Merengkuh Nikel untuk Masa Depan Indonesia

  • Whatsapp
nikel untuk masa depan indonesia
nikel untuk masa depan indonesia

Jika dahulu kelapa sawit adalah malaikat bagi Indonesia, kini Nusantara menemukan kembali malaikat yang tak kalah berkilaunya. Adalah nikel, mineral yang sering digunakan sebagai bahan campuran untuk baja nirkarat dan bahan baku utama dari baterai lithium-ion untuk electric vehicle (kendaraan listrik). Sebagai negara penghasil dan memiliki cadangan terbesar nikel di dunia, Indonesia tak melewatkan nikel untuk masa depan Indonesia. 

Pasar internasional pun berbondong-bondong merangkul malaikat tersebut untuk hadir di berbagai negara, termasuk Indonesia yang merupakan negara penghasil nikel terbesar di dunia. Upaya Indonesia menggeser minyak sawit dan menggantikannya dengan baterai kendaraan listrik dalam 15-20 tahun mendatang diharapkan terwujud. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa nikel untuk masa depan Indonesia.

Read More

Maka dari itu, pada Agustus 2020 lalu Presiden Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Mobil Listrik guna menggenjot produksi mineral Indonesia khususnya nikel nasional untuk kebutuhan dalam negeri. Harapannya, dengan bahan baku yang lebih murah, baterai buatan Indonesia kelak akan berdaya saing yang tinggi. 

Oleh sebab itu pula, investasi pada industri mineral Indonesia khususnya nikel sedang dibuka lebar. Menurut Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, pemerintah telah menyiapkan paket stimulus bagi pelaku industri untuk berinvestasi, antara lain keringanan pajak.

Menurut Luhut saat ini dana investasi senilai puluhan miliar akan dikucurkan ke kawasan industri Morowali hingga 2024. Termasuk diantaranya pembangunan pabrik baterai senilai USD4 miliar berupa patungan beberapa perusahaan, antara lain Contemporary Amperex Technology Co. LTD (CATL) yang memasok baterai untuk Volkswagen, Mercedes, atau Tesla.

Harapannya, dengan mengalirkan sumber daya alam untuk kebutuhan lokal, industri logam dapat dapat menggerakkan ekonomi Indonesia untuk 10-15 tahun ke depan. Paparan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) meyakini bahwa Indonesia akan mampu memproduksi baterai lithium-ion dengan bahan baku lokal mulai 2024. 

Selain itu, Indonesia sebagai produsen baterai juga dibidik oleh produsen otomotif lain seperti Hyundai dan Mitsubishi sebab lagi-lagi, Indonesia adalah negara penghasil nikel terbesar di dunia. Kelak, baterai yang memiliki kandungan nikel berjumlah tinggi lebih disukai lantaran terbukti lebih stabil, kuat dan tahan lama.

Jadi, sudah siapkah Anda, sebagai warga Indonesia untuk menyambut kehadiran malaikat mineral Indonesia tersebut?  Menyambut dan memberikan kasih sayang, selayaknya orang yang terkasih. Menyambut era nikel untuk masa depan Indonesia. Sebab, tanpa kita sadari, nikel adalah penyelamat kita secara nasional.

Related posts