Sepekan, Transaksi Harian Pasar Modal Naik 2,63 Persen

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam sepekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 0,26 persen di level 6.086,25, dibanding pekan lalu 6.070,2.

Demikian juga dengan rata-rata nilai transaksi harian bursa yang naik 2,63 persen menjadi Rp 9,76 triliun, sementara pekan lalu Rp 9,5 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono mengatakan, mengawali pekan pertama bulan Ramadan 1442 H atau selama periode 12-16 April 2021, data Pasar Modal Indonesia menunjukkan pergerakan yang positif.

“Kapitalisasi pasar turut meningkat 0,44 persen selama sepekan menjadi Rp 7.205,771 triliun dari Rp 7.174,001 triliun pada penutupan sepekan yang lalu,” jelas Yulianto dalam siaran pers, Jumat (16/4/2021).

Namun, bursa mencatat penurunan pada rata-rata volume transaksi harian, yakni sebesar 1,31 persen menjadi 15,699 miliar saham

Sementara pekan lalu 15,907 miliar saham.

Rata-rata frekuensi harian Bursa selama sepekan juga turun 2,13 persen menjadi 1,02 juta kali transaksi, dibanding pekan lalu 1,04 juta kali transaksi.

Investor asing pada akhir perdagangan mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 296,97 miliar.

Sedangkan sepanjang tahun 2021, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 9,737 triliun.

Empat obligasi, dua saham dan satu sukuk resmi tercatat pekan ini.

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tower Bersama Infrastructure Tahap IV Tahun 2021 dengan nilai nominal sebesar Rp 970 miliar.

Pencatatan saham perdana pekan ini, yakni oleh PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) sebagai Perusahaan Tercatat ke-14 di BEI pada tahun 2021.

TAPG bergerak pada sektor Consumer NonCyclicals dengan sub sektor Food & Beverages, dan fokus pada industri Agricultural Products dengan sub industri Plantations & Crops.

PT Nusa Palapa Gemilang Tbk. (NPGF) juga melakukan pencatatan perdana saham di Papan Utama BEI, dan menjadi Perusahaan Tercatat ke-15 di BEI pada tahun 2021.

NPGF bergerak pada sektor dan sub sektor Basic Materials, dan fokus menggarap industri Chemicals dengan sub industri Agricultural Chemicals.

Selanjutnya, pekan ini Obligasi Berkelanjutan I diterbitkan oleh PT Integra Indocabinet Tbk Tahun 2021 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 dengan nominal sebesar Rp 450 miliar.

Sementara untuk Sukuk dicatatkan sejumlah Rp 150 miliar.

Kemudian, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk juga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap III Tahun 2021 yang resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp 1 triliun.

Berikutnya, PT Astra Sedaya Finance juga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Astra Sedaya Finance Tahap II Tahun 2021 dengan dana sebesar Rp 2,5 triliun.

Total emisi obligasi dan dukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 26 Emisi dari 20 Emiten senilai Rp 29,70 triliun.

Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 479 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 435,16 triliun dan 47,5 juta dollar AS, diterbitkan oleh 128 emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 144 seri dengan nilai nominal Rp 4.179,77 triliun dan 400 juta dollar AS.

Sementara untuk Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp 6,89 triliun.

#Sepekan #Transaksi #Harian #Pasar #Modal #Naik #Persen #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts