Bahlil Lahadalia, Mantan Sopir Angkot yang Bakal Bawa 3 Investasi Baru ke Indonesia

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden RI Joko Widodo membentuk Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi Kementerian Investasi. Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia kemudian dilantik menjadi Menteri Investasi.

Read More

Bahlil dilantik bersama Nadiem Makarim di Istana Negara pada Rabu sore, (28/4/2021). Bahlil dipercaya mengurus investasi karena memiliki latar belakang seorang pengusaha dan menggeluti beberapa usaha sekaligus.

Pria kelahiran Maluku Tengah ini meniti karir dari nol. Siapa sangka, dia pernah menjadi sopir angkot saat bersekolah di tingkat menengah atas dan menjadi pedagang kue.

 

Setelah dilantik menjadi menteri, Bahlil lantas bekerja mengikuti arahan presiden. Dia mengaku akan bersungguh-sungguh mendatangkan investasi, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).

Tujuannya satu, yakni menumbuhkan ekonomi Indonesia dan lapangan pekerjaan baru bagi tenaga kerja. Menumbuhkan investasi baginya sama saja dengan menumbuhkan ekonomi, menumbuhkan lapangan pekerjaan, serta menumbuhkan peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business/EoDB).

Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta Bahlil untuk mengurus semua pengusaha tanpa pandang bulu. Pengusaha besar maupun pengusaha kecil, pengusaha nasional maupun pengusaha asing, harus dilayani sesuai dengan aturan yang berlaku.

Hadirnya Kementerian Investasi diharapkan menambah investor percaya diri, karena investasinya telah diatur di tingkat kementerian. Tugas kementerian ini adalah menggabungkan investasi prioritas dari kementerian teknis terkait, hingga menyusun target investasi pada tahun 2022 dan seterusnya.

 

“Ini akan menjadikan fokus poin di mana kami mengurus investasi bukan hanya di dalam negeri, tapi di luar, tidak hanya di pusat, tapi di daerah. Dan tidak hanya (investasi) yang besar, tapi yang kecil. Supaya bisa menciptakan transformasi ekonomi,” sebut Bahlil dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (28/4/2021).

Investasi Rp 900 triliun

Setelah menjabat, Bahlil memiliki sederat pekerjaan rumah. Maka itu, dia sudah mengambil ancang-ancang menjalani tujuan jangka pendek, yakni menggenjot target investasi senilai Rp 900 triliun tahun ini.

Target tersebut berasal dari perintah Presiden Jokowi, sebab Bappenas hanya menargetkan sebesar Rp 856 triliun.

Bukan sembarang investasi, target tersebut harus dipenuhi oleh investasi yang berkualitas, dan berimbang antara Pulau Jawa dengan luar Pulau Jawa.

Adapun sepanjang kuartal I 2021, realisasinya sudah mencapai Rp Rp 219,7 triliun, termasuk dari penyelesaian investasi mangkrak senilai ratusan triliun.

Realisasi itu tumbuh 2,3 persen secara kuartalan (quarter to quarter/QtoQ) dan 4,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), yang mampu menyerap tenaga kerja sebesar 311.793 orang.

Sebaran investasi dari PMA dan PMDN sudah unggul di luar Pulau Jawa dengan porsi mencapai 52,1 persen. Total investasi di luar Jawa mencapai Rp 114,4 triliun atau naik 11,7 persen.

Sedangkan di Pulau Jawa sebesar Rp 105,3 triliun dengan porsi 47,9 persen atau turun -2,7 persen.

“Yakinlah, berangkat dari pengalaman saya 1,5 tahun ini, Insya Allah secercah harapan ke depan akan lebih baik, apalagi ditopang oleh BKPM yang luar biasa,” ucap Bahlil.

Genjot investasi manufaktur

Bahlil berjanji akan menggenjot investasi di sektor manufaktur ke depan. Namun sekarang, dia menggenjot terlebih dahulu investasi di tingkat tersier dan sekunder, agar mampu menyerap tenaga kerja.

Tak bisa dimungkiri, pandemi Covid-19 membuat banyak pekerja terkena PHK, melonjaknya pengangguran, meningkatnya angka kemiskinan, dan melesatnya gini rasio.

 

Di kuartal I, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran berada dalam posisi realisasi investasi tertinggi mencapai Rp 29,4 triliun.

Kemudian, diikuti oleh industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp 27,9 triliun, transportasi gudang dan telekomunikasi Rp 25,6 triliun, makanan dan minuman Rp 21,7 triliun, serta listrik, gas dan air Rp 20,2 triliun.

Adapun negara yang masuk dalam 5 besar antara lain, Singapura dengan nilai 2,6 miliar dollar AS, diikuti China 1 miliar dollar AS, Korea Selatan 900 juta dollar AS, Hong Kong 800 juta dollar AS, dan Swiss 500 juta dollar AS.

“Memang investasi sekarang ini berbasis teknologi, tapi kita juga dorong kepada padat karya. Karena kita sekarang ini berkejar-kejaran dengan bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan. Teknologi terlalu dominan (di industri manufaktur), maka penciptaan lapangan pekerjaan juga tidak baik,” papar Bahlil.

DOK. Humas PT IWIP Kunjungan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia ke PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Jumat (19/2/2021).

Mempermudah izin

Selain mengurus seluruh pengusaha tanpa pandang bulu, dia akan mendesain perizinan investasi semudah mungkin. Agar investor tak lari ke negara Asia lain yang dinilainya lebih mudah dan pro investor.

Menahan izin sama dengan menahan laju pertumbuhan ekonomi nasional dan menahan penciptaan lapangan pekerjaan.

Bagaimanapun, investasi berkontribusi sekitar 30 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Kontributor pertama yang menyumbang sekitar 60 persen, datang dari konsumsi rumah tangga.

 

Kendati demikian, konsumsi itu tidak tercipta bila investasi yang mampu menyerap tenaga kerja tidak lahir. Kepastian pendapatan hanya terwujud apabila ada lapangan pekerjaan.

“Jadi saya pikir ke depan tolong kami kasih waktu. Saya tahu tugas ini bukan tugas ringan, ini tugas berat. Karena itu kami mohon doa,” harapnya.

Membawa 3 investasi baru

Guna menggenjot investasi Rp 900 triliun, Bahlil aktif melakukan komunikasi dari para investor berpotensi, salah satunya pabrikan mobil listrik asal AS, Tesla.

Tesla dikabarkan tertarik di bidang Energy Storage System (ESS). ESS merupakan bagian dari proyek rantai pasok ekosistem industri baterai di Indonesia.

Kerjanya seperti power bank dengan giga baterai skala besar yang mampu menyimpan tenaga listrik besar hingga ratusan megawatt (MW).

Selain Tesla, ada 3 investasi baru yang akan masuk ke RI tahun ini. Kendati demikian, Bahlil belum mau menyebutkan nama perusahaan dan industri di bidang apa tiga investasi baru tersebut.

“Tapi yakinlah bahwa tahun ini ada 2-3 barang baru yang saya akan sampaikan pada waktunya,” tegas Bahlil.

Namun sebelum itu, Bahlil perlu membereskan “dapur”nya terlebih dahulu. Kementerian diberi waktu selama 100 hari ke depan untuk mengubah struktur kepengurusan, mempebarui sistem OSS, dan mengembangkan SDM yang sesuai dengan tugas dan fungsi kementerian.

#Bahlil #Lahadalia #Mantan #Sopir #Angkot #yang #Bakal #Bawa #Investasi #Baru #Indonesia #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts