Menjajal Main 6 Game di Asus ROG Phone 5 dengan X-Mode, Seperti Ini Performanya

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Ponsel gaming terbaru dari Asus, ROG Phone 5, resmi dipasarkan di Indonesia pada pertengahan Juni lalu. Perangkat tersebut merupakan suksesor ROG Phone 3 yang dibekali dengan sejumlah peningkatan, terutama di sisi hardware.

Read More

Asus ROG Phone 5 dibekali Snapdragon 888 yang tentunya merupakan chipset terkuat Qualcomm saat ini.

Selama beberapa minggu, KompasTekno berkesempatan menjajal ponsel gaming ini untuk bermain sejumlah game populer, di mana salah satunya merupakan game yang dikenal rakus resource seperti Genshin Impact.

Adapun varian yang kami uji coba adalah ROG Phone 5 versi “reguler” yang dibekali dengan RAM 8 GB dan memori internal 128 GB.

Nah, sebelum “menyiksa” ponsel gaming ini, KompasTekno memasang tiga aplikasi pengujian (benchmark) populer, yaitu AnTuTu, Geekbench, dan 3DMark untuk mengetahui bagaimana performanya secara keseluruhan.

Hasilnya, ROG Phone 5 mencetak hasil skor benchmark 795.688 poin di AnTuTu V9, skor single-core dan multi-core 1.113 dan 3.436 poin di Geekbench, serta 5.781 poin dengan frame rate 34,60 FPS di 3DMark untuk pengujian “Wild Life”.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KOMPAS.com/BILL CLINTEN Hasil benchmark AnTuTu (paling kiri), Geekbench (tengah), dan 3DMark (paling kanan) untuk ROG Phone 5.

Hasil benchmark tersebut sejatinya lebih tinggi dari ponsel Snapdragon 888 lainnya, seperti Galaxy S21 Ultra dan Mi 11. Lantas, bagaimana hasilnya untuk bermain game?

Uji coba 6 game

Untuk pengujian pengalaman bermain game, kami memilih enam judul game populer dan memainkannya selama kurang lebih 30 menit.

Adapun game yang diuji coba mencakup PUBG Mobile, Free Fire, Call of Duty Mobile, Mobile Legends, League of Legends: Wild Rift, dan Genshin Impact.

Agar pengujian lebih optimal, kami mengaktifkan mode performa, alias X-Mode untuk memastikan hardware ponsel siap dipakai untuk bermain game.

Lalu, kami mengaktifkan fitur Real-time Info di Game Genie untuk melihat berapa temperatur ponsel ketika dipakai bermain game dan berapa daya yang dihabiskan game tersebut jika dimainkan selama 30 menit. 

Kemudian, kami juga mengaktifkan opsi “Show refresh rate” untuk membuktikan bahwa kami memainkan game dengan mode refresh rate 144 Hz.

Tak lupa, kami melakukan uji coba di tempat dengan temperatur ruangan normal (sekitar 25 derajat Celcius), di mana suhu ponsel pada saat mode standby berkisar 31 derajat Celcius. 

Semua game lancar

Gameplay PUBG Mobile (atas) dan Free Fire (bawah) di ROG Phone 5, beserta pengaturan grafisnya.KOMPAS.com/BILL CLINTEN Gameplay PUBG Mobile (atas) dan Free Fire (bawah) di ROG Phone 5, beserta pengaturan grafisnya.

Secara keseluruhan, semua game yang kami mainkan berjalan dengan lancar jaya tanpa adanya patah-patah (stuttering) atau hambatan lain seperti crash, meski temperatur ponsel meningkat dari biasanya dan meninggalkan sensasi panas di tangan.

Di PUBG Mobile, ROG Phone 5 bisa memainkan game tersebut di pengaturan grafis tertinggi “Ultra HD” dengan frame rate “Ultra”. Jika ingin memainkannya dengan frame rate “Extreme”, maka kualitas visual harus diturunkan ke “HDR”.

Untuk Free Fire, ponsel gaming ini mampu menjalankan game tersebut dengan kualitas grafis “Ultra”, resolusi “High”, dan frame rate “High”.

Lalu untuk Call of Duty Mobile, kualitas grafis bisa diatur ke “Very High” dengan frame rate “Max”. Pengaturan frame rate sebenarnya bisa diatur ke “Ultra”, namun, opsi ini hanya berlaku untuk mode “Multiplayer” dengan kualitas grafis “Medium”.

Gameplay Call of Duty Mobile di ROG Phone 5 beserta pengaturan visualnya.KOMPAS.com/BILL CLINTEN Gameplay Call of Duty Mobile di ROG Phone 5 beserta pengaturan visualnya.

Ketika memainkan tiga game battle royale tadi, kami turut memanfaatkan fitur tombol virtual yang menyerupai L1 dan R1 di controller PlayStation, yaitu Air Trigger.

Tombol ini terletak di bagian bingkai ujung atas dan bawah kanan ponsel ketika ponsel dalam posisi portrait.

Hasilnya, fitur tersebut berhasil membuat pengalaman membidik dan menembak senjata menjadi lebih mudah, sehingga jari lainnya yang menyentuh layar bisa fokus ke pergerakan karakter dan musuh.

Selama 30 menit berjalan dengan pengaturan grafis tertinggi, PUBG Mobile menghabiskan sekitar 15 persen baterai dan temperatur ponsel mentok di 44 derajat Celcius, sedangkan Free Fire menghabiskan 10 persen baterai dengan suhu tertinggi 39 derajat Celcius.

Dengan durasi yang sama, Call of Duty Mobile menghabiskan daya 10 persen dan suhu ponsel tertinggi ketika memainkan game tersebut mencapai 43 derajat Celcius.

Game MOBA bisa 120 FPS

Gameplay Mobile Legends (atas) dan League of Legends Wild Rift (bawah) di ROG Phone 5, beserta pengaturannya kualitas grafisnya.KOMPAS.com/BILL CLINTEN Gameplay Mobile Legends (atas) dan League of Legends Wild Rift (bawah) di ROG Phone 5, beserta pengaturannya kualitas grafisnya.

Beralih ke Mobile Legends, ROG Phone 5 bisa memainkan game tersebut dengan kualitas grafis “Ultra” dengan mode high frame rate (60 FPS) menyala.

Game League of Legends: Wild Rift juga bisa dimainkan dengan kualitas grafis serupa, bahkan  opsi frame rate-nya bisa diatur ke mode 120 FPS, dua kali lebih mulus dibanding frame rate Mobile Legends.

Dari enam game yang kami uji coba, game besutan Riot Games tersebut merupakan satu-satunya game yang bisa dijalankan dengan frame rate 120 FPS.

Untuk lama permainanberkisar 30 menit, Mobile Legends menghabiskan daya ponsel sekitar 8 persen dengan suhu maksimal 42 derajat Celcius.

Sementara itu, League of Legends: Wild Rift menghabiskan baterai sekitar 10 persen dengan temperatur mencapai 41 derajat Celcius.

Genshin Impact bikin panas

Gameplay Genshin Impact di ROG Phone 5 beserta pengaturan grafisnya.KOMPAS.com/BILL CLINTEN Gameplay Genshin Impact di ROG Phone 5 beserta pengaturan grafisnya.

Berbeda dengan lima game sebelumnya, Genshin Impact bisa dibilang merupakan game yang paling membutuhkan kinerja hardware.

Wajar saja karena game tersebut memiliki kualitas grafis ciamik dan dibumbui dengan sejumlah efek yang terbilang cukup meriah, seperti ledakan, efek elemen air, api, angin, dan masih banyak lagi.

Selain itu, kami juga memainkan Genshin Impact dengan kualitas grafis “rata kanan”, alias tertinggi dengan frame rate 60 FPS dan semua indikator efek menyala.

Sepanjang 30 menit gameplay, game tersebut bisa dijalankan dengan lancar dan menghabiskan daya ponsel sekitar 18 persen, paling boros di antara lima game lain yang kami uji coba.

Suhu ponsel juga mencapai titik terpanasnya, yaitu mencapai 54 derajat Celcius. Karena panas, kondisi seperti ini membuat kami tidak nyaman apabila memainkan Genshin Impact berlama-lama.

Kendati demikian, game tersebut masih berjalan dengan lancar di segala situasi dan kondisi tanpa adanya stuttering, meski kami tengah membasmi banyak musuh atau monster besar dalam game itu.

Kesimpulan

Ilustrasi bermain Genshin Impact di ROG Phone 5KOMPAS.com/BILL CLINTEN Ilustrasi bermain Genshin Impact di ROG Phone 5

Usai memainkan keenam game tadi, kami bisa menyimpulkan bahwa ROG Phone 5 merupakan ponsel gaming yang kuat memainkan keenam game yang kami uji dengan lancar tanpa adanya hambatan, asalkan fitur X-Mode menyala.

Untuk game bergenre battle royale dan MOBA, suhu ponsel kira-kira akan meningkat ke angka 40 derajat Celcius. Di kondisi ini, cangkang ponsel belum terlalu panas dan hanya memberikan sensasi hangat saja.

Namun, untuk memainkan salah satu game “terberat” di Android, yaitu Genshin Impact, suhu perangkat tersebut bisa sangat panas dan bahkan menyentuh angka lebih dari 50 derajat Celcius.

Masalah panas sendiri agaknya bisa dihindari dengan mengurangi durasi permainan, menurunkan kualitas grafis dan frame rate, atau menggunakan aksesori kipas pendingin macam ROG Aero Active Cooler yang tentunya bisa dibeli terpisah.

Perlu dicatat, pengujian kami sendiri bisa saja berbeda dengan pengujian yang dilakukan pengguna lain.

Sebab, banyak faktor yang mungkin memengaruhi kinerja ponsel, seperti temperatur ruangan, banyaknya aplikasi yang terpasang di ponsel, aktif atau tidaknya fitur yang memengaruhi performa seperti X-Mode atau battery saver, dan lain sebagainya.

Dengan harga Rp 10 juta, ROG Phone 5 bisa menjadi pilihan gamer yang sedang mencari ponsel gaming baru, tanpa harus dibingungkan dengan ponsel flagship lainnya dengan chipset serupa di rentang harga yang sama.

Mereka pun sepertinya tidak perlu membidik varian tertingi ROG Phone 5 Ultimate dengan RAM 12 GB dan memori internal 256 GB. Sebab, RAM 8 GB saja terasa sudah cukup mumpuni untuk menjalankan semua game tadi dengan mulus.

#Menjajal #Main #Game #Asus #ROG #Phone #dengan #XMode #Seperti #Ini #Performanya #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts