Kutukan Liga Champions soal Sosok Pelatih Masih Berlanjut

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Liga Champions mempunyai pesona tersendiri sebagai kompetisi antarklub Eropa teratas di bawah naungan Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) sejak dicetuskan pada 1955 silam.

Read More

Catatan prestasi sebagai juara Liga Champions menjadi mimpi besar pelatih klub sepak bola asal benua Eropa sepanjang karier mereka.

Hingga musim kompetisi 2020-2021, terdapat 42 pelatih yang pernah mengantarkan timnya meraih trofi Liga Champions.

Nama terakhir yang tercatat masuk dalam daftar tersebut adalah Hans-Dieter “Hansi” Flick, yang memenangi Liga Champions 2019-2020 bersama Bayern Muenchen.

Menariknya, terdapat sebuah kutukan yang menghalangi sejumlah pelatih untuk meraih prestasi di pentas Liga Champions.

Kutukan terkait Liga Champions soal sosok pelatih adalah kegagalan pelatih asal negara non-Eropa, memandu timnya memenangi pertandingan final.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelatih asal negara non-Eropa yang kali terakhir membawa tim arahannya bertanding di partai puncak Liga Champions adalah Mauricio Pochettino bersama Tottenham Hotspur pada edisi 2018-2019.

Saat itu, Tottenham Hotspur mengalami kekalahan 0-2 dari Liverpool dalam partai puncak yang berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol.

Jalan menuju babak final Liga Champions untuk kali kedua diperoleh Mauricio Pochettino bersama Paris Saint-Germain (PSG) pada musim 2020-2021.

Namun, perjalanan timnya harus dihentikan Manchester City di babak semifinal usai kalah agregat dengan kedudukan 1-4.

Hasil itu gagal membawa Mauricio Pochettino menyusul dua nama pelatih asal negaranya, Argentina, yang pernah menjuarai Liga Champions.

Seperti dilansir dari laman UEFA, hanya ada dua nama pelatih non-Eropa yang pernah menjuarai Liga Champions dan seluruhnya berasal dari negara Amerika Selatan tersebut.

Dua pelatih dalam daftar itu adalah Luis Antonio Carniglia dengan Real Madrid (edisi 1957-1958 dan 1958-1959) serta Helenio Herrera bersama Inter Milan (1963-1964 dan 1964-1965).

Uniknya, Helenio Herrera juga bisa dibilang sebagai pelatih asal Eropa karena memiliki kewarganeraan Perancis, sejak menetap di negara tersebut antara periode 1932 hingga 1948.

Raihan prestasi tersebut belum dapat disamai oleh juru taktik tim asal negara di luar Eropa sejak Liga Champions berjalan dengan format baru pada 1991-1992.

#Kutukan #Liga #Champions #soal #Sosok #Pelatih #Masih #Berlanjut #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts