Hak Kekayaan Intelektual Kunci Gerakkan Ekonomi Kreatif

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia memiliki banyak talenta di industri kreatif dalam berbagai bidang.

Read More

Setiap harinya pun kita kerap disuguhi konten-konten kreatif karya anak bangsa. Ide kreatif yang berlimpah ini merupakan sumber daya yang tanpa batas dan memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.

Untuk menggerakkan ekonomi kreatif, maka diperlukan perlindungan berupa hak kekayaan intelektual (HKI).

Joshua Simandjuntak, Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreativitas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyatakan, HKI adalah kunci dalam menggerakkan roda ekonomi kreatif. Ia memberikan contoh Kumamon, maskot daerah Kumamoto, Jepang.

Tak sekadar maskot, Kumamon mampu memberikan pemasukan yang besar bagi daerah Kumamoto.

“Sejak kemunculannya di tahun 2011, nilai penjualan Kumamon sudah mencapai 25 juta dollar AS. Dan di tahun 2015, angka penjualan Kumamon meroket hingga 1 miliar dollar AS,” jelas Joshua dalam keterangannya pada perhelatan Indonesia International Licensing Show 2020, dikutip pada Kamis (29/10/2020).

Jika dilihat secara global, industri lisensi di tahun 2019 sebesar 292,8 miliar dollar AS. Ini setara dengan Rp 4.279 triliun atau dua kali APBN Indonesia.

Contoh lain bisa dilihat dari maskot Asian Games 2018. Trio Binbin, Eka, dan Atung menyumbangkan pendapatan sebesar Rp 56 miliar dalam waktu yang singkat.

“Ini membuktikan bahwa dengan penggarapan dan pengelolaan yang tepat, IP-IP ( kekayaan intelektual) karya anak bangsa berpotensi untuk maju ke kancah dunia,” tutur Joshua.

Sementara itu, Mochtar Sarman, Chairman Indonesia International Licensing Show menuturkan, meski di tengah pandemi, IILS 2020 tetap digelar secara virtual sehingga bisa memberikan kesempatan bagi para kreator di daerah untuk bisa ikut ambil bagian.

 

“IILS 2020 yang digelar secara virtual membuka kesempatan bagi siapa saja untuk ikut hadir, secara virtual. Peserta yang berasal dari kota selain Jabodetabek atau bahkan dari luar Jawa juga mendapat kesempatan untuk mengembangkan IP mereka,” terangnya.

Menurut dia, Indonesia adalah kunci strategis untuk memasuki pasar Asia oleh pelaku lisensi dunia. Di sisi lain, Indonesia juga mempunya sumber daya kreatif yang berlimpah.

“Dengan kata lain, kita mempunyai dua elemen vital dalam industri lisensi, kreator dan pasar. Sehingga ini adalah kesempatan emas kita untuk memasuki pasar lisensi internasional,” ucap Mochtar.

#Hak #Kekayaan #Intelektual #Kunci #Gerakkan #Ekonomi #Kreatif

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts