[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Kuota Gratis Kemendikbud Cair | Archi dan Arcil, Film Animasi Arkeologi | Nyepi di Bali sebagai Minoritas | Mitos “Anak Rambut Gembel” Halaman all

  • Whatsapp

KOMPASIANA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menyalurkan bantuan kuota gratis, Kamis (11/3/2021) kemarin.

Read More

Pada tingkat PAUD, Kemendikbud menyalurkan kuota sebesar 7 GB, SD hingga menengah atas 10 GB, para Guru 12 GB, dan 15 GB untuk mahasiswa dan dosen.

Nominal bantuan kali ini memang tak lebih besar dari bantuan sebelumnya, namun kuota yang diberikan adalah kuota umum. Sehingga penerima kuota bisa mengakses seluruh laman dan aplikasi, termasuk Youtube.

Selain kabar cairnya kuota gratis dari Kemendikbud, masih ada konten menarik dan populer lainnya pada kategori Humaniora di Kompasiana. Berikut konten-kontennya:

1. Kuota Gratis Cair, Bisa Akses Youtube tapi TikTok Tidak!

Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa selama setahun menerapkan PJJ diikuti kebutuhan kuota yang cukup besar.

Beruntung, Kompasianer Yupiter Gulo, yang berprofesi sebagai dosen turut menerima kuota gratis ini sejak semester yang lalu.

Menurut pengakuannya bantuan kuota gratis sangatlah bermanfaat lantaran kuota yang didapat sangat besar. hingga 50 GB per bulan.

Namun, untuk semester ini jumlahnya lebih sedikit, 15 GB per bulan.

Meski begitu, menurut pengalamannya, akses yang diberikan kuota ini lebih luas dan umum, termasuk mengakses Youtube.

“Tetapi tertutup akses untuk media sosial semacam TikTok, Instagram, Facebook, dan Twitter. Juga tidak boleh mengakses laman yang sudah ditutup oleh Komifo,” tulis Kompasianer Yupiter Gulo. (Baca selengkapnya)

2. Archi dan Arcil, Film Animasi Arkeologi yang Mencerdaskan

Baru-baru ini Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) dan beberapa Balai Arkeologi (Balar) di Indonesia meluncurkan film animasi bertemakan arkeologi.

Film Animasi ini menampilkan berbagai karakter tokoh. Salah satunya, Archi sebagai sosok gadis belia arkeolog yang cerdas, serba ingin tahu, dan lincah.

Serial ini menggambarkan serunya menjadi arkeolog, berpetualang ke seluruh pelosok negeri sembari mengungkap kehidupan masa lampau.

Archi dalam film animasi ini juga menjelaskan mengapa kehidupan masa lampau itu penting diungkapkan. (Baca selengkapnya)

3. Nyepi di Bali sebagai Masyarakat Minoritas, Pengalaman Luar Biasa

Bagi masyarakat pendatang atau minoritas tentu merayakan Nyepi di Bali memiliki tantangan dan kisah sendiri, sebagaimana yang dialami Kompasianer Indra Mahardika.

Saat sore hari, dicertakannya, sehari sebelum Nyepi, ia sudah bersiap untuk membantu sang nenek melakukan proses Pengerupukan.

Tugasnya sederhana, membawa kentongan dan membunyikannya secara keras dengan mengelilingi pekarangan rumah dan merajan (pura keluarga).

Saat kecil tugas ini sangat menyenangkan karena mengelilingi rumah dengan membawa kentongan seakan suasana menjadi riuh.

“Saya sempat bertanya pada nenek mengapa melakukan proses Pengerupukan. Nenek mengatakan, ini bertujuan untuk mengusir roh jahat (Bhuta Kala) yang ada di sekitar rumah,” tulis Kompasianer Kompasianer Indra Mahardika.

Masih menurut ceritanya, seusai Pengerupukan maka segeralah dimulai acara akbar sebelum penyepian yaitu pengarakan Ogoh-Ogoh. (Baca selengkapnya)

4. Mitos “Anak Rambut Gembel” Bertahan di Tengah Modernisasi

Bersama dengan mitos-mitos yang lain, mitos “anak rambut gembel” berkembang di wilayah Kabupaten Wonosobo dan sekitarnya (khususnya di dataran tinggi Dieng). Mitos ini masih tumbuh dan berkembang sampai sekarang.

Menurut Kompasianer Cipto Lelono, Mitos “anak rambut gembel” sudah berjalan turun temurun dalam waktu yang sangat panjang.

“Dan sudah mengkristal menjadi sistem religi yang sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat. Maka, di tengah modernitas yang terus berjalan, fenomena tersebut akan tetap bertahan. Walaupun populasinya makin berkurang dari waktu ke waktu,” tulis Kompasianer Cipto Lelono.

Musababnya, “anak rambut gembel” di dalam keluarga kerap dianggap sebagai “berkah”. Kondisi demikian berkaitan dengan dengan eksistensi nenek moyang yang hadir di tengah keluarganya. (Baca selengkapnya) (IBS)

#TREN #HUMANIORA #KOMPASIANA #Kuota #Gratis #Kemendikbud #Cair #Archi #dan #Arcil #Film #Animasi #Arkeologi #Nyepi #Bali #sebagai #Minoritas #Mitos #Anak #Rambut #Gembel #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts