2 Minggu Menggunakan Tablet Samsung Galaxy Tab A7 Lite, Ini Reviewnya

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Samsung resmi memasarkan tablet terbarunya, yakni Galaxy Tab A7 Lite di Indonesia pada awal Juni lalu.

Read More

Tablet “murah” yang dibanderol Rp 2,5 juta ini diklaim dibekali sejumlah fitur premium yang mampu mendukung aktivitas seperti kerja dari rumah, belajar online, hingga mencari hiburan.

KompasTekno berkesempatan menjajal Samsung Galaxy Tab A7 Lite varian warna Gray. Perangkat ini kami gunakan untuk aktivitas harian selama dua minggu.

Saat digenggam untuk pertama kali, tablet ini terasa ringan dan tipis, dengan bobot 371 gram dan ketebalan 8 mm.

Dengan bobot dan ketebalan tersebut Galaxy Tab A7 Lite menjadi mudah untuk dibawa dan digunakan di mana saja.

Tablet Samsung ini memiliki layar LCD TFT seluas 8,7 inci dengan resolusi 800 x 1.340 piksel. Meski memiliki layar yang cukup luas, tablet ini masih dapat digenggam dengan satu tangan.

Kendati demikian, bagian punggung Galaxy Tab A7 Lite terasa licin, sehingga rawan terlepas dari genggaman jika dipegang satu tangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Solusinya, pengguna bisa membeli book cover keyboard dari Samsung, atau membeli hard case mandiri. 

KOMPAS.com/ GALUH PUTRI RIYANTO Galaxy Tab A7 Lite dibekali dengan desain tipis dan ringan. Meski memiliki layar hampir 9 inci, tablat ini masih bisa digenggam dengan satu tangan.

Hasil kamera

Samsung membekali Galaxy Tab A7 Lite dengan kamera depan beresolusi 2 MP dan kamera belakang 8 MP.

Meski tak memiliki resolusi tinggi, dalam kondisi cahaya cukup, kamera depan tablet ini terbilang menghasilkan gambar yang terang dengan warna yang cukup tajam saat dijajal untuk selfie ria.

Kamera depan tersebut juga dibekali dengan mode potrait. Saat diuji coba, hasil fotonya termasuk baik. Namun, bila dibandingkan dengan mode normal, foto menggunakan mode potrait terlihat sedikit kurang tajam dan sedikit redup.

Nah, ketika dijajal untuk melakukan video call, kamera depan itu pun dapat menampilkan video yang cukup baik dan terang. Selain untuk selfie dan video call, kamera depan juga berfungsi untuk membuka kunci layar tablet, yakni dengan fitur face recognition.

Kamera depan 2 MP pada Galaxy Tab A7 Lite ini terbilang menghasilkan video yang cukup baik dan terang ketika digunakan untuk melakukan video call.KOMPAS.com/ GALUH PUTRI RIYANTO Kamera depan 2 MP pada Galaxy Tab A7 Lite ini terbilang menghasilkan video yang cukup baik dan terang ketika digunakan untuk melakukan video call.

Untuk kamera belakangnya, saat digunakan untuk mengambil gambar di luar ruangan dengan cahaya yang cukup, hasil jepretan kamera belakang 8 MP ini cukup baik, tajam, dan menghasilkan warna yang mendekati aslinya.

Kamera belakang itu juga sudah dilengkapi dengan autofocus dan fitur zoom hingga pembesaran 10x.

Saat dijajal, fitur zoom 2x masih menghasilkan foto yang terbilang baik dan tajam. Namun, saat memotret menggunakan pembesaran 4x dan 10x, foto yang dihasilkan sudah terlihat banyak noise.

Untuk melengkapi pengalaman pengguna, Samsung juga membekali beberapa fitur tambahan di sektor fotografinya, yakni fitur food, panorama, hyperlapse, hingga pro.

Multitasking Mulus

Soal performa, tablet yang diotaki oleh System-on-Chip Mediatek Helio P22T (12 nm) ini terbilang baik dan bekerja dengan mulus ketika digunakan untuk bekerja atau menonton film.

Selama digunakan sekitar dua minggu, kami belum pernah mengalami layar lag maupun perangkat panas.

Di sisi fitur, Galaxy Tab A7 Lite ini mendukung kami untuk melakukan multitasking. Salah satu berkat fitur split screen view.

Dengan fitur ini, kami bisa mengakses dua jendela aplikasi sekaligus dalam satu layar tablet. Ini memudahkan kami untuk menyelesaikan pekerjaan.

Fitur split screen ini sebenarnya bukan fitur bawaan Galaxy Tab A7 Lite. Kami perlu mengunduh aplikasi tambahan, yakni aplikasi One Hand Operation Plus, di toko aplikasi Galaxy Store secara gratis.

Galaxy Tab A7 Lite sudah mendukung split screen view untuk menunjang multitasking.KOMPAS.com/ GALUH PUTRI RIYANTO Galaxy Tab A7 Lite sudah mendukung split screen view untuk menunjang multitasking.

Di aplikasi One Hand Operation Plus, kami juga bisa mengatur tambahan gestur lain untuk mempermudah pengoperasian tablet, terutama bila ingin menggunakan tablet dengan satu tangan.

Gestur bisa diatur sesuai usapan tangan, baik dari arah kiri, kanan, atas, maupun bawah.

Adapun gestur bisa diatur untuk perintah split screen view, memunculkan touchpad virtual, melakukan screenshot, mengatur volume up dan down, auto rotation, kembali ke aplikasi sebelumnya, mematikan layar, membuka panel notifikasi, dan masih banyak lainnya

Integrasi dengan Ponsel Samsung Galaxy

Selain itu, ada satu fitur lain yang mempermudah kami ketika bekerja menggunakan Galaxy Tab A7 Lite, yaitu fitur continue on another app.

Dengan fitur ini, kami dimungkinkan untuk melakukan copy (salin) dan paste (tempel) di sesama perangkat Samsung Galaxy, baik tablet maupun smartphone, hanya dengan satu klik.

Ini berguna ketika kami melakukan browsing di smartphone Samsung, dan ingin melanjutkannya di tablet. Saat ini, kami menggunakan ponsel Samsung Galaxy M62.

Dengan fitur continue on another app, pengguna tinggal menyalin (copy) tulisan yang diinginkan di ponsel Galaxy M62, lalu klik paste (tempel) pada tablet Galaxy A7 Lite. Atau kami juga bisa melakukan hal sebaliknya.

Selain hemat waktu, fitur ini membuat kami tak usah repot-repot mengirim hasil salinan tulisan di smartphone Galaxy M62 ke tablet Galaxy A7 Lite (atau sebaliknya), lewat platform lain, misal lewat WhatsApp, e-mail, atau Google Docs.

Dari segi fitur, sebenarnya tablet ini memudahkan kami saat harus bekerja mobile. Namun, keyboard virtual pada Galaxy Tab A7 Lite ini terasa kurang nyaman untuk digunakan.

Kami lebih memilih untuk menggunakan keyboard fisik. Samsung tidak menyertakan keyboard fisik dalam paket penjualan Galaxy Tab A7 Lite sehingga pengguna harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli keyboard.

Jika mau, pengguna bisa membeli aksesori book cover keyboard resmi dari Samsung secara terpisah. Atau alternatif lainnya, seperti yang kami lakukan, pengguna bisa menggunakan keyboard bluetooth dari merek lain.

Saat selesai bekerja, kami juga memanfaatkan tablet ini untuk mencari hiburan, yakni menonton film atau video di YouTube.

Layar Galaxy Tab A7 Lite yang hampir 9 inci ini membuat kami lebih puas saat menonton film atau melihat video, ketimbang dari ponsel.

Kualitas suara ketika menonton film di tablet ini juga bagus, berkat adanya dual speaker berteknologi Dolby Atmos.

Namun untuk mendapatkan pengalaman suara dengan kualitas Dolby Atmos ini, kami harus mengaktifkan fitur ini secara manual, yaitu dengan mengklik opsi “Dolby Atmos” melalui panel quick settings.

Berkat fitur picture-in-picture, penulis bisa menonton Netflix sambil membuka jendela aplikasi lain.KOMPAS.com/ GALUH PUTRI RIYANTO Berkat fitur picture-in-picture, penulis bisa menonton Netflix sambil membuka jendela aplikasi lain.

Seperti pada perangkat Android terkini lainnya, tablet ini juga sudah mendukung fitur picture-in-picture (PiP), bagi aplikasi yang mendukungnya.

Picture-in-Picture akan memutar video di dalam sebuah jendela kecil alias floating window yang bisa diatur ukuran dan letaknya di layar.

Berkat fitur ini, misalnya, kami bisa menonton Netflix sambil membuka jendela aplikasi lainnya.

Baterai kuat sampai sore

Soal ketahanan baterainya, tablet ini bisa menemani pengguna dari pagi hingga sore untuk browsing di internet, mengerjakan kerjaan di Google Docs, mendengarkan musik, hingga menonton film atau video.

Hal ini dimungkinkan karena Galaxy Tab A7 Lite ini ditopang oleh baterai 5.100 mAh.

Sayangnya, menurut pengalaman KompasTekno, pengisian daya tablet ini memakan waktu cukup lama. Dibutuhkan waktu sekitar 3,5 jam untuk mengisi baterai dari 15 persen hingga terisi penuh 100 persen.

Sebenarnya baterai Galaxy Tab A7 Lite sudah mendukung adaptive Fast Charging 15 watt. Namun, untuk mendapatkan fitur pengisian daya cepat itu, pengguna harus mengeluarkan uang lebih.

Pasalnya, adapter charger Fast Charging 15 watt itu dijual terpisah. Dalam boks penjualan Galaxy Tab A7 Lite, Samsung hanya menyertakan adapter charger 7,8 watt saja.

Isi kotak kemasan Samsung Galaxy Tab A7 Lite hanya berisi satu unit tablet, kepala adapter 7,8W, kabel USB tipe C, buku panduan, dan ejektor untuk SIMcard. KOMPAS.com/ GALUH PUTRI RIYANTO Isi kotak kemasan Samsung Galaxy Tab A7 Lite hanya berisi satu unit tablet, kepala adapter 7,8W, kabel USB tipe C, buku panduan, dan ejektor untuk SIMcard.

Kesimpulan

Galaxy Tab A7 Lite adalah tablet yang memiliki desain ringan, tipis, dan bisa digenggam dengan satu tangan. Ini memudahkan tablet untuk dibawa dan digunakan di mana saja.

Lalu, kamera tablet ini tergolong menghasilkan foto yang cukup baik, meski tak dibekali dengan kamera beresolusi tinggi.

Kinerja tabletnya juga bisa diandalkan dalam penggunaan sehari-hari, seperti untuk browsing, video call, membuat dan mengedit dokumen, hingga menonton film atau video.

Secara keseuruhan, Galaxy Tab A7 Lite ini bisa dibilang cocok untuk mereka yang membutuhkan device kedua dengan harga Rp 2,5 juta.

Samsung Galaxy Tab A7 Lite memiliki keunggulan multitasking dan integrasi dengan ponsel Samsung Galaxy, untuk bekerja dari rumah, mobile, hingga belajar online.

Tablet ini juga cocok bagi mereka yang tak keberatan dengan absennya konfigurasi kamera dengan resolusi tinggi.

Buat pengguna yang gemar melakukan streaming film dan video, tablet ini juga akan menyajikan gambar dan suara yang terbilang bagus.

Nah, masih penasaran? Isi kemasan, penampakan desain dari berbagai sisi, dan hasil foto Samsung Galaxy Tab A7 Lite, selengkapnya dapat dilihat dalam rangkaian gambar di tautan .

#Minggu #Menggunakan #Tablet #Samsung #Galaxy #Tab #Lite #Ini #Reviewnya #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts