PSBB Transisi Berakhir Hari Ini, Jakarta Catat Penambahan Kasus Positif Covid-19 Tertinggi

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta bertambah 1.579 pada Sabtu (7/11/2020) kemarin.

Read More

Penambahan tersebut tercatat paling tinggi sejak dilaporkannya kasus pertama di Ibu Kota, 3 Maret 2020.

Sebelumnya, tambahan tertinggi kasus positif Covid-19 terjadi pada hari ketiga pemberlakuan PSBB ketat, yakni 16 September 2020.

Saat itu, tercatat ada 1.505 pasien yang dilaporkan positif terinfeksi virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2).

Adapun, sebanyak 1.198 dari 1.579 kasus baru pada Sabtu kemarin, merupakan hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) pada hari yang sama.

Sementara, 381 kasus lainnya adalah akumulasi data yang baru dilaporkan dua laboratorium pemeriksa spesimen, yakni satu laboratorium RS vertikal dan satu laboratorium RS TNI.

Tambahan tertinggi kasus harian Covid-19 itu juga bertepatan dengan akan berakhirnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi, hari ini.

Perlu diketahui, PSBB transisi kali ini merupakan perpanjangan kedua setelah sebelumnya diberlakukan selama empat pekan dan diperpanjang selama dua pekan. 

Pada masa perpanjangan PSBB kali ini, terjadi sejumlah kerumunan di antaranya penyambutan kedatangan pemimpin FPI Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat pada 10 November 2020 hingga acara pernikahan putri Rizieq pada 14 November 2020.

Kasus harian Covid-19 meningkat

Selama perpanjangan PSBB masa transisi, rata-rata kasus harian Covid-19 adalah 1.061 kasus.

Selama 13 hari PSBB transisi, penambahan kasus harian Covid-19 mulai meningkat dan melebihi 1.000 kasus.

Kasus harian Covid-19 berada di bawah angka 1.000 hanya terjadi pada 9 November, 11 November, dan 12 November.

Berikut rincian penambahan kasus harian Covid-19 selama 13 hari perpanjangan PSBB masa transisi.

9 November : 716 kasus

10 November : 1.013 kasus

11 November : 587 kasus

12 November : 831 kasus

13 November : 1.033 kasus

14 November : 1.255 kasus

15 November : 1.165 kasus

16 November : 1.006 kasus

17 November : 1.038 kasus

18 November : 1.147 kasus

19 November : 1.185 kasus

20 November : 1.240 kasus

21 November : 1.579 kasus

Selama PSBB masa transisi, persentase pasien sembuh dari total keseluruhan kasus positif Covid-19 pernah menyentuh angka tertinggi sejak awal pandemi Covid-19, yakni 92,2 persen pada 13 November 2020.

Hingga Sabtu kemarin, jumlah akumulatif pasien positif Covid-19 di Ibu Kota adalah 125.822 orang.

Sebanyak 114.863 orang dari total keseluruhan pasien Covid-19 telah dinyatakan pulih. Untuk kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota, saat ini tercatat 8.444 orang.

Sementara itu, 2.515 pasien Covid-19 di Jakarta dilaporkan meninggal dunia. Jumlah kematian ini setara 2 persen dari total kasus di Jakarta.

Pada periode yang sama, angka kematian akibat Covid-19 di Jakarta mulai menurun. Dalam dua pekan terakhir, rata-rata angka kematian akibat Covid-19 di Jakarta adalah 11 orang.

Muncul klaster Petamburan

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo melaporkan adanya dampak dari kerumunan yang terjadi seminggu terakhir yang disebabkan kehadiran Rizieq Shihab.

Pertama, berdasarkan data Satgas Covid-19 yang diterima Kamis (19/11/2020) malam, terdapat tujuh orang positif Covid-19 di wilayah Petamburan, Jakarta Pusat.

Satgas Covid-19 sebelumnya telah melakukan swab test kepada 15 orang di Petamburan.

Kemudian, laporan lain menunjukkan terdapat 50 orang positif Covid-19 yang mayoritasnya berdomisili di sekitar Tebet.

Pasalnya, Rizieq mengadakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tebet pada 13 November 2020.

Oleh karena itu, Doni meminta ketua RT dan RW untuk menyampaikan pesan kepada keluarga-keluarga yang ikut dalam kerumunan agar melaporkan diri atau memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

“Untuk menyampaikan pesan kepada keluarga-keluarga bagi yang kemarin ikut beraktivitas baik mulai dari penjemputan di Bandara Soekarno Hatta, kegiatan Maulid Nabi di Tebet, dan juga di Megamendung, serta acara terakhir di Petamburan mohon dengan kesadaran sendiri untuk melaporkan diri kepada Ketua RT dan Ketua RW lalu dengan kesadaran dan keikhlasan itu memeriksa diri ke Puskesmas,” ujar Doni.

Jumlah tes menurun

Kasus harian yang mulai meningkat tak dibarengi dengan jumlah orang yang dites swab.

Selama perpanjangan kedua PSBB transisi, jumlah orang yang dites swab di Jakarta per hari tak pernah lagi tembus 10.000 orang.

Berdasarkan data di situs corona.jakarta.go.id, Jakarta pertama kali mencatatkan jumlah orang yang tes lebih dari 10.000 per hari pada 22 Juli 2020.

Saat itu, ada 10.061 orang yang dites dan 416 diantaranya dinyatakan positif Covid-19.

Kemudian, Pemprov DKI konsisten melakukan tes swab kepada 10.000 orang per hari hingga Oktober.

Pada bulan Agustus, tercatat lebih dari 10.000 orang dites swab dalam tiga hari berturut-turut, yakni pada 19, 26, dan 28 Agustus.

Tes swab di Jakarta mulai stabil menembus angka lebih dari 10.000 orang per hari sejak September.

Ada 19 hari di September ketika Jakarta mencatat tes spesimen lebih dari 10.000.

Tren itu berlanjut hingga Oktober, ketika ada 21 hari Jakarta mencatat tes lebih dari 10.000 orang per hari. Bahkan jumlah orang yang dites mencapai 15.978 orang pada 12 Oktober.

Namun, angka tes mulai menurun pada akhir Oktober sampai pekan pertama November.

Sejak 28 Oktober hingga 20 November, angka tes swab di DKI Jakarta tak pernah lagi menyentuh 10.000 orang per hari.

Angka tes swab baru melampaui angka 10.000 orang pada 21 November 2020.

Berikut rincian jumlah harian tes PCR selama 13 hari perpanjangan kedua PSBB masa transisi.

9 November : 4.913 orang

10 November :  7.351 orang

11 November : 7.501 orang

12 November : 8.718 orang

13 November : 7.954 orang

14 November : 7.951 orang

15 November : 7.991 orang

16 November : 6.021 orang

17 November : 7.786 orang

18 November : 7.717 orang

19 November : 8.014 orang

20 November : 8.282 orang

21 November : 10.291 orang

Bagaimana ketersediaan tempat tidur pasien?

Tercatat penurunan kapasitas tempat tidur isolasi di 98 rumah sakit rujukan selama PSBB masa transisi.

Untuk diketahui, sebanyak 8 rumah sakit rujukan itu ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/169/2020.

Sementara itu, 90 rumah sakit lainnya ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 987 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Kepgub Nomor 378 Tahun 2020 tentang Penetapan Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Covid-19.

Berdasarkan data terakhir hingga 15 November, tersisa 35 persen dari 5.906 kapasitas tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan di Ibu Kota.

Jumlah ketersediaan kapasitas tempat tidur isolasi menurun dibanding update data pada 8 November, yakni tersisa 44 persen.

Sementara itu, tersisa 33 persen dari 806 tempat tidur ICU di rumah sakit rujukan yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19.

Saat ini, sebanyak 544 pasien Covid-19 tengah dirawat di ruang ICU.

Jumlah ketersediaan kapasitas tempat tidur ICU meningkat dibanding update data pada 8 November, yakni tersisa 40 persen.

Tak hanya rumah sakit rujukan, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan hotel dan wisma bagi pasien Covid-19 guna mengantisipasi lonjakan pasien.

Tercatat di antaranya tiga hotel di DKI Jakarta yang digunakan untuk isolasi mandiri pasien Covid-19 adalah Ibis Style di Mangga Dua, Jakarta Utara; U Stay Hotel di Mangga Besar, Jakarta Barat; dan Ibis Senen di Jakarta Pusat.

Sedangkan wisma isolasi mandiri yang disediakan untuk penanganan Covid-19 adalah Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Centre) di Jakarta Utara; Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta Timur, dan Graha Wisata Ragunan di Komplek GOR Jaya Raya Ragunan, Jakarta Selatan.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui apakah Pemprov DKI akan memperpanjang status PSBB transisi atau tidak.

#PSBB #Transisi #Berakhir #Hari #Ini #Jakarta #Catat #Penambahan #Kasus #Positif #Covid19 #Tertinggi

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts