Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Cara Mencegah

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Escherichia coli (E. coli) adalah sejenis bakteri yang biasanya hidup di usus manusia dan hewan. Bakteri ini pada umumnya tidak berbahaya.

Namun, ada beberapa jenis E. coli, khususnya E. coli O157:H7 yang dapat menyebabkan infeksi usus.

E. coli O157:H7 dan strain lain yang menyebabkan penyakit saluran pencernaan dapat disebut sebagaiĀ E. coli penghasil racun Shiga (STEC) setelah toksin yang mereka hasilkan.


Gejala infeksi E. coli

Gejala infeksi saluran pencernaan biasanya dimulai antara 1 dan 10 hari setelah seseorang terinfeksi E. coli. Rentang waktu ini dikenal sebagai masa inkubasi.

Begitu gejala muncul, biasanya berlangsung sekitar 5 hingga 10 hari.

Gejala infeksi E. coli bisa meliputi:

  • Kram perut
  • Diare berair mendadak dan parah yang bisa berubah menjadi tinja berdarah
  • Perut kembung
  • Kehilangan nafsu makan atau mual
  • Muntah (jarang terjadi)
  • Kelelahan
  • Demam

Gejala dapat berlangsung dari beberapa hari hingga lebih dari seminggu.

Sedangkan, gejala infeksi E. coli yang parah mungkin termasuk:

  • Urine berdarah
  • Penurunan keluaran urine
  • Kulit pucat
  • Memar yang tidak bisa dijelaskan
  • Dehidrasi

Jika mengalami beragam gejala infeksi E. coli parah ini, siapa saja sebaiknya segera menemui dokter.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, sekitar 5-10 persen orang yang terinfeksi bakteri E. coli bisa mengembangkan sindrom uremik hemolitik (HUS), yakni suatu kondisi di mana sel darah merah menjadi rusak.

#Gejala #Penyebab #Cara #Mengobati #dan #Cara #Mencegah

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts