AS Perpanjang Fasilitas GSP RI, Luhut Optimis Kinerja Ekspor Meningkat

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui United States Trade Representative (USTR) resmi memutuskan untuk memperpanjang pemberian fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) kepada Indonesia.

Merespons hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, di tengah menurunnya perdagangan internasional akibat pandemi Covid-19, pemberian fasilitas GSP ini akan membantu meningkatkan kinerja ekspor Indonesia ke AS.

Dia juga menambahkan, dalam rangka menegaskan komitmen untuk terus mengoptimalkan tingginya potensi kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan, Pemerintah Indonesia akan mengusulkan diadakannya negosiasi Limited Trade Deal (LTD) atau Kesepakatan Perdagangan secara terbatas antara Indonesia dan AS.

“LTD, yang akan mencakup kerja sama perdagangan, investasi hingga sektor informasi, komunikasi dan teknologi, diharapkan dapat membantu mendongkrak perdagangan dua arah Indonesia dan AS hingga mencapai 60 miliar dollar AS pada tahun 2024,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (1/11/2020).

Pengumuman perpanjangan GSP oleh Pemerintah AS ini dibuat hanya berselang sehari usai pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Jakarta pada 29 Oktober 2020.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, penyelesaian review GSP ini merupakan buah dari rangkaian diplomasi yang secara intensif dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir ini.

“Pemberian fasilitas GSP merupakan salah satu wujud konkret kemitraan strategis antara kedua negara yang tidak hanya membawa manfaat positif bagi Indonesia, melainkan juga bisnis di AS,” kata dia.

GSP merupakan fasilitas perdagangan berupa pembebasan tarif bea masuk yang diberikan secara unilateral oleh Pemerintah AS kepada negara-negara berkembang di dunia sejak tahun 1974. Indonesia pertama kali mendapatkan fasilitas GSP dari AS pada tahun 1980.

Berdasarkan data statistik dari United States International Trade Commission (USITC) pada tahun 2019 lalu, ekspor Indonesia yang menggunakan GSP mencapai 2.61 miliar dollar AS. Angka ini setara dengan 13,1 persen dari total ekspor Indonesia ke AS, sebesar 20,1 miliar dollar AS.

Ekspor GSP Indonesia di tahun 2019 berasal dari 729 pos tarif barang dari total 3.572 pos tarif produk yang mendapatkan preferensi tarif GSP.

Hingga Agustus 2020, nilai ekspor GSP Indonesia ke AS tercatat sebesar 1,87 miliar dollar AS atau naik 10,6 persen dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya.

Indonesia saat ini merupakan negara pengekspor GSP terbesar ke-2 di AS setelah Thailand dengan capaian sebesar 2,6 miliar dollar AS.

#Perpanjang #Fasilitas #GSP #Luhut #Optimis #Kinerja #Ekspor #Meningkat

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts