Berawal dari Nikel Berakhir Jadi Raja Baterai Listrik

  • Whatsapp
nikel raja baterai listrik
nikel raja baterai listrik

Sudah puluhan tahun “mata” Indonesia tertutup karena peristiwa PT Freeport Indonesia (PTFI) yang dahulu sempat dikuasai pihak asing. Setitik cahaya muncul di tahun 2018 lalu, ketika PT Inalum (Persero) mendapatkan 51 persen saham dari PTFI. Selama masa pengerukan itu pula, pemerintah belum memiliki industri emas dari hulu sampai hilir. Indonesia mampu berbenah diri dari kejadian di masa lalu. Bahlil Lahadalia selaku Kepala BKPM membawa kabar bahwa pemerintah tengah fokus pada pembangunan industri nikel dari hulu sampai hilir yang nantinya dapat menghasilkan baterai kendaraan listrik. Dari nikel tersebut membawa Indonesia menjadi raja baterai listrik di dunia. 

Bahlil menambahkan, pemerintah akan mengatur kepemilikan saham perusahaan nikel dan memastikan saham tersebut akan melibatkan pengusaha di tingkat nasional, pengusaha di daerah, UMKM, dan investor asing.

Read More

“Masalah Freeport sudah cukup menjadi pelajaran berharga bagi kita. Sekarang, sahamnya diatur dengan baik harus melibatkan pengusaha nasional, pengusaha yang ada di daerah, dan harus libatkan UMKM dalam setiap rantai pasok,” ujar Bahlil dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (4/2).

Apakah benar pemerintah sudah membuka lembaran barunya lewat industri nikel yang nantinya menjadikan Indonesia sebagai raja baterai listrik?

Semesta sudah memberikan lampu hijaunya. Dari 23,7 persen cadangan bijih nikel di dunia, ada di Indonesia. Sekitar 80 persen dari total bahan baku baterai dan kendaraan listrik yang meliputi nikel, kobalt, mangan, aluminium, dan lainnya juga ada di negeri ini. 

“Ini momentum tepat bagi Indonesia keluar menjadi pemain yang disegani di dunia dalam konteks untuk persiapan baterai mobil listrik,” tambah Bahlil.

Semula yang dunia tahu hanyalah gunung emas di Papua. Kini, nikel menjadi primadona di dunia. Dan, wilayah di Indonesia dengan cadangan bijih nikel terbesar ada pada Indonesia bagian Timur. 

Bukti bahwa nikel Indonesia menjadi primadona ditandai dengan kehadiran empat perusahaan global kendaraan listrik yang menunjukkan minatnya untuk berinvestasi di dalam negeri. Empat perusahaan tersebut antara lain LG (dengan nilai investasi USD 9,8 miliar), CATL (dengan nilai investasi USD 5,2 miliar), sementara BASF dan Tesla sampai saat ini masih dalam tahap pendekatan. 

“Kalau 4 perusahaan ini masuk, maka ini menjadi kolaborasi yang tepat, mereka kuasai teknologi dan pasar, kita kuasai sumber daya alam,” ujar Bahlil. 

Semoga, nikel menjadi salah satu sarana untuk mencapai kegemilangan Indonesia, seperti tujuh butir harapan Jokowi tentang Indonesia 2085 dimana terdapat dua poin yang menyinggung Indonesia menjadi negara yang mandiri dan negara yang paling berpengaruh di Asia Pasifik dan Indonesia menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia.

Artinya, dari harapan Jokowi tersebut, secara tidak langsung nikel disebutkan menjadi salah satu mineral atau sarana untuk mewujudkan harapan dalam Kapsul Mimpi yang akan dibuka pada tahun 2085 mendatang. Dari nikel, Indonesia akan membuktikan dapat menjadi raja baterai listrik

Related posts