DPR: Defisit Ekuitas Jiwasraya Terus Membengkak

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya Komisi VI DPR RI Aria Bima menilai proses restrukturisasi perusahaan tersebut harus segera dilakukan. Sebab, saat ini kondisi keuangan Jiwasraya semakin mengkhawatirkan.

Read More

“Masalah ini perlu diselsaikan segera sebelum nominal defisitnya semakin membesar, semakin membengkak,” ujar Aria dalam rapat dengan Menteri BUMN Erick Thohir, Senin (30/11/2020).

Aria menjelaskan, defisit ekuitas Jiwasraya terus membengkak. Pada Desember 2018, defisit ekuitas Jiwasraya mencapai Rp 30,3 triliun.

 

Di 2019, defisit perusahaan asuransi plat merah itu terus bertambah hingga mencapai Rp 34,6 triliun.

“Kondisi terakhir di Oktober 2020 negatif ekuitas mencapai Rp 38,5 triliun,” kata Aria.

Sementara itu untuk liabilitas Jiwasraya per akhir Oktober 2020 mencapai Rp 37,12 triliun yang berasal dari polis tradisional dan Rp 16,8 triliun dari polis Saving Plan.

“Sementara total aset Jiwasraya tercatat mencapai Rp 15,4 triliun. Namun mayoritas aset Jiwasraya itu tidak likuid dan berkualitas buruk,” ungkapnya.

 

Selanjutnya, nilai aset Jiwasraya terus turun dari Rp 23 triliun di 2018 menjadi Rp 18 triliun di 2019. Menurut Aria, kondisi aset yang berkualitas buruk dan pengolahan produk yang tak optimal membuat Jiwasraya memiliki defisit ekuitas.

“Sampai saat ini risk based capital (RBC) telah mencapai -1.050 persen yang seharusnya batas minimal sesuai peraturan OJK sebesar 120 persen,” ujarnya.

#DPR #Defisit #Ekuitas #Jiwasraya #Terus #Membengkak

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts