Roket China Jatuh Tanpa Kendali, Bisa Jatuh Besok di Wilayah Berpenghuni

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Sejumlah ahli mengkhawatirkan mengenai adanya bagian dari roket China berukuran besar yang bisa saja jatuh ke bumi di wilayah berpenghuni, akhir pekan ini.

Read More

Melansir dari USA Today, bagian dari roket tersebut diperkirakan akan jatuh pada Sabtu (8/5/2021).

“Komando luar angkasa sedang melacak secara harafiah melacak puing-puing roket ini,” ujar Juru Bicara Pentagon John Kirby.

Mengitari bumi

Melansir dari BBC Roket Long March 5 B diluncurkan pada akhir April untuk membawa modul pertama stasiun luar angkasa masa depan China menuju orbit.

Badan roket tersebut saat ini sedang mengitari bumi dan hendak memasuki atmosfer.

“Kami berharap pesawat itu akan mendarat di tempat yang tidak akan merugikan siapapun. Mudah-mudahan di lautan atau tempat seperti itu,” ujar Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin.

Pihaknya secara tidak langsung mengkritik China dengan mengatakan bahwa jika AS yang meluncurkan roket maka negaranya akan mempertimbangkan hal-hal semacam ini saat melakukan operasi.

Ahli Astrofisika di Pusat Astrofisika di Universitas Harvard, Jonathan McDowell mengaku khawatir dengan kemunculan roket tersebut.

“Ini berpotensi tidak baik. Terakhir kali mereka meluncurkan roket Long March 5B, mereka berakhir dengan batang logam besar yang Panjang terbang melintasi langit dan merusak beberapa bangunan di Pantai Gading,” ujar dia dikutip dari The Guardian.

Pihaknya mengatakan sebagian besar roket itu terbakar namun ada sebagian besar potongan logam yang menghantam tanah.

Pihaknya mengatakan, beruntung saat itu tak ada yang terluka.

Jatuh tak terkendali

Sejak akhir pekan, roket turun hampir 80 km dan dari pengamatan amatir di darat menunjukkan ia jatuh tak terkendali.

Kecepatan roket ini membuatnya tak bisa diprediksi akan jatuh di mana.

McDowel mengatakan beberapa potongan roket akan selamat saat kembali masuk ke bumi dan ini akan menjadi setara dengan kecelakaan pesawat kecil yang tersebar lebih dari 100 mil.

Ia mengatakan sejak tahun 1990 tak ada sampah antariksa dengan berat lebih dari 10 ton yang dibiarkan ditinggalkan di orbit dengan masuk kembali tanpa kendali. Namun tahap inti Long March 5B diperkirakan memiliki berat sekitar 21 ton.

“Ini hampir seperti tubuh roket, seperti yang saya mengerti, hampir utuh, jatuh,” kata John Kirby.

Respons China

Meski demikian, media Pemerintahan China selama beberapa waktu terakhir mengatakan kecil kemungkinan bahwa roket jatuh di wilayah berpenghuni.

Menurutnya roket itu akan jatuh di suatu tempat di perairan internasional.

Pakar Kedirgantaraan China Song Zhong menambahkan bahwa jaringan pemantau luar angkasa China akan terus mencermati dan mengambil tindakan yang diperlukan jika ada kerusakan yang disebabkan roket itu.

Roket China tersebut diperkirakan akan kembali ke bumi pada 10 Mei 2021, dengan perkiraan maju atau mundur dua hari.

Roket Long March

Roket Long March lepas landas pada 29 April 2021 dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang China.

Peluncuran roket adalah bagian dari 11 misi yang direncanakan sebagai bagian dari pembangunan stasiun luar angkasa China yang diharapkan selesai akhir 2022.

Stasiun luar angkasa China akan memiliki port docking dan juga bisa terhubung dengan satelit China.

#Roket #China #Jatuh #Tanpa #Kendali #Bisa #Jatuh #Besok #Wilayah #Berpenghuni #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts