Mengenal Tato Maori yang Dimiliki Menlu Selandia Baru

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern mengumumkan Menteri Luar Negeri (Menlu) baru dalam jajaran kabinetnya pada Senin (2/11/2020).

Read More

Dilansir dari CNN, Senin (2/11/2020) jabatan tersebut kini dipegang oleh Nanaia Mahuta, perempuan dari suku Maori, yang merupakan penduduk asli Selandia Baru.

Sebelum menjadi Menlu, Mahuta menjabat sebagai Menteri Pembangunan Maori dan Pemerintahan Lokal.

Mahuta menjadi Menlu perempuan pertama Selandia Baru yang merupakan keturunan dari penduduk asli negara itu.

Sebelumnya, jabatan itu diemban oleh Winston Peters, pria yang juga berasal dari suku Maori.

“Saya merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin perundingan Selandia Baru dengan komunitas internasional,” kata Mahuta, dikutip dari Radio Nasional Selandia Baru.

Selain menjadi perempuan Maori pertama yang menjadi Menlu, Mahuta juga menarik perhatian karena penampilannya yang tidak biasa.

Wajah Mahuta dihiasi dengan tato berwarna hitam yang memiliki pola unik.

Pola tersebut merupakan pola tato khas suku Maori.

Shutterstock Budaya Maori di Selandia Baru.

Dilansir dari laman Zealand Tattoo, sebuah studio tato di Selandia Baru, tato Maori atau oleh masyarakat lokal disebut moko merupakan kebudayaan asli Maori yang dianggap sakral.

Seni tato Maori pertama kali dikenal dunia ketika penjelajah asal Inggris, Captain James Cook, mendarat di Selandia Baru pada 1769.

Tato Maori kemudian semakin dikenal di Eropa, ketika pada 1814, pemimpin suku Maori bernama Hongi dibawa ke Inggris untuk membantu penerjemahan Injil ke bahasa lokal.

Sejak saat itu, kebudayaan suku Maori dikenal oleh dunia dan seni tato Maori juga turut menjadi bagian dari identitas suku itu.

Tradisi suci

Suku Maori menganggap bahwa kepala adalah bagian tubuh yang paling suci, sehingga jenis tato Maori yang paling populer adalah tato wajah, yang terdiri dari bentuk melengkung dan pola seperti spiral.

Seringkali tato ini menutupi seluruh wajah dan merupakan simbol pangkat militer, status sosial, kekuasaan, dan prestise.

Bagi suku Maori, tato adalah sebuah ritus kedewasaan, yang berarti itu sangat dihormati dan disakralkan. Tato biasanya dimulai pada masa remaja.

Hal yang luar biasa dari tato Maori hingga hari ini adalah tidak ada dua tato yang sama. Setiap tato Maori adalah unik.

Desain tato Maori selalu sangat rumit dan detail serta menampilkan keahlian dan kesenian tidak hanya dari senimannya tetapi juga dari budaya Maori.

Seniman tato Maori disebut dengan tohunga ta moko yang berarti ahli moko.

Ahli tato ini sangat dihormati, dan dianggap tapu yang berarti suci atau tidak bisa diganggu gugat.

Tohunga ta moko kebanyakan laki-laki, tapi ada juga beberapa perempuan yang berlatih menguasai seni ini.

Tidak memakai jarum

Tarian haka, yang merupakan tarian perang suku Maori, Selandia Baru, bertujuan menggetarkan nyali lawan.Tourism Authority New Zeland Tarian haka, yang merupakan tarian perang suku Maori, Selandia Baru, bertujuan menggetarkan nyali lawan.

Secara tradisional, seniman tato Maori tidak menggunakan jarum, melainkan menggunakan pisau dan pahat yang terbuat dari gigi hiu, tulang runcing atau batu tajam.

Pahat, juga disebut uhi, terbuat dari tulang albatros meskipun beberapa terbuat dari besi.

Tinta untuk tato yang digunakan oleh suku Maori terbuat dari bahan alami.

Arang digunakan untuk membuat tinta hitam, sedangkan tinta yang lebih cerah berasal dari ulat yang terinfeksi jamur jenis tertentu, atau dari kauri gum yang dicampur dengan lemak hewani.

Mengaplikasikan tato Maori ke kulit adalah pengalaman yang cukup menyakitkan.

Pertama, kulit disayat cukup dalam dan kemudian pahat dicelupkan ke dalam tinta dan ditorehkan ke dalam kulit.

Variasi lain dalam proses ini yaitu mencelupkan pahat ke dalam wadah tinta dan memasukkannya ke dalam kulit dengan cara memukul ujungnya menggunakan palu.

Cara mengaplikasikan tato semacam ini membuat kulit memiliki permukaan tidak rata, bukan permukaan halus yang biasa tertinggal setelah tato menggunakan jarum.

Tradisi yang dipertahankan

Tato Maori umumnya diaplikasikan di wajah.

Pria memiliki tato wajah penuh, sedangkan wanita hanya memiliki tato di dagu, bibir, dan lubang hidung.

Beberapa orang suku Maori juga memiliki bagian tubuh lain yang ditato, seperti punggung, bokong, dan kaki.

Wanita lebih sering mentato lengan, leher, dan paha mereka.

Dalam rangka melestarikan warisan budaya mereka, suku Maori telah menghidupkan kembali tradisi dan teknik tato mereka. Tidak hanya pria, perempuan juga kini telah terlibat dalam seni tato tradisional.

Organisasi seni yang dikenal sebagai Te Uhi a Mataora baru-baru ini didirikan oleh praktisi Maori tradisional. T

e Uhi a Mataora melestarikan sekaligus melakukan pengembangan lebih lanjut dari ta moko sebagai bentuk seni yang hidup.

Perhatian utama mereka adalah berkembangnya praktik ta moko oleh orang-orang non-Maori.

Mereka berusaha untuk menyebarkan kekayaan seni Maori dengan menghidupkan kembali tradisi lama dan melestarikan teknik serta desain tato tradisional.

Mereka juga memberi edukasi pada orang-orang bahwa tato Maori adalah simbol budaya, yang oleh karenanya tidak boleh diperlakukan sembarangan.

 

#Mengenal #Tato #Maori #yang #Dimiliki #Menlu #Selandia #Baru

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts