[POPULER TREN] Aturan Kemenkes soal Klaim Pasien Covid-19 | Hoaks Link Pendaftaran Bansos Rp 3,5 Juta dari BPJS Kesehatan Halaman all

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Sejumlah pemberitaan menghiasi laman Tren sepanjang Rabu (27/1/2021).

Read More

Informasi perihal pasien BPJS yang disebutkan diminta membayar obat hingga Rp 229 juta menyedot perhatian publik.

Ada pula informasi tentang peringkat Indonesia yang masuk 20 besar di dunia terkait banyaknya kasus Covid-19, hoaks link pendaftaran bansos Rp 3,5 juta dari BPJS Kesehatan hingga informasi terkait meninggalnya peracik bumbu Indomie Nunuk Nuraini yang juga menjadi perhatian pembaca.

Ada pula informasi terkait penjelasan lengkap BMKG soal Sesar Lembang yang menjadi daya tarik tersendiri.

Berikut berita terpopuler Tren sejak Rabu (27/1/2021) hingga Kamis (28/1/2021) pagi:

1. Pasien BPJS diminta bayar ratusan juta, bagaimana aturan Kemenkes?

LaporCovid-19 telah menerima beberapa laporan keluarga pasien Covid-19 yang harus membayar sendiri sebagian obat-obatan karena tidak dijamin BPJS.

Beberapa obat tersebut di antaranya yakni actempra, gammaraas, atau IVIG, yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Ada juga laporan warga yang harus membeli dan atau menyewa ventilator untuk keluarga yang tengah menjalani pemeriksaan.

Menurut laporan yang diterima LaporCovid-19 pada 10 Januari 2021, terdapat sebuah keluarga yang harus berkeliling untuk mencari ventilator, karena pihak RS swasta di Jakarta Pusat kehabisan ventilator.

Selain itu, keluarga tersebut juga diminta membeli obat gammaraas dan privigen seharga Rp 229 juta.

Lantas, bagaimana aturan Kemenkes soal pasien Covid-19?

Informasi selengkapnya dapat disimak di berita berikut:

2. Indonesia masuk 20 besar di dunia terkait kasus Covid-19

KOMPAS.com/NURWAHIDAH Sebanyak 2.840 dosis vaksin Covid-19 akhirnya tiba di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Rabu (27/1/2021).

Kasus virus corona di Indonesia tercatat terus mengalami peningkatan, baik dari jumlah kasus, pasien sembuh, maupun yang meninggal dunia.

Hingga Selasa (26/1/2021) pukul 12.00 WIB, kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 13.094. Dengan demikian, jumlahnya saat ini menjadi 1.012.350 orang.

Adapun untuk kasus sembuh juga ada penambahan sebanyak 10.868 orang. Penambahan itu sekaligus menjadikan total pasien yang telah sembuh menjadi 820.356 orang.

Sementara itu, pasien yang meninggal dunia karena infeksi Covid-19 juga ikut bertambah sebanyak 336 orang. Total, jumlah pasien yang meninggal dunia kini menjadi 28.468 orang.

Informasi terkait kasus Covid-19 di Indonesia dapat disimak di berita berikut:

3. Penjelasan BMKG soal Sesar Lembang

Peta Gempa direvisi berdasarkan hasil riset. Sejumlah sesar, seperti sesar Lembang dan patahan Sumatera di Lampung, dinyatakan lebih aktif dari sebelumnya sehingga berpotensi memicu gempa yang lebih besar.KOMPAS Peta Gempa direvisi berdasarkan hasil riset. Sejumlah sesar, seperti sesar Lembang dan patahan Sumatera di Lampung, dinyatakan lebih aktif dari sebelumnya sehingga berpotensi memicu gempa yang lebih besar.

Sesar Lembang baru-baru ini tengah mendapatkan perhatian publik.

Sesar Lembang bahkan masuk dalam daftar pencarian terbanyak di Google pada 26 Januari 2021.

Di media sosial Twitter, warganet juga ramai membahas soal potensi gempa yang akan terjadi di Sesar Lembang.

Lantas apa itu Sesar Lembang? Informasi selengkapnya dapat disimak di berita berikut:

4. Peracik bumbu Indomie Nunuk Nuraini meninggal dunia

Nunuk Nuraini peracik bumbu Indomiescreenshoot Nunuk Nuraini peracik bumbu Indomie

Penemu varian rasa Indomie, Nunuk Nuraini meninggal dunia di usia 59 tahun pada Rabu (27/1/2021) pukul 14.55 WIB.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Kepala Humas Indofood Nurlita Novi Arlaida.

Nunuk diketahui bekerja sebagai peramu rasa divisi mi instan di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk selama hampir 30 tahun.

Berkat racikannya, Indomie menjadi salah satu mi instan favorit masyarakat Indonesia.

Informasi selengkapnya soal Nunuk Nuraini dapat disimak di berita berikut:

5. Hoaks pendaftaran bansos Rp 3,5 juta dari BPJS Kesehatan

Ilustrasi hoaks, hoaxShutterstock Ilustrasi hoaks, hoax

Sebuah informasi terkait adanya bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp 3.550.000 bagi masyarakat yang bekerja di antara 2000 dan 2021 beredar luas di media sosial Facebook.

Informasi tersebut memuat gambar yang di dalamnya terdapat logo Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Salah satu yang mengunggah informasi tersebut adakan akun Amirullah, pada Selasa (26/1/2021).

Benarkah informasi tersebut?

Informasi selengkapnya dapat disimak di berita berikut:

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Infografik: Aturan PPKM Jilid 2

#POPULER #TREN #Aturan #Kemenkes #soal #Klaim #Pasien #Covid19 #Hoaks #Link #Pendaftaran #Bansos #Juta #dari #BPJS #Kesehatan #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts