Retensi Urine: Gejala dan Penyebabnya

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Retensi urine adalah kondisi saat kandung kemih tidak sepenuhnya kosong ketika kencing atau buang air kecil.

Kondisi ini membuat penderitanya terus-menerus ingin buang air kecil.

Seperti diketahui, kandung kemih manusia dirancang sebagai tangki penampungan limbah berupa urine.

Dalam kondisi normal, ketika kandung kemih sudah penuh, tubuh secara alami akan mengeluarkan urine dan kotoran lainnya sampai tuntas.

Retensi urine lebih sering dialami pria ketimbang wanita, terutama memasuki usia lanjut.

Kenali gejala retensi urine dan penyebabnya sebagai berikut.

Dilansir dari Healthline, retensi urine ada yang bersifat kronis atau terjadi berkepanjangan dan retensi urine akut yang muncul secara tiba-tiba.

Gejala retensi urine kronis yakni buang air kecil rasanya tidak tuntas karena kandung kemih belum kosong. Beberapa tandanya yakni:

  • Kencing lebih dari delapan kali sehari
  • Susah kencing
  • Aliran urine tidak deras atau pampat
  • Masih ingin kencing setelah selesai kencing
  • Urine rembes atau susah menahan diri untuk tidak mengompol
  • Panggul atau perut bagian bawah terasa mengganjal

Sedangkan gejala retensi urine akut yakni ingin sering kencing tapi urine tidak bisa keluar.

Kondisi ini bisa membuat sakit perut dan rasa tidak nyaman di perut bagian bawah.

#Retensi #Urine #Gejala #dan #Penyebabnya

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts