Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

  • Whatsapp

KOMPAS.com –  Emfisema adalah kondisi paru-paru yang menyebabkan sesak napas.

Pada penderita emfisema, kantung udara di paru-paru (alveoli) mengalami kerusakan.

Seiring waktu, dinding bagian dalam kantung udara melemah dan pecah.

Akibatnya, luas permukaan paru-paru dan jumlah oksigen yang mencapai aliran darah berkurang.

Saat menghembuskan napas, alveoli yang rusak tidak berfungsi dengan baik dan udara lama terperangkap, sehingga tidak ada ruang untuk masuknya udara segar kaya oksigen.

Sebagian besar penderita emfisema juga menderita bronkitis kronis. Bronkitis kronis adalah peradangan pada saluran yang membawa udara ke paru-paru, yang menyebabkan batuk terus-menerus.

Gejala

Gejala utama emfisema meliputi:

  • sesak napas, atau dispnea
  • batuk kronis yang menghasilkan lendir
  • mengi dan suara bersiul atau mencicit saat bernapas
  • sesak di dada.

Gejala ini juga bisa terjadi selama kita melakukan aktivitas fisik. Namun, seiring perkembangan kondisi, hal itu juga bisa terjadi saat kita sedang beristirahat.

Pada tahap selanjutnya, geja;a emfisema juga bisa berkembang menjadi berikut:

  • infeksi paru-paru yang sering dan kambuh
  • gejala yang memburuk, termasuk sesak napas, produksi lendir, dan mengi
  • penurunan berat badan dan nafsu makan berkurang
  • kelelahan dan kehilangan energi
  • bibir berwarna biru atau sianosis karena kekurangan oksigen
  • kecemasan dan depresi
  • gangguan tidur.

Cara mencegah dan mengatasi

Untuk mencegah emfisema, hindari gaya hidup merokok dan menghirup asap rokok orang lain.

#Gejala #Penyebab #dan #Cara #Mengatasinya

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts