Cari Penghasilan? Startup Bisnis Kopi Keliling Ini Buka Lowongan

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Chief Executive Officer Jago Coffee Yoshua Tanu menyatakan selama ada pandemi dan banyaknya kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi membuat para Jago Preneur, panggilan untuk barista Jago Coffee, yang bergabung di Jago Coffee meningkat.

Read More

Jago Coffee merupakan startup yang terjun dalam bisnis penjualan kopi dengan menggunakan sepeda listrik.

Selama pandemi ini pun pihaknya membuka lowongan kepada para masyarakat yang ingin bekerja menjadi barista kopi.

“Kita memang buka lowongan untuk Jago Preneur tapi kita sesuaikan juga dengan jumlah pelanggan kita. Kita pasti akan mencari dan membuka lowongan untuk para masyarakat yang ingin jadi Jago Preneur selama pelanggan kita banyak,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (6/10/2020).

Menurut dia, para barista akan mendapatkan pelatihan dan pengetahuan selama 5 hari mengenai cara menyeduh kopi.  Selain itu, para Jago Preneur juga mendapatkan lebih besar keuntungan berdasarkan hasil jualan mereka sendiri.

“Jadi selama mereka berkeliling menjual kopi, mereka bebas mau jual berapa saja. Untuk kami di managemen Jago Coffeenya hanya mengambil 15 persen dari penjualan mereka dan sisanya untuk mereka semua,” ucapnya.

Lebih rinci dia menjelaskan, apabila para barista setiap hari bisa menjual 45 cup kopi, maka penghasilannya bisa tembus di atas Rp 4,2 juta ke atas.

Sementara bila menjual 145 cup tiap hari dalam sebulan, penghasilan yang bersangkutan bisa mencapai Rp 14,5 juta dalam sebulan.

“Bisa melewati UMR kan, semakin banyak penjualan yang dilakukan mereka, keuntungan yang mereka dapat pun semakin besar,” ucapnya.

Yoshua mengatakan, bagi masyarakat yang tertarik ingin menjadi Jago Preneur, cukup mengirimkan datanya ke jagocoffee.com atau via Instagram @Jago Coffee.

Pihaknya akan menyeleksi dan menyesuaikan berapa pelamar yang akan dipanggil, sesuai dengan kebutuhan jumlah pelanggannya.

“Karena kalau banyak yang kita rekrut, pemasukannya ke mereka enggak rata dong. Makanya kita sesuaikan dengan kebutuhan konsumen kita juga, kalau konsumen kita sudah banyak pasti kita rekrut banyak barista juga,” ungkapnya.

Selama pandemi ini pun pihaknya telah menambah sekita 8-9 Jago Preneur yang bergabung dalam ekosistem Jago Coffee.

Untuk itu dia berharap agar para konsumennya bisa semakin meningkat dan bisa memberi pekerjaan kepada masyarakat yang membutuhkan dengan cara bergabung menjadi barista di Jago Coffee.

#Cari #Penghasilan #Startup #Bisnis #Kopi #Keliling #Ini #Buka #Lowongan

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts