusannya dapat berkontribusi di era industri 4.0 terutama dalam bidang AI.

Kebutuhan SDM TIK

Sebanyak 50 guru kejuruan SMK yang mengajar kompetensi keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dari berbagai provinsi mengikuti kegiatan workshop yang dilaksanakan di AiCI, Gedung Lab Riset Multidisplin FMIPA UI – Pertamina, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Workshop diselenggarakan dalam dua tahap.

Tahap pertama diikuti oleh 21 orang selama enam hari, mulai tanggal 28 September-3 Oktober 2020. Tahap kedua akan diikuti oleh 29 orang selama enam hari, mulai tanggal 5-10 Oktober 2020.

Di masa pandemi Covid-19, pelaksanaan workshop tetap mengedepankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pada workshop tersebut akan disampaikan materi tentang Pengenalan Mikrokontroler dan Sensor hingga Kompetisi Robot Transformer dan Kompetisi Smart Factory.

Selain diisi oleh narasumber dari AiCI, peserta yang merupakan perwakilan guru dari seluruh propinsi di wilayah Indonesia akan mendapat kesempatan untuk berinteraksi dan mendapatkan ilmu secara langsung dari para CEO perusahaan yang bergerak di bidang AI.

Ahmad Saufi menambahkan, bidang teknologi informasi dan komunikasi, khususnya AI menjadi bidang yang sangat menjanjikan dari sisi kebutuhan SDM. SMK memiliki kesempatan untuk memastikan kompetensi siswa sesuai dengan kebutuhan perkembangan industri.

“Era industri 4.0 tentunya memunculkan kesempatan kebutuhan SDM yang tidak sedikit, maka perlu kita songsong kesempatan itu dengan sebaik-baiknya,” tukasnya.

#Kemendikbud #Dorong #Kompetensi #Guru #SMK #Bidang #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts