Belajar dari Kesuksesan Pemilik Toko Produk Lokal Kualitas Global yang Ada di e-Commerce

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Pada era digital seperti sekarang ini, berjualan bukanlah hal sulit. Terlebih, Anda tak lagi memerlukan toko untuk menggelar barang dagangan. Cukup memiliki ponsel, paket data, dan barang yang ingin dijual, Anda sudah bisa menjalankan usaha. Caranya dengan memanfaatkan platform e-commerce sebagai pengganti lapak berjualan.

Read More

Meski demikian, bukan berarti usaha yang dijalankan lantas berjalan lancar. Agar usaha berkembang dan barang dagangan laku di pasaran, Anda memerlukan strategi.

Hal itu yang dilakukan oleh tiga seller yang berjualan pada platform e-commerce Shopee. Meski barang dagangan yang mereka pasarkan merupakan produk lokal, kualitasnya bisa diadu. Bahkan, mereka juga siap go global.

Nah, untuk mengenyam kesuksesan, ketiganya punya tujuan dan rencana dalam menjalankan strategi bisnisnya. Kisah sukses dan strategi di balik usahanya, bisa dilihat dari ulasan berikut.

1. Manamiproject.id

Manamiprojects.id memasarkan produk dekorasi rumah pada platform Shopee sejak Februari 2020. Meskipun usia bisnisnya belum terlalu lama, mereka berhasil menjual ribuan produk. Hal ini bisa dilihat lewat produk terjual yang tertera pada akun toko Manamiproject di e-commerce tersebut.

Dilansir dari tulisan yang diunggah lewat laman Inspirasi Shopee, Rabu (13/1/2021), owner manamiproject.id Annisa Aulia Akbar buka-bukaan mengenai strateginya menggaet hati para pembeli.

“Saya melihat banyak teman-teman yang baru menikah dan punya rumah sering posting dekorasi rumah mereka. Ini yang kami lihat menjadi peluang bisnis,” ujarnya.

Lantas, ia mulai menjual produk-produk dekorasi rumah, mulai dari candle holder, placemat, karpet, bunga kering, hingga wall hanging.

Saat menjalankan bisnis, Annisa juga mengajak suaminya untuk ikut terjun memproduksi candle holder. Saat ini, produk itu menjadi andalan Manamiproject.id.

Mengenai strategi pemasarannya, Annisa mengaku ikut program Bimbel Shopee, yaitu online workshop bagi usaha kecil mengengah (UKM) Indonesia yang ingin meningkatkan penjualan di Shopee. Ilmu dari workshop itu yang kemudian ia aplikasikan.

Pertama, ia mencari tahu jenis kebutuhan dekorasi yang sedang tren agar produknya selalu up-to-date dan dapat menjawab kebutuhan pembeli. Lalu, memberikan voucher produk khusus bagi pelanggan yang sudah belanja agar melakukan repurchase.

Ketiga, memakai beberapa fasilitas pemasaran yang ada dalam aplikasi untuk menggaet calon pelanggan, yakni Naikkan Produk, Promo Toko atau Harga Coret, Voucher Ikuti Toko, dan daftar program Gratis Ongkir Xtra.

Annisa juga mengaku, ia rutin update info toko atau produk di media sosial agar calon pembeli mendapatkan informasi sejelas-jelasnya.

“Saya sering update di media sosial karena selama pandemi banyak orang lebih sering di rumah, lebih sering pegang HP dan main media sosial,” tambahnya.

Maka, untuk menggaet calon pembeli, ia rajin posting di Instagram Story agar orang tertarik, dan melihat profil toko.

“Kalau sudah lihat profil toko, mereka akan tertarik untuk beli. Nah, kami arahkan mereka untuk belanja di Shopee,” jelasmya.

Tak jarang ia juga menghadapi beragam kendala. Namun, hal itu dinikmatinya sebagai bagian dari proses.

“Jangan pernah lelah buat belajar. Bila melihat pengusaha yang lebih sukses, jangan melihat pada posisi itu (sudah suksesnya) saja, tapi lihat juga proses untuk mencapai sukses itu. Nikmati setiap proses yang berjalan,” sambungnya.

Kedua adalah produk rajut milik Eka Rahmat Jaya yang dipasarkan lewat toko Gallery Rajut Bandung. Melanjutkan bisnis keluarga, Eka mulai memasarkan produk-produk fesyen dengan bahan rajut.

Shopee Indonesia Salah satu penjual berstatus Star Seller pada platform Shopee.

Berbisnis lewat e-commerce sebetulnya adalah hal baru bagi Eka. Sebab, sebelumnya, bisnis orangtuanya yang telah lama dibangun dijalankan secara konvensional.

Sama dengan Annisa, ia mengikuti Bimbel Shopee selama dua bulan agar bisa belajar memaksimalkan bisnis online yang dijalaninya. Tak disangka, bisnis yang digelutinya itu “pecah telor”.

Tak main-main, ia berhasil meraup omzet mencapai Rp 250 juta per bulan. Saat ini, akun tokonya juga sudah berstatus Star Seller.

Orderan yang masuk saat ini sudah mencapai 50-100 pesanan per hari. Eka pun menampik kesuksesannya. Ia memaparkan, triknya adalah optimalisasi fitur dalam aplikasi Shopee.

Adapun cara yang dipakai Anissa juga diterapkanh Eka. Bahkan, ia juga berinisiatif untuk memposting produk yang ia jual di Shopee Feed dan Shopee Story serta juga melakukan live streaming di Shopee Live untuk berinteraksi dengan calon pembeli tiap minggu.

“Sesekali, sertakan giveaway berhadiah produk tokomu untuk tingkatkan minat pembeli serta memperluas brand awareness,” tambahnya.

Adapun kualitas produk juga selalu jadi perhatiannya. Ia mengaku, keberhasilan Toko Gallery Rajut Bandung tidak lepas dari peran warga lokal Binong Jati yang terlibat pada seluruh proses bisnis yang dijalankannya.

Saat ini, usaha yang digeluti Eka sudah tergabung dengan 400 pengrajin dari komunitas pengrajin rajut Binong Jati.

Eka berharap, UMKM bisa terus berkembang dan didukung, baik oleh masyarakat maupun pemerintah.

“Harapan kami, UMKM bisa naik kelas, berkesempatan ekspor, dan bisa mengembangkan bisnis di marketplace. Terlebih lagi dalam proses pengembangan produk, pelaku UMKM membutuhkan mentor dan investor. Semoga bisa terwujud,” harap Eka.

3. Tuguaksesoris

Akun toko Tuguaksesoris Jogja memasarkan beragam souvenir yang bisa dibuat custom. Toko ini merupakan salah satu seller sukses andalan Shopee.

Pemiliknya, Yudhi Firdaus mengatakan bahwa bisnisnya sudah dilakukan sejak 2012. Namun, ia baru bergabung dengan Shopee pada 2018.

Salah satu penjual berstatus Star Seller, Yudhy Firdaus di platform Shopee.Dok Shopee Indonesia Salah satu penjual berstatus Star Seller, Yudhy Firdaus di platform Shopee.

Saat ini, Tuguaksesoris sudah berstatus Star Seller dan pernah mencatatkan rekor pesanan mencapai 300 produk. Adapun produk yang dipesan konsumen adalah pembatas buku wayang.

Meskipun mengaku terhadang sejumlah kendala, seperti pemesanan produk yang terlalu sedikit sementara biaya untuk membuat kemasannya lebih mahal, Yudhy mengaku tidak menyerah.

Tak hanya itu, ia juga kerap menemui masalah pembeli yang menerima barang cacat sehingga minta refund.

Untuk menyiasatinya, ia biasanya mencantumkan informasi pemesanan minimal dalam deskripsi toko. Sedangkan untuk refund, ia mengaku menerima permintaan pengembalian. Sebab, menurutnya itu adalah bentuk tanggung jawab dan risiko bisnisnya.

“Menurut saya, komplain pembeli berguna untuk memaksimalkan berbagai aspek penjualan, termasuk kualitas produk dan packaging agar bisa aman sampai ke pembeli,” ujar Yudhi.

Beberapa strategi penjualan di masa pandemi pun dipaparkan oleh Yudhy. Menurutnya, penjualan produk tak akan terpengaruh apabila tahu target market-nya.

Selama pelaku bisnis tahu dan paham siapa target market mereka, maka proses promosi produk lebih mudah dan penjualan akan stabil bahkan meningkat karena sudah ada pasarnya.

“Jualan itu mudah, asal tau target market-nya, semangat ya guys!”, ujar Yudhi.

Kata Yudhy, setelah mengetahui segmen pasar, pebisnis akan lebih mudah mengembangkan bisnisnya. Yudhy bahkan telah berencana memasarkan produknya ke mancanegara.

Yudhi berharap, Shopee bisa memberikan kesempatan untuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar mendapatkan kesempatan untuk ekspor produk lokal ke luar negeri.

Yudhi juga berharap pemerintah memberikan dukungan penuh untuk mendistribusikan produk lokal agar bisa go international.

Kalau untuk pemasarannya saat ini, sama seperti dengan Annisa dan Eka, Yudhy juga memanfaatkan fitur yang ada pada aplikasi Shopee.

Setidaknya, dua fitur promosi Shopee, Iklan Kata Kunci dan Harga Coret kerap ia jadikan strategi dalam memasarkan produknya.

Nah, itulah tadi tiga cerita sukses dan strategi mereka dalam menjalankan bisnisnya. Jika Anda terinspirasi dan ingin memulai usaha, sekaranglah saatnya.

Sebagai informasi, Shopee membuat program Kampus Shopee untuk para seller inspiratif yang ingin berbagi cerita.

Mulai dari kisah sukses penjual, informasi tentang fitur promosi, hingga berbagai tips untuk meningkatkan penjualan bisa Anda dapatkan dengan follow Instagram Kampus Shopee, join ke Facebook Group Kampus Shopee, follow akun Kampus Shopee di Shopee Feed, dan subscribe YouTube Channel Kampus Shopee. Sampai bertemu di kisah inspiratif selanjutnya.

 


#Belajar #dari #Kesuksesan #Pemilik #Toko #Produk #Lokal #Kualitas #Global #yang #Ada #eCommerce #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts