Simak, Berikut Orang-orang yang Diwajibkan Puasa Saat Bulan Ramadhan

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Ramadhan 1442 Hijriah pada Selasa, 13 April 2021.

Read More

Penentuan awal Ramadhan tersebut berdasarkan pada sidang Isbat Senin (12/4/2021).

Bulan Ramadhan merupakan waktu yang ditunggu-tunggu bagi umat Islam di manapun berada.

Sebab amalan ibadah di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya lebih banyak dibandingkan bulan selain Ramadhan.

Selama bulan Ramadhan, diwajibkan berpuasa dengan tidak makan dan minum sesudah sahur hingga berbuka.

Lantas, siapa saja orang-orang yang wajib untuk melaksanakan puasa saat bulan Ramadhan?

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Cholil Nafis menjelaskan, ada beberapa syarat di mana seseorang diwajibkan untuk berpuasa Ramadhan.

“Orang yang wajib puasa itu adalah orang muslim yang beriman kepada Allah dan Rasul-nya, sudah akhir baligh, sudah berakal di atas umur 9 tahun, akalnya normal, dan mampu melaksanakan,” kata Cholil saat dihubungi Kompas.com, Rabu (21/4/2021).

Sebaliknya, sejumlah orang dengan beberapa kondisi seperti ini juga boleh untuk tidak berpuasa, di antaranya seperti:

  • Haid
  • Nifas
  • Hamil dan menyusui
  • Orang sakit, dan
  • Orang dalam perjalanan.

“Orang yang dalam perjalanan itu juga boleh untuk tidak berpuasa, bisa disebut perjalanan itu ya minimal 100 kilometer,” ujar Cholil.

Lima syarat

Dilansir dari laman Instagram Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, @bimasislam, dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Al-Zuhaili menyebutkan lima syarat orang wajib puasa Ramadhan.

1. Orang Islam

Perintah puasa Ramadhan hanya tertuju pada orang-orang Islam, sementara orang-orang yang beragama selain Islam tidak terkena aturan wajib melaksanakan puasa Ramadhan.

2. Orang yang sudah baligh

Oleh karena itu, anak kecil meskipun beragama Islam tidak wajib melakukan puasa Ramadhan karena ia masih belum baligh.

Dalam kitab-kitab fikih, baligh biasanya diartikan sebagai batasan seseorang mulai dibebani kewajiban-kewajiban syariat, seperti shalat, puasa dan lainnya.

Secara umum, batasan baligh bagi laki-laki adalah jika sudah mengalami mimpi basah. Sedangkan bagi perempuan adalah jika ia telah mengeluarkan darah haid.

Namun, jika laki-laki dan perempuan tersebut belum mengalami mimpi basah atau haid, maka batas balighnya adalah umur lima belas tahun.

3. Orang yang berakal

Orang yang tidak memiliki akal dan kesadaran penuh, seperti orang dalam gangguan jiwa (ODGJ), orang mabuk dan orang ayan selama seharian penuh tidak wajib melakukan puasa Ramadhan.

Meski orang mabuk dan orang ayan tidak wajib puasa Ramadhan, namun mereka memiliki kewajiban mengqada puasa yang ditinggalkan selama mereka mengalami ayan dan mabuk.

4. Orang yang menetap atau ikamah

Orang yang menetap atau tidak sedang bepergian dengan jarak bisa qasar shalat, dia wajib puasa Ramadhan.

Sebaliknya, orang yang bepergian dengan jarak sampai bisa qasar salat, maka dia tidak wajib puasa Ramadhan.

Meski orang yang sedang bepergian tidak wajib puasa, namun jika dia berpuasa maka puasanya dinilai sah.

Sebaliknya, jika dia tidak berpuasa, maka dia tidak berdosa hanya saja dia wajib mengqadha puasa yang ditinggalkannya.

5. Orang yang mampu berpuasa atau sehat

Orang yang sehat dan mampu diwajibkan puasa Ramadan. Sedangkan orang yang sakit dan tidak mampu berpuasa tidak wajib berpuasa.

Orang yang sakit atau tidak mampu karena sudah tua, mereka tidak wajib puasa namun mereka wajib mengqadanya atau membayar fidiah.


#Simak #Berikut #Orangorang #yang #Diwajibkan #Puasa #Saat #Bulan #Ramadhan #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts