Sejarah Hari Disabilitas Internasional dan Upaya Memenuhi Hak Penyandang Disabilitas…

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Hari Disabilitas Internasional (HDI) diperingati setiap 3 Desember. Tujuan diperingatinya Hari Disabilitas Internasional (HDI) yakni untuk memberikan dukungan dan mencapai hak-hak yang seharusnya didapatkan para penyandang disabilitas.

Read More

Atau dengan kata lain, tujuan HDI yakni untuk mendukung penuh kesetaraan para penyandang disabilitas dan untuk mengambil tindakan agar penyandang disabilitas diikutsertakan dalam semua aspek masyarakat dan pembangunan.

Mengutip un.org, para penyandang disabilitas masih mengalami diskriminasi atau dikucilkan oleh masyarakat sekitar.

Bahkan, pandemi Covid-19 semakin memperparah kesenjangan tersebut. 

Tahun ini, tema Hari Disabilitas Sedunia adalah Building Back Better: toward a disability-inclusive, accessible and sustainable Covid-19 World, atau membangun kembali kehidupan yang lebih baik, lebih inklusif, lebih berkelanjutan di masa pandemi Covid-19.

 

Peringatan HDI untuk mengkampanyekan hak-hak penyandang disabilitas ini dimulai dari Resolusi Majelis Umum PBB 47/3 pada 1992.

Dengan adanya peringatan HDI, diharapkan bahwa penyandang disabilitas dapat lebih berpartisipasi dalam masyarakat.

Data penyandang disabilitas

Kompas.com/Nansianus Taris Foto : Yenti Selus, penyandang disabilitas asal Kampung Parang, Desa Golo Ndele, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT saat menganyam kerajinan tangan dari rotan, Senin (29/6/2020).

Melansir Kompas.com (3/12/2020), Indonesia belum banyak memiliki data terperinci mengenai penyandang disabilitas. Namun, menurut riset Badan Pusat Statistik (BPS), populasinya mencapai 9,6 juta jiwa. 

Minimnya data terkait penyadang disabilitas ini dibenarkan oleh, staf ahli madya Bidang Hukum dan HAM Kantor Staf Presiden (KSP).

Menurutnya, memang sudah ada data mengenai penyandang disabilitas di tingkat nasional yang dikumpulkan oleh berbagai lembaga. Namun, data tersebut belum menyentuh hingga tingkat kelurahan.

Keberadaan data ini sangat penting untuk mengetahui apakah penyandang disabilitas terpapar Covid-19 dan seberapa besar bantuan yang seharusnya diterima.

Meskipun belum banyak data yang terkumpul, baik pemerintah maupun masyarakat setidaknya telah mulai memperhatikan hak para penyandang disabilitas.

Untuk merespons kondisi Covid-19, Kementerian Sosial dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengeluarkan pedoman khusus bagi penyandang disabilitas.

Fasilitas khusus

Selain itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga memanfaatkan juru bicara bahasa isyarat ketika memberikan informasi terkait Covid-19.

Pemerintah juga memfasilitasi penyandang disabilitas untuk mempermudah aktivitas mereka di ruang publik.

Salah satunya adalah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang menyediakan untuk memfasilitasi penyandang disabilitas yang ingin bepergian.

Melansir website Kemensos, berikut ini adalah rangkaian acara Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2020 yang digelar Kemensos mulai 18 November hingga 3 Desember 2020.

  1. Peluncuran website Creative Disabilities Gallery digelar pada 18 November 2020.
  2. Opening Ceremony dan konferensi pers digelar pada 18 November 2020.
  3. Disabilities Show (Variety Show) digelar pada 30 November hingga 3 Desember 2020.
  4. Creative Disabilities Award digelar pada 18 November hingga 3 Desember 2020.
  5. Key Opinion Leader Support digelar pada 18 November hingga 3 Desember 2020.
  6. Acara Puncak HDI 2020 akan digelar pada 3 Desember 2020.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Infografik: Pemilih Penyandang Disabilitas Dalam Angka

#Sejarah #Hari #Disabilitas #Internasional #dan #Upaya #Memenuhi #Hak #Penyandang #Disabilitas

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts