Nilai Pasar 10 Startup China Anjlok Rp 11.200 Triliun, Kenapa?

  • Whatsapp

SHANGHAI, KOMPAS.com – Perusahaan rintisan (startup) China yang dulunya luar biasa populer kini kehilangan keunggulannya.

Read More

Dalam beberapa bulan terakhir, harga saham perusahaan teknologi itu anjlok karena para investor khawatir dengan tindakan keras yang diambil pemerintah China di sektor tersebut.

Kapitalisasi pasar dari 10 perusahaan IT dan teknologi tinggi terkemuka, termasuk Alibaba Group Holding dan Tencent Holdings, telah turun lebih dari 800 miliar dollar AS atau hampir 30 persen dari puncaknya pada bulan Februari.

Jumlah itu setara dengan Rp 11.200 triliun (kurs Rp 14.300 per dollar AS).

Mengutip Nikkei Asia, Senin (31/5/2021),  The Science and Technology Innovation Board, atau yang lebih dikenal dengan papan STAR dan rumah bagi perusahaan teknologi paling terkemuka di China, sekarang berada dalam kisaran rendah.

Tencent, sebuah startup yang mengoperasikan aplikasi perpesanan WeChat, sahamnya pada Selasa waktu setempat ditutup di level 585,5 dolar Hong Kong, turun mencapai 20 persen dari rekor tertingginya pada Februari.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Kamis minggu lalu, Tencent mengumumkan, laba bersih pada kuartal I 2021 ini mencapai 47,7 miliar yuan atau 7,44 miliar dollar AS. Laba tersebut naik 65 persen dari tahun sebelumnya.

Kinerja Tencent berbanding terbalik dengan perusahaan milik Jack Ma, Alibaba, yang mencatat kerugian bersih dalam periode yang sama. Kerugian dialami Alibaba karena denda antitrust yang sangat besar.

Kendati demikian, saham Tencent tetap melemah karena pemerintah memperkuat cengkeraman kebijakan terhadap perusahaan tersebut. Pada Mei lalu, Tencent diperintahkan untuk menghentikan pengumpulan informasi pribadi pengguna aplikasinya secara ilegal.

Alibaba dan unit keuangannya, Ant Group, juga berada di bawah pengawasan ketat pemerintah. Adanya “campur tangan” pemerintah inilah yang mengakibatkan mundurnya rencana IPO Ant Group pada November tahun 2020.

Selain itu, Tencent, perusahaan e-commerce JD.com, platform pengiriman makanan Meituan, dan 10 perusahaan platform online lainnya dipanggil oleh bank sentral pada akhir April. Sepuluh startup ini diperintahkan untuk sepenuhnya menerima pengawasan regulator di bidang keuangan.

Akibatnya saham JD, pengecer elektronik Pinduoduo dan Meituan, yang menganggap Tencent sebagai pemegang saham utama, turun tajam bersama dengan saham perusahaan teknologi lainnya.

Tercatat, Alibaba dan Tencent telah berulang kali berinvestasi dalam startup yang menjanjikan. Pertumbuhan startup yang mereka danai telah meningkatkan nilai pasar kedua raksasa teknologi China itu.

10 perusahaan terdampak

Bank Investasi GuoDu Securities berpendapat, Tencent dan saham perusahaan startup lain terlalu rendah untuk saat ini. Risiko dari kebijakan regulator membatasi kenaikan dalam bentuk apapun.

Asal tahu saja, kapitalisasi pasar Alibaba, Tencent, Meituan, JD, dan operator aplikasi video pendek Kuaishou, yang terdaftar di bursa Hong Kong, telah turun 20 persen menjadi 40 persen dari 17 Februari 2021.

Total saham mereka mencapai sekitar 13,5 triliun dollar Hong Kong atau 17,4 miliar dollar AS, menurun lebih dari 5,1 triliun dollar Hong Kong.

Kemudian, kapitalisasi pasar gabungan Pinduoduo, raksasa pencarian Baidu, platform layanan keuangan Lufax, situs streaming video Bilibili, dan platform game NetEase yang terdaftar di bursa AS pun turun sekitar 150 miliar dollar AS selama periode yang sama.

Bisa disimpulkan, nilai pasar 10 startup ini menyusut sebesar 801 miliar dollar AS. Di sisi lain, saham Apple dan raksasa IT Amerika justru diperdagangkan pada zona hijau.

Banyak startup China membuat keputusan ulang setelah memperhitungkan risiko regulasi dan risiko jatuhnya nilai pasar. ByteDance, pemilik sensasi video pendek TikTok misalnya, membekukan rencana untuk mendaftarkan beberapa bisnisnya.

Kemudian Lufax, diminta para regulator keuangan untuk mengurangi layanan pinjaman karena ada risiko keuangan. Peringatan ini muncul usai Lufax berencana meningkatkan pinjamannya, yang telah memicu kekhawatiran investor atas tunggakan pinjaman dan risiko suku bunga.

Karena banyak ketidakpastian, investor luar negeri beralih ke obligasi dalam mata uang yuan dengan imbal hasil lebih tinggi. Investasi di sektor ini mampu memompa lebih dari 3,6 triliun yuan ke aset tersebut pada akhir April, naik hampir 60 persen dari tahun sebelumnya.

Sebagian besar obligasi tersebut merupakan obligasi pemerintah dan yang diterbitkan oleh bank pemerintah.

#Nilai #Pasar #Startup #China #Anjlok #Triliun #Kenapa #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts