Pemkot Bekasi Minta Asosiasi Pusat Belanja Siapkan Skema Operasional Mal

  • Whatsapp

BEKASI, KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi meminta Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bekasi untuk menyiapkan diri jika operasional mal di kota itu diizinkan untuk dibuka.

Read More

Mal di Kota Bekasi diketahui masih belum diizinkan beroperasi selama perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 pada 11-16 Agustus 2021.

Kebijakan itu berbeda dengan DKI Jakarta yang telah membuka mal sejak 11 Agustus dengan sejumlah persyaratan.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meminta APPBI Kota Bekasi untuk menyiapkan skema operasional mal sejak saat ini.

“Kami minta (APPBI Kota Bekasi) mereka mempersiapkan diri agar sama seperti Jakarta,” ujar Tri seperti dilansir dari Tribun Jakarta, Minggu (15/8/2021).

Adapun sejumlah skema yang harus disiapkan berupa pembatasan kapasitas pengunjung, alur keluar masuk pengunjung, dan aturan lain terkait protokol kesehatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sampai saat ini, APPBI masih mempersiapkan diri. Karena kan beberapa tenant (penyewa) juga harus diberitahu juga,” paparnya.

Menurut Tri, salah satu skema yang wajib diterapkan setiap mal adalah pembatasan pengunjung maksimal 25 persen dari normalnya.

Aturan soal pengunjung di bawah umur dan warga lanjut usia (lansia) tidak diizinkan memasuki mal juga menjadi salah satu aturan yang wajiib diterapkan pengelola.

“Bagaimana kita melihat orang yang datang nanti dalam kondisi yang sehat. Sehat dalam arti secara antibodi dia sudah terlindungi,” papar dia.

“Kemudian juga sehat pada saat dia mau masuk (mal) kan tetap dicek pemeriksaan suhu tubuh dan sebagainya,” imbuhnya.

Tri menuturkan, pembukaan mal merupakan hal yang penting untuk memicu pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi.

Tak hanya itu, pembukaan mal juga menjadi salah satu upaya untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu menangani pandemi Covid-19.

“Bagaimana memunculkan sikap kepercayaan kepada publik, bukan hanya wilayah atau nasional, tapi juga dunia, bahwa Indonesia sebenarnya sudah bisa mengendalikan pandemi Covid-19,” urai Tri.

Meski demikian, dia menyebut, aturan soal pembukaan operasional mal di kota tersebut sepenuhnya merupakan keputusan Pemerintah Pusat.

Oleh karenanya, Pemkot tengah menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat berkait hal itu.

“Tentunya kami juga masih harus menunggu (keputusan) Pak Presiden (Joko Widodo) tanggal 16 Agustus nanti, seperti apa kebijakannya,” kata Tri.

Dia menambahkan, kasus harian atau kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Bekasi saat ini telah menurun sejak adanya kenaikan kasus eksponensial di Pulau Jawa-Bali, pada Juli.

Tak hanya itu, menurut dia, tingkat kesembuhan juga meningkat.

Diberitakan sebelumnya, pembukaan kembali mal di DKI Jakarta dan tiga wilayah lainnya mengikuti pelonggaran dalam perpanjangan PPKM level 4 yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2021.

Dalam aturan itu, mal dibolehkan untuk buka dengan maksimal jumlah pengunjung 25 persen dari kapasitas normal. Jam operasional juga dibatasi hanya dari pukul 10.00-20.00 WIB.

Selain itu, pengunjung mal harus sudah divaksinasi dosis pertama yang dibuktikan dengan sertifikat vaksin di aplikasi Peduli Lindungi. Anak di bawah 12 tahun dan lansia di atas 70 tahun untuk sementara dilarang masuk mal.

#Pemkot #Bekasi #Minta #Asosiasi #Pusat #Belanja #Siapkan #Skema #Operasional #Mal #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts