Bingung Mau Kembangkan Usaha di Masa Pandemi? Begini Caranya

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Pakar investasi Riel Tasmaya yang juga merupakan CEO Suqma memberikan cara agar pelaku usaha mikro, kecil dan menengah ( UMKM) bisa berkembang meski di masa pandemi Covid-19.

Read More

Dalam salah satu materi di kelas Aksilerasi gagasan Ninja Xpress, Riel menyarankan agar pemilik usaha (founder) memahami visi dan misi usahanya sebelum meningkatkan derajat perusahaan menjadi lebih tinggi.

“Founder harus tahu sudah di tahap mana usahanya sekarang dan harus dapat menilai perusahaan objektif mau ke mana,” kata Riel melalui keterangan tertulisnya, Rabu (28/10/2020).

Ia menganalogikan bahwa mencari investor selayaknya mencari jodoh. Sehingga penting untuk mendapatkan chemistry antara pemilik usaha dan investor barunya.

“Tentu tidak sekali bertemu tapi perlu proses berulang-ulang kali yang membuat keduanya cocok,” ujarnya.

Selain itu, pemilik usaha harus memahami jenis investor mana yang tepat bagi perusahaan. Mulai dari angel investor, perusahaan investasi, venture capital atau perusahaan yang masih berelasi dengan produk yang dijual.

Tentunya pemilik usaha harus juga bijak memilih jenis investasi mana yang tepat dalam pengembangan bisnisnya, baik itu berupa permodalan atau hanya dalam bentuk pinjaman.

“Tak perlu beri saham ke investor bila ternyata kita hanya butuh pinjaman jangka pendek,” katanya.

Dengan demikian, menurut dia, pemilik usaha harus berhati-hati dalam menentukan valuasi startup agar investor lebih yakin dan mantap untuk berinvestasi. Tunjukkan data finansial atau projection, lalu gunakan pendekatan apa saja untuk mendapatkan data tersebut.

Dilanjutkan dengan laporan finansial dan laporan pajak. Setelah itu ada tahapan analisa industri, analisa pasar, pemetaan kompetitor dan terakhir pemilik usaha bersama dengan timnya.

“Terpenting bagi saya dari siapa foundernya. Itu kelihatan dari business plan sampai ke tahap eksekusi. Founder yang baik pasti punya tim kuat,” katanya.

Lebih lanjut kata Riel, para founder pada dasarnya tak perlu khawatir untuk membuka bisnis sendiri bersama investor baru. Sebab, dengan membangun bisnis bersama-sama maka dapat meningkatkan pertumbuhan usaha lebih cepat.

Hanya saja para founder juga perlu jeli melihat kebutuhan perusahaan.

Bila sifat kebutuhan dana bentuknya sementara maka opsi permodalan dalam bentuk pinjaman bisa jadi pilihan. Alhasil nilai saham yang dimiliki tak berubah.

“Founder perlu tahu apakah memang hanya butuh pinjaman atau mereka butuh permodalan dalam bentuk saham baru,” tambah dia.

Sebagai informasi, program Aksilerasi gagasan Ninja Xpress ini diikuti oleh 20 UKM dari berbagai industri mulai dari pakaian, kebutuhan anak, hingga perlengkapan rumah. Program ini berlangsung selama tiga bulan (22 September-22 Desember 2020).

Ke-12 mentor profesional yang sudah malang melintang di industri Tanah Air akan mengisi kelas online workshop serta daily coaching di program ini dan siap mengajarkan UKM jurus-jurus mereka.

Terdapat tiga fokus program yang akan diselenggarakan lewat kelas-kelas Aksilerasi, yang terbagi dalam masing-masing klaster, yaitu klaster C membangun kapasitas, klaster B pengerjaan valuasi bisnis, dan klaster A business investment ready.

#Bingung #Mau #Kembangkan #Usaha #Masa #Pandemi #Begini #Caranya

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts