Penyebab, Cara Mengetahui, dan Mencegah

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Tumbuh kembang anak menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh orangtua. Namun, sering kali tumbuh kembang anak tidak berjalan mulus akibat adanya berbagai kondisi tubuh.

Salah satu kondisi yang ditakuti oleh para orangtua adalah anemia, terutama akibat kekurangan atau defisiensi zat besi.

Anemia defisiensi besi pada anak dapat memberi efek negatif pada perkembangan anak.

Zat besi adalah nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Zat besi membantu memindahkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membantu otot menyimpan dan menggunakan oksigen tersebut.

Kekurangan zat besi pada anak adalah masalah umum. Anda dapat dengan mudah menemui anak yang mengalami kekurangan zat besi.

Ada anak yang kekurangan zat besi dengan kondisi ringan hingga yang mengalami anemia defisiensi besi, kondisi di mana darah tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat.

Apabila kondisi tersebut tidak diobati, maka pengaruhnya ke pertumbuhan dan perkembangan anak.

Kandungan zat besi ideal di tubuh anak

Bayi dilahirkan dengan zat besi yang tersimpan di dalam tubuh mereka. Walaupun begitu, masih dibutuhkan asupan zat besi tambahan agar pertumbuhan dan perkembangan anak maksimal.

Berikut ini adalah daftar kebutuhan zat bayi pada anak berdasarkan usianya:

  • Usia 7-12 bulan: 11 mg zat besi setiap hari
  • Usia 1-3 tahun: 7 mg zat besi setiap hari
  • Usia 4-8 tahun: 10 mg zat besi setiap hari
  • Usia 9-13 tahun: 8 mg zat besi setiap hari
  • Usia 14-18 tahun, pria: 15 mg zat besi setiap hari
  • Usia 14-18 tahun, gadis: 11 mg zat besi setiap hari

Beberapa penyebab anemia defisiensi besi pada anak:

#Penyebab #Cara #Mengetahui #dan #Mencegah

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts