Sentimen Anti-China Pengaruhi Ekonomi

  • Whatsapp
sentimen anti-china
sentimen anti-china

Sentimen anti-China seringkali tidak disadari dapat mempengaruhi perekonomian, tak terkecuali di Indonesia. Sangat disayangkan, karena negara ketiga di dunia tersebut padahal menguntungkan berbagai negara melalui penanaman modal asing.

Jika sudah mengetahui bahwa sentimen anti-China pengaruhi ekonomi di Indonesia, mengapa harus bermusuhan jika pada akhirnya hubungan tersebut saling menguntungkan?  Kini, Tiongkok sedang gencar-gencarnya berinvestasi ke berbagai negara dikarenakan mengalami over-invest. Maka dari itu, Tiongkok mengucurkan investasi asing di Indonesia.

Read More

Investasi Tiongkok ke Indonesia dimulai pada tahun 2008, saat itu investasi dimulai melalui Grup Tsingshan yang akan membangun perusahaan di kawasan industri pertambangan Sulawesi Tengah. Kemudian, gelombang kedua di tahun 2015 yakni penandatanganan kemitraan strategis komprehensif antara Tiongkok dan Indonesia. Sejak saat itu, Tsingshan telah berinvestasi secara signifikan dalam proyek smelter di Pulau Sulawesi.

Tujuan Indonesia menghadirkan investasi asing di Indonesia adalah bukan tanpa sebab. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki cita-cita yang berfokus untuk meningkatkan kapasitas industri serta mengembangkan daerah terisolasi serta terpencil. Salah satunya wilayah Morowali, Sulawesi Tengah yang kini telah dibangun kawasan industri Morowali. 

Di bawah pemerintahan Era Kabinet Kerja, Indonesia mengalami peningkatan dalam menghadirkan investasi asing. Dalam masa jabatan pertamanya, investasi dari China mencapai USD 3 miliar yang kemudian diarahkan oleh Jokowi ke sektor pengangkutan, penyimpangan, dan komunikasi.

Kenapa pada akhirnya Indonesia menerima investasi dari China? Hal ini dikarenakan investasi dari China cukup berani, tidak seperti investor Amerika, Eropa, atau negara lainnya. Investasi asing di Indonesia melalui China rupanya bersedia berinvestasi ke pulau di luar Pulau Jawa. Rasanya tidak adil jika hanya Pulau Jawa saja yang mengalami pertumbuhan sedangkan pulau terpencil di Indonesia telah lama menderita karena infrastruktur yang buruk dan aktivitas ekonomi yang rendah.

Saat ini, terdapat 245 proyek strategis nasional senilai sekitar USD 300 miliar yang masuk dalam daftar prioritas, termasuk PT IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park). Perusahaan ini merupakan patungan antara Tsingshan China dan Grup Bintang Delapan Indonesia yang pada akhirnya membangun kawasan industri dengan hasil produksi baja tahan karat berkandungan nikel terintegrasi. Kawasan tersebut secara tidak langsung juga berkontribusi dalam menciptakan peluang untuk bisnis, jasa, dan real estate serta industri lokal. Data resmi menunjukkan bahwa kawasan tersebut juga meningkatkan kinerja ekspor Provinsi Sulawesi Tengah karena adanya pembangunan infrastruktur termasuk jalan dan pembangkit listrik.

Dari pengalaman investasi asing di Indonesia ini, setidaknya publik dapat belajar dari Indonesia. Kolaborasi lintas negara, hubungan simbiosis mutualisme rupanya dapat berjalan dengan baik dengan mengedepankan visi misi untuk maju secara positif bersama, tanpa harus memandang suku, ras, dan budaya. Tinggalkan sejenak sentimen anti-China yang dapat pengaruhi ekonomi di Indonesia, kita berjuang bersama untuk memajukan negara kita tercinta, Indonesia

Related posts