Cara Asyik Mengajarkan Anak Menabung Sejak Dini Halaman all

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Peran orangtua sebagai guru pertama, sudah tentu akan mengajarkan berbagai macam hal kepada anaknya, dengan harapan anak Anda kelak menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab.

Read More

Tentu termasuk juga bagaimana mengenalkan dan mengajarkan anak mengenai peran uang. Sudah sebaiknya untuk mengenalkan konsep uang sejak dini.

Menurut Perencanaan Keuangan Finansialku Rista Zwestika Reni, orangtua harus paham mendidik apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anak dengan uang yang dimilikinya.

Tujuannya tak lain agar kelak anak paham cara yang tepat dan lebih bijak dalam menggunakan serta mengelola uang ketika beranjak dewasa nanti.

Dalam praktiknya, tentu bukan hal mudah bagi orangtua untuk mendidik anak, namun mau tidak mau, Anda harus lakukan. Salah satu yang menjadi kewajiban untuk orangtua adalah dengan mengajarkan hal-hal kecil seperti menabung.

“Tantangannya lagi adalah bagaimana menabung ini menjadi suatu hal yang menyenangkan untuk anak-anak,” ujar Rista.

Banyak sekali pendapat para ahli yang mengemukakan kapan usia yang tepat untuk mengenalkan uang kepada anak-anak. Namun, kesimpulan yang bisa diambil adalah sudah pasti dilakukan secara bertahap, bisa dimulai saat anak sudah kenal bentuk, warna, dan angka.

“Pemahaman tentang uang biasanya mudah diterima saat anak usia 6-7 tahun, karena di usia tersebut anak-anak sudah mulai lancar berkomunikasi dan sedikit demi sedikit mulai paham apa itu uang dan kegunaannya, dan sudah mulai menghitung tambah, kurang, mana besar, dan kecil, ” tambah Rista.

Lalu, bagaimana baiknya orangtua mengedukasi menabung pada anak? Berikut tips dari Rista.

1. Kenalkan uang secara bertahap

Anda sebagai orangtua bisa mulai dengan mengenalkan warna, bentuk, dan nominal uang tersebut secara bertahap, dengan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti sesuai usia masing-masing anak.

Akan lebih baik dan semakin menyenangkan jika Anda mengenalkannya dengan cara bermain, dan dievaluasi dengan tebak-tebakan seperti kuis.

Hindari mengedukasi anak dengan tegas dan keras. Bukannya anak menjadi kenal dengan uang, namun menjadi menganggap sepele dengan uang dan merasa takut untuk belajar.

2. Libatkan anak dalam hal-hal kecil

Kata Rista, penting untuk libatkan anak dalam hal-hal kecil disaat orangtua berhubungan dengan uang.

Seperti orangtua hendak menabung, ajak anak bersama Anda datang ke bank agar anak Anda mengetahui bahwa orangtuanya sedang menyimpan uangnya.

Lainnya, Anda bisa libatkan anak ketika ingin berbelanja bulanan. Tujuannya agar anak-anak bisa tahu bahwa orangtuanya sedang mengeluarkan uangnya untuk membeli kebutuhan hidup.

Dari sini, Anda juga bisa perlahan mengenalkan dengan memberi contoh yang baik dalam mengelola keuangan di kehidupan asli. Jika anak bertanya, tentu berilah jawaban yang membuat anak Anda menjadi paham.

3. Belikan anak celengan

Edukasi anak saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan praktik. Anda bisa mulai akali dengan membelikan anak celengan. Rista menyarankan untuk meminta anak Anda rutin memasukkan uang ke dalam celengan tersebut.

Tentu saja manfaatnya untuk menimbulkan kebiasaan menyisihkan uang yang Anda beri kepada anak.

Namun, sebelum membelikan celengan kepada anak, beri pemahaman terlebih dahulu apa itu menabung, manfaatnya, dan tujuannya untuk apa. Beri tantangan kecil kepada anak untuk membeli barang yang diinginkan dari hasil menabung anak.

Bila Anda memberi semangat dan apresiasi menabung kepada anak, pasti anak Anda pun akan semangat menabung, bahkan anak akan merasa bangga karena mampu membeli dengan uang sendiri dari hasil menabungnya.

4. Kenalkan konsep gaji

Jika cara-cara di atas telah Anda terapkan, dan anak sudah mulai terbiasa, Anda bisa mulai untuk tegas dengan mengenalkan konsep gaji pada anak.

“Kasih anak-anak pekerjaan rumah yang nantinya setelah dikerjakan mereka akan mendapatkan uang. Agar mereka paham bahwa mendapatkan uang itu awalnya harus melakukan atau mengerjakan sesuatu,” jelas Rista.

Namun, kata Rista, jangan sampai Anda salah memberikan pekerjaan. Karena, seperti membersihkan kamar, tempat tidur, dan belajar itu memang sudah tugas anak. Beri tugas di luar dari kewajiban anak.

Setelah anak mengerjakan tugas, berikan anak jatah uang secara mingguan atau bulanan. Tentu tujuannya untuk membiasakan anak-anak mengatur uangnya dan memotivasi mereka untuk terus mengumpulkan uang.

5. Jadilah contoh yang baik

Selain teori dan praktik diajarkan kepada anak, menjadi contoh yang baik juga menjadi salah satu edukasi yang penting. Karena, anak-anak akan mencontoh ketika melihat kebiasaan yang dilakukan oleh orangtuanya.

Kita sebagai orangtua adalah panutan anak buat anak-anak. Maka, Rista berpesan untuk pastikan Anda juga memiliki kebiasaan yang baik.

“Jangan berharap anak akan memiliki konsep yang tepat tentang uang, jika orangtuanya saja belum melakukannya,” tegasnya.

Jika Anda sebagai orangtua memiliki masalah dalam mengajarkan anak menabung, Anda bisa menghubungi perencana keuangan Finansialku melalui Aplikasi Finansialku, menu Tanya Perencana Keuangan. (Retna Gemilang)

Artikel ini merupakan kerja sama dengan Finansialku.com. Isi artikel di luar tanggung jawab Kompas.com

 

#Cara #Asyik #Mengajarkan #Anak #Menabung #Sejak #Dini #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts