Bisnis Dropship Bisa Raup Laba hingga 30 Persen, Simak Tips Jadi Dropshipper

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Memulai bisnis ternyata tak melulu perlu modal yang besar, bisa dengan modal yang kecil bahkan tanpa modal sekali pun. Hal itu sangat mungkin bila model bisnis yang dilakukan adalah dropship.

Read More

Dropship merupakan sistem penjualan di mana penjual atau dropshipper hanya perlu memasarkan dan menjual barang milik pihak lain tanpa perlu membelinya terlebih dahulu atau menyetok barang.

Konsep bisnis dropship yakni menghubungkan produsen atau pemasok dengan pembeli. Kemudian barang bisa dikirim langsung dari pemasoknya ke pembeli atas nama toko dropshipper.

Lewat bisnis ini, dropshipper bisa melakukan bisnis di mana pun asalkan memiliki koneksi jaringan internet, tanpa pusing dengan modal besar ataupun tempat penyimpanan barang.

Hal ini pula yang dilakukan oleh Hani Permata, pengusaha yang bergerak di model bisnis droppship dan reseller. Ia memulai bisnis di 2019 tanpa modal dengan menjadi dropshipper.

Pada tahun itu, Hani yang baru lulus dari sebuah sekolah tinggi penerbangan ingin memiliki bisnis, namun terpentok dengan keterbatasan modal. Ia pun melihat ada peluang besar di bisnis dropship.

“Saya punya ide dan membaca peluang untuk jadi dropshipper saja, karena kayaknya enggak perlu modal banyak. Maka pada 2019 itu memutuskan jadi dropshipper,” ujarnya dalam acara BRI UMKM Virtual Mart 2021, Sabtu (27/3/2021).

Hani bercerita, bisnis dropship-nya dimulai dengan menjual jenis blender yang kerap ia digunakan, karena banyak orang di lingkungan sekitarnya tertarik dengan produk itu.

Sistem awal penjualannya pun pre order (PO), yakni pelanggan memesan dan menyetor sejumlah uang terlebih dahulu di awal. Ini membantunya memperkecil modal.

“Jadi aku dari nol, pakai sistem PO, mereka bayar ke aku dulu, baru aku bayar ke distributor,” katanya.

Lambat laun, ia terus menambah jenis produknya hingga menjadi penjual perlengkapan rumah tangga dan barang kekinian dengan toko online bernama Belanja.in.co, yang pemasarannya melalui media sosial (medsos) dan e-commerce.

Dalam meningkatkan penjualan, Hani bilang, penting untuk membangun kepercayaan (trust) pelanggan, terutama yang melakukan pemesanan lewat medsos.

Oleh sebab itu, ia selalu mendorong teman hingga pelanggan yang menggunakan produknya untuk melakukan review. Kemudian review produk itu di-posting ke akun toko online-nya.

Selain itu, ia juga selalu melakukan observasi sebelum menjual suatu produk. Hal itu dilakukan dengan mengunjungi langsung toko pemasok atau membeli produk tersebut untuk memastikan kualitasnya.

“Karena bagaimana pun aku jualan atas nama aku, jadi aku cek dulu barangnya, rasain sendiri. Kita kan harus tanggung jawab sama apa yang kita jual,” ungkap Hani.

Setelah berhasil menjadi dropshipper, Hani pun memperluas bisnis dengan menjadi pula reseller.

Model bisnis ini cukup beda dengan dropship, sebab reseller biasanya harus mengeluarkan modal untuk membeli stok barang dari pemasok untuk kemudian dijual kembali.

Dia mulai menyetok produk-produk yang pecah belah dan mudah patah di rumahnya. Hal ini dilakukan untuk dirinya bisa memastikan langsung keamanan barang yang rentan itu saat dikirim ke pelanggan.

Hani mengatakan, sekalipun sebagai dropshipper, penting untuk tetap menganalisasi pasar, mencari tahu apa yang paling diminati oleh masyarakat. Selain itu, memperkaya toko online-nya dengan foto-foto yang original.

Artinya, meski produk yang dijual beragam dan dari banyak pemasok, ia memfoto sendiri produk-produk itu untuk menjadi konten dalam toko online-nya. Sehingga semakin meningkatkan kepercayaan pembeli.

“Jadi aku bikin foto katalog atau produk, dimulai dari aku yang jadi modelnya. Aku tetap bikin konten yang original walaupun barangnya ambil dari orang lain,” ungkap dia.

Tips Jadi Dropshipper Ala Hani

Belajar dari perjalanannya melakukan bisnis, Hani menekankan pentingnya konsistensi dalam mengerjakan bisnis. Ia bilang, seringkali ada hal yang membuat semangat berbisnis kendur.

Seperti adanya pelanggan yang tiba-tiba melakukan review produk dengan buruk. Namun hal itu, perlu dijadikan masukan untuk menambah semangat dalam berbisnis.

Selain itu, penting untuk melihat perkembangan tren yang terjadi di masyarakat untuk akhirnya bisa mendorong kita terus berinovasi dalam berbisnis.

“Karena kalau enggak ikutin tren, kita akan tertinggal, sedangkan saingan yang menjual produk seperti kta itu ada banyak,” kata Hani.

Hal penting lainnya adalah memastikan mengambil keuntungan atau margin profit berkisar 10-30 persen. Sebab, seiring dengan perkembangan bisnis diperlukan modal yang cukup untuk memasang iklan di sejumlah platform.

Meski demikian, perlu diingat, sebagai dropshipper yang menjual produk-produk yang umum di pasaran, penting untuk tidak terlalu besar mengambil keuntungan guna memastikan tak kalah bersaing dengan toko online lainnya.

Di sisi lain, dropshipper bisa juga menarik pelanggan dengan memberikan bonus, promo, ataupun cashback. Contohnya, bisa menyelipkan bonus barang saat pengiriman produk yang dibeli pelanggan.

Dia bilang, hal ini berguna untuk meningkatkan kepuasaan pembeli atau customer satisfaction, sehingga diharapkan bisa menjadi pelanggan yang setia.

“Kasih hadiah-hadiah kecil saja itu bisa tambah nilai customer satisfaction, pembeli akan senang. Karena kan jualan itu bukan hanya soal untuk tapi juga kepuasan, mengenai kualitas,” kata Hani.

#Bisnis #Dropship #Bisa #Raup #Laba #hingga #Persen #Simak #Tips #Jadi #Dropshipper #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts