Kerja Shift Malam Berisiko “Shift Work Sleep Disorder”, Ini Solusinya

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Tidur nyenyak adalah bagian penting bagi kesehatan fisik dan mental kita.

Sayangnya, orang-orang yang harus bekerja di malam hari atau memiliki jam kerja tak menentu seringkali tak bisa mendapatkan tidur malam yang cukup dan berkualitas.

Kebanyakan sistem kerja di Indonesia menerapkan jam kerja dari pukul 09.00 hingga 17.00.

Namun, ada pula beberapa perusahaan yang menerapkan sistem kerja shift, sehingga ada karyawan yang harus bekerja dari pagi hingga sore dan ada pula yang bekerja dari malam hingga pagi menjelang.

Tak ayal, karyawan yang mendapatkan shift malam rentan mengalami gangguan tidur yang juga dikenal dengan istilah shift work sleep disorder (SWD).

Menruut pakartidur Jessica Vensel Rundo, bekerja shift malam juga bisa mengangu ritme sirkadian tubuh.

“Sebagian besar manusia terjaga di siang hari karena jam internal tubuh membuat kita tetap terjaga. Meski merasa sangat lelah setelah bekerja sepanjang malam, kita bisa saya sulit tidur karena jam internal tubuh yang membuat kita terjaga,” ucap dia.

Efek bekerja shift malam

Kurang tidur dapat menyebabkan masalah kesehatan lain seperti penyakit jantung, gangguan pencernaan, dan gangguan metabolisme.

Selain masalah kesehatan, kurang tidur juga bisa memicu gangguan suasana hati, kita menjadi rentan marah, ketergantugan obat dan alkohol, berisiko tinggi mengalami kecelakaan dan kesalahan terkait pekerjaan.

Memang tidak semua pekerja shift malam akan mengalami gangguan tidur semacam ini.

#Kerja #Shift #Malam #Berisiko #Shift #Work #Sleep #Disorder #Ini #Solusinya

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts