Okupansi Hotel di Cianjur Tak Meningkat, Promo Gencar Dilakukan Halaman all

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jawa Barat (Jabar) pada Agustus 2020 mencapai 34,95 persen.

Read More

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK mengalami kenaikan 7,78 poin dari 27,17 persen. Namun untuk okupansi per daerah, Cianjur tidak mengalami peningkatan.

“Sekarang rata-rata pada hari biasa tidak lebih dari 15–20 persen. Sementara pada akhir pekan 35–45 persen. PSBB Jakarta sangat berpengaruh dengan okupansi,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cianjur Nano Indrapraja kepada Kompas.com, Sabtu (3/10/2020).

Sebelum 2 Maret 2020, tingkat okupansi hotel-hotel di Cianjur rata-rata per bulannya di antara 60–70 persen.

Namun pada bulan-bulan selanjutnya, tingkat okupansi kian menurun dengan persentase paling rendah terjadi pada April yang tidak lebih dari 10 persen.

Tingkat okupansi saat ini yang berada tidak lebih dari 15–20 persen membuat sejumlah hotel di Kabupaten Cianjur kembali berlakukan sistem 15 hari kerja.

Nano melanjutkan, efisiensi tenaga kerja dengan menurangi jam kerja karyawan dilakukan agar para pengelola hotel tidak merasa kesulitan selama beroperasi pada saat ini.

“Terus terang karyawan kesulitan. Pengusaha juga di ambang kebangkrutan. Kami imbau ke pemerintah agar lakukan kampanye bahwa Cianjur aman karena teman-teman sudah terapkan protokol kesehatan yang baik,” imbuh dia.

Hotel-hotel di Cianjur sudah membentuk tim Satgas Covid-19 sendiri yang sudah dilaporkan kepada Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Cianjur.

Tidak hanya itu, hotel-hotel di sana juga sudah menyediakan sejumlah tempat cuci tangan, serta menerapkan protokol kesehatan, seperti aturan jaga jarak, cek suhu tubuh, dan karyawan mengenakan alat pelindung diri (APD).

Gencarkan promo hotel

Sejak tingkat okupansi menurun pada Maret hingga saat ini, Nano mengatakan beberapa hotel di Cianjur masih gencarkan promo.

Salah satunya adalah paket menginap 14 hari hingga sebulan. Namun, beberapa masyarakat masih takut akan Covid-19, sehingga penjualan paket tidak terlalu ramai terjual.

“Sebagian tetap ada yang haus liburan. Saat libur panjang pada Agustus, memang ada peningkatan okupansi tidak lebih dari 40 persen,” sambung Nano.

Namun, imbuh dia, setelah libur panjang okupansi kembali ke 15-20 persen pada hari biasa dan kurang dari 45 persen saat akhir pekan.

Shutterstock/Dragon Images ILUSTRASI – Kamar Hotel

Pada akhir Juli, hotel-hotel di Jabar, termasuk Cianjur juga sempat mengadakan promo besar-besaran yakni Great Sale.

Melalui program yang berjalan hingga akhir Agustus tersebut, seluruh hotel memberi diskon 30 persen.

“Tapi saat ini banyak yang melakukan perpanjangan diskon. Beberapa hotel di Cianjur masih menjalankan diskon sekitar 30 persen,” ujar Nano.

#Okupansi #Hotel #Cianjur #Tak #Meningkat #Promo #Gencar #Dilakukan #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts