[HOAKS] Jawa Timur Alami Ledakan Kasus Covid-19, Madiun 11.876 Kasus

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Salah satu akun di Facebook mengunggah sebuah video dengan keterangan adanya penambahan pasien Covid-19 di kabupaten/kota seluruh Jawa Timur secara signifikan.

Dalam unggahan tersebut, menyebutkan bahwa 26 kabupaten/kota di Jawa Timur mengalami ledakan kasus dalam jumlah besar berdasarkan data per minggu ini.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan unggahan tersebut tidak benar alias hoaks.

Narasi yang beredar:

Informasi yang menyebutkan bahwa Jatim mengalami ledakan kasus Covid-19 diunggah akun Facebook Muji Hartono, Jumat (14/5/2021). 

Akun tersebut mengunggah video berdurasi 51 detik, yang menampilkan kondisi jalan raya dipenuhi masyarakat pada 14 Mei 2021.

Dalam narasinya, disebutkan secara terperinci kasus Covid-19 yang terjadi di kabupaten/kota di Jawa Timur. Berikut bunyi unggahan tersebut:

JATIM MELEDAK UPDATE DATA TERPAPAR COVID-19 MINGGU INI,

Kota Madiun peringkat pertama.

Ngenes lihatnya

1. Kota Surabaya positif 210 orang
2. Kab. Sidoarjo positif 195 orang
3. Gresik positif 205 orang
4. Lamongan positif 225 orang
5. Bojonegoro positif 188 orang
6. Tuban positif 175 orang
7. Probolinggo positif 210 orang
8. Malang positif 165 orang
9. Pasuruan positif 215 orang
10. *Madiun* positif 11.876 orang* (pemecah record)
11. Situbondo positif 250 orang
12. Bondowoso positif 12 orang
13. Besuki positif 125 orang
14. Jember positif 175 orang
15. Banyuwangi Positif 207 orang
16. Ponorogo positif 270 orang
17. *Magetan positif 300 orang* (tetap waspada)
18. Ngawi positif 175 orang
20. Cepu positif 275 orang
21. Pacitan positif 180 orang
22. Kediri positif 575 orang
23. Blitar positi 190 orang
24. Nganjuk positif 165 orang
25. Tulung agung positif 25 orang
26. Jombang positif 95 orang

Kementerian Kesehatan memperkirakan akan terjadi Ledakan yg sangat luar biasa

Oleh karena itu mari kita berdoa semoga mereka yg positif di beri kesembuhan dan dipermudah segala urusan. Aamiin.

Monggo dishare dateng group sanes, kersane langkung waspada

Salam sehat tetap patuhi protokol kesehatan”.

Konfirmasi Kompas.com:

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Benny Sampirwanto memastikan kabar jumlah kasus Covid-19 meledak di Jatim tidak benar atau hoaks.

Benny menuturkan, tidak ada keterangan resmi dari Kementerian Kesehatan RI soal perkiraan ledakan kasus Covid-19 di Jatim.

“Jumlah kasus dalam pesan yang beredar tersebut juga cenderung menyesatkan karena berbeda dengan rilis kasus harian yang dikeluarkan gugus tugas Covid-19 Jatim,” ujar Benny dikutip dari laman kominfo.jatimprov.go.id, Sabtu (15/5/2021).

Ia menambahkan, jumlah kasus yang dirilis di Jatim setiap hari merupakan jumlah kumulatif yang terdiri dari kasus positif, kasus meninggalkan dunia dan kasus sembuh.

“Pesan sejenis juga beredar di beberapa daerah dengan narasi yang mirip, hanya fokus wilayahnya berbeda. Misalnya beredar di Jawa Tengah dan Serang, Banten,” kata Benny.

Data sebaran kasus

Benny menyampaikankan, berdasarkan data peta sebaran Covid-19 di Jawa Timur yang dirilis tiga hari terakhir sejak 11 Mei 2021, terlihat kasus Covid-19 di Jatim relatif stabil.

Pada 11 Mei 2021, tercatat penambahan kasus pada hari itu sebanyak 257 orang pasien, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 193 orang dan pasien meninggal 31 orang.

Pada 12 Mei 2021, tercatat penambahan kasus baru pada hari itu sebanyak 248 orang pasien, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 224 orang dan pasien meninggal 22 orang.

Sedangkan pada 13 Mei 2021, tercatat penambahan kasus pada hari itu sebanyak 148 orang pasien, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 151 orang dan pasien meninggal 11 orang.

Terkait sebaran zonasi, lanjut Benny, di Jawa Timur sudah tidak ditemukan wilayah dengan zona merah, tetapi zona oranye dan kuning.

“Sebanyak 26 kabupaten/kota di Jatim kategori zona orange. Sedangkan zona kuning tercatat sebanyak 12 Kabupaten/kota, yakni Pamekasan, Probolinggo, Bondowoso, Sampang, Sumenep, Lumajang, Bangkalan, Pasuruan, Situbondo, Tuban, dan Jember,” tutur Benny.

Gubernur Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga memastikan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah hoaks.

“Berita yang ramai beredar di aplikasi WA terkait meningkatnya jumlah pasien yang terpapar Covid-19 di Jawa Timur saya pastikan itu semua adalah tidak benar atau hoaks,” kata Khofifah.

Adapun data dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim menunjukkan, sejak 8 Mei hingga 14 Mei 2021, penambahan kasus Covid-19 baru berturut-turut adalah 225, 230, 206, 257, 248, 148, dan 141 kasus.

Untuk yang terkonfirmasi sembuh mulai 8 Mei sampai 14 Mei 2021 berturut-turut 207, 196, 213, 193, 224, 151, dan 179 pasien.

Sedangkan yang dinyatakan meninggal dunia secara berturut-turut sejak 8 Mei sampai 14 Mei 2021 adalah 19, 17, 21, 31, 22, 11, dan 15 orang.

Kofifah menyampaikan, perkembangan Covid-19 di Jawa Timur masih terkendali.

Berdasarkan data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim hingga 14 Mei 2021, kasus kumulatif terkonfirmasi Covid-19 adalah 150.901 dengan penambahan kasus aktif baru 141 kasus.

Sedangkan orang yang dinyatakan sembuh bertambah 173 dan meninggal dunia bertambah 15 orang.

“Saya mengajak kepada kita semua agar tetap patuh melaksanakan protokol kesehatan, mencuci tangan dengan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” ujarnya.

“Saya juga memohon agar silaturahmi atau halal Bi halal sementara dilakukan secara virtual, begitu pula dengan wisata sebaiknya ditunda demi kebaikan dan keamanan bersama,” lanjut Kofifah.

Kesimpulan

Informasi yang menyebut adanya ledakan kasus virus corona di Jawa Timur adalah tidak benar alias hoaks. 

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengatakan, data-data yang ada dalam daftar tersebut tidak benar. 

#HOAKS #Jawa #Timur #Alami #Ledakan #Kasus #Covid19 #Madiun #Kasus #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts