Cerita Pengguna Panel Surya, Balik Modal Hanya Perlu Waktu 7 Tahun Halaman all

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Mahalnya harga panel surya masih menjadi salah satu alasan utama banyak orang enggan untuk menggunakan sumber listrik ramah lingkungan itu.

Namun, pemerintah melalui Kementerian ESDM kerap kali menyatakan, pemasangan panel surya merupakan sebuah investasi untuk masa depan. 

Dengan adanya sistem on-grid dengan sistem kelistrikan PT PLN (Persero) dan kebijakan jual beli listrik ke perusahaan pelat merah itu, maka dalan kurun beberapa tahun setelah pemasangan, pengguna panel surya bisa balik modal.

Salah seorang pengguna panel surya, Herry Trianto, menceritakan, dirinya akan mendapatkan break even point (BEP) dari biaya pemasangan sistem kelistrikan energi baru terbarukan (EBT) itu hanya dalam kurun waktu 7,6 tahun.

Hery menjelaskan, sejak Agustus 2020, ia mulai menggunakan panel surya berkapasitas 4,1 kWp, seharga Rp 53 juta ditambah biaya penukaran meteran PLN ke meteran sistem on-grid seharga Rp 1,9 juta.

“Habis sekitar Rp 55 juta untuk pemasangan,” kata Hery kepada Kompas.com, Selasa (19/1/2021).

Melalui panel surya berkapasitas 4,1 kWp itu, setiap bulannya Hery mampu memproduksi listrik sebesar 450 kWh.

Dengan kapasitas produksi tersebut, tagihan listrik Hery pun langsung menurun setiap bulannya.

Sebelum memasang panel surya, rata-rata tagihan listrik setiap bulan mencapai Rp 1 juta.

Namun, kini Ia hanya perlu membayar sekitar Rp 400.000 per bulan. 

Artinya, setiap bulan Hery menghemat tagihan Rp 600.000 atau sekitar 60 persen.

“Tagihan saya rata-rata Rp 1 juta. Sekarang saya ini per bulan tinggal bayar Rp 400.000-an,” kata Hery.

Dengan rata-rata penghematan sebesar Rp 600.000, maka hanya butuh waktu sekitar 7,6 tahun untuk Hery mendapatkan BEP.

#Cerita #Pengguna #Panel #Surya #Balik #Modal #Hanya #Perlu #Waktu #Tahun #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts