Update: 1,4 Juta Kasus Covid-19 dan Penularan Mutasi Virus Corona yang Harus Diwaspadai Halaman all

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah masih terus mencatat adanya penambahan kasus harian Covid-19. Pada saat yang sama, mutasi baru virus corona dikabarkan telah masuk ke Indonesia. 

Read More

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, terdapat penambahan 4.607 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir, Sabtu (13/3/2021). Penambahan itu mengakibatkan akumulasi pasien Covid-19 mencapai 1.414.741 orang sejak diumumkan pertama kali pada 2 Maret 2020.

Lima provinsi dengan kasus penularan virus corona tertinggi adalah DKI Jakarta (1.304 kasus baru, Jawa Barat (925 kasus baru), Jawa Timur (346 kasus baru), Kalimantan Timur (264 kasus baru) dan Banten (246 kasus baru).

Dari data yang sama, jumlah pasien sembuh juga mengalami penambahan 6.016 orang. Sehingga, total pasien sembuh mencapai 1.237.470 orang.

Namun demikian, pemerintah juga mencatat adanya penambahan 100 pasien yang tutup usia. Sehingga angka kematian akibat Covid-19 di Tanah Air mencapai 38.329 orang hingga kini.

Berdasarkan data tersebut, saat ini terdapat 138.942 orang yang tercatat sebagai kasus aktif.

Kasus aktif adalah pasien yang masih terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani perawatan di rumah sakit maupun yang menjalani isolasi mandiri.

Selain itu pemerintah juga mencatat terdapat 61.203 orang yang berstatus suspek.

Waspada penularan varian baru

Hingga saat ini pemerintah mengumumkan adanya dua mutasi baru virus corona, yakni B.1.1.7 yang berasal Inggris, dan N439K dari Skotlandia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, varian corona N439K sudah terdeteksi di Indonesia sejak November 2020.

Meski demikian, Nadia mengaku, belum mengetahui jumlah pasti kasus mutasi virus corona N439K di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun juga masih mengkaji mutasi virus ini.

“Temuan itu baru pada tahap laboratorium nan masih perlu dikaji lebih lanjut,” terangnya dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu.

Selain varian N439K, pemerintah sebelumnya juga mengkonfirmasi penyebaran varian B.1.1.7 di Tanah Air.

Kemenkes mengumumkan, hingga kini, terdapat 6 kasus infeksi Covid-19 varian B.1.1.7. Penyebaran ini terjadi di lima provinsi yakni Jawa Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Namun demikian Nadia mengatakan bahwa semua pasien yang terkena infeksi Covid-19 varian B.1.1.7 semua sudah dinyatakan sembuh, serta tidak menunjukan gejala berat hingga memerlukan penanganan di ruang ICU rumah sakit.

“Semuanya mengalami gejala ringan dan sedang, dan hanya melakukan isolasi terpusat, di tempat-tempat isolasi. Ada yang dirawat di rumah sakit dengan kondisi ringan sedang, tidak ada kondisi yang cenderung berat bahkan membutuhkan perawatan ICU,” ungkap Nadia dalam konferensi pers virtual Kementerian Kesehatan, Senin (8/2/2021) awal pekan lalu.

Disiplin protokol kesehatan

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menghimbau masyarakat tidak khawatir dengan ditemukannya mutasi baru virus corona di Indonesia.

Jokowi meminta masyarakat tetap tenang karena pasien Covid-19 varian B.1.1.7 dinyatakan sembuh. Namun demikian, ia meminta masyarakat tetap disiplin melakukan protokol kesehatan.

“Mari kita tetap berdisiplin menjalankan protokol kesehatan dengan ketat seiring dengan pelaksanaan vaksinasi yang semakin cepat,” kata Jokowi dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3/2021).

Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan untuk mencegah penularan strain baru Covid-19 tidak cukup hanya dengan program vaksinasi.

Menurut Dicky masyarakat harus terus disiplin menjalankan protokol kesehatan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan atau keramaian serta membatasi mobilitas dan interaksi.

Selain itu, lanjut Dicky pemerintah juga harus lebih menggencarkan upaya 3T yakni testing, tracing (penelusuran), dan treatment (pengobatan).

#Update #Juta #Kasus #Covid19 #dan #Penularan #Mutasi #Virus #Corona #yang #Harus #Diwaspadai #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts