Diare

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Diare adalah penyakit yang membuat penderitanya buang air besar (BAB) dengan kondisi tinja encer.

Umumnya, diare akan berlangsung dalam beberapa hari. Kondisi tersebut tentunya tidak nyaman dan akan mengganggu aktivitas penderitanya.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyakit diare agar dapat menghindarinya. Berikut berbagai gejala, penyebab, diagnosis dan cara mengatasinya.

Gejala

Salah satu gejala yang paling dikenali dari diare adalah tinja yang berair dan kehilangan kontrol untuk BAB.

Tidak hanya itu, menurut Healthline, gejala diare yang timbul juga akan tergantung dan sesesuai pada penyebabnya. Beberapa gejala yang dapat dirasakan oleh penderita, yaitu:

  • Mual
  • Sakit perut
  • Kram di perut
  • Perut kembung
  • Tinja berdarah
  • Tinja besar
  • Dehidrasi
  • Demam
  • Intensitas BAB yang tinggi dalam satu hari

Penyebab

Diare pada anak biasanya disebabkan oleh Rotavirus atau infeksi bakteri yang umum terjadi.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

Bagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Diare

Mengenal penyakit diare untuk menjaga kesehatan pencernaan dan kenyamanan dalam beraktivitas.

Bagikan artikel ini melalui

Sedangkan, diare kronis berasal dari kondisi yang lebih serius seperti iritasi usus besar atau penyakit radang usus.

Melansir dari Healthline, terdapat beberapa kemungkinan penyebab diare secara umum, meliputi:

  • Makan makanan yang mengganggu sistem pencernaan
  • Alergi terhadap kandungan tertentu pada makanan
  • Infeksi saluran pencernaan
  • Infeksi virus
  • Infeksi bakteri
  • Efek samping obat
  • Efek samping operasi
  • Efek samping minuman beralkohol
  • Keracunan makanan
  • Terpapar virus saat bepergian atau kembali dari perjalanan

Diagnosis

Diare memang tidak lagi menjadi penyakit yang asing, namun tetap dibutuhkan diagnosis yang tepat untuk dapat mengatasinya dengan efektif.

Pada umumnya, sebagian besar kasus diare dapat hilang tanpa penanganan atau pengobatan dalam beberapa hari.

Namun, jika diare berlangsung lebih dari 3 hari, dianjurkan segera konsultasi dengan dokter terkait karena dapat menyebabkan kekurangan cairan atau dehidrasi.

Berdasarkan Mayo Clinic, secara umum dokter akan melakukan pemeriksaan dan memastikan riwayat penyakit penderita untuk menemukan penyebab terjadinya diare.

Selain itu, terdapat beberapa tahap pemeriksaan tambahan untuk mendiagnosis diare dengan lebih akurat, antara lain:

  • Tes Puasa, menentukan intoleransi atau alergi terhadap makanan
  • Tes Darah, menunjukan penyebab diare
  • Tes Tinja, menunjukan bakteri atau parasit penyebab diare
  • Kolonoskopi dan Sigmoidoskopi, pemeriksaan usus besar untuk menentukan diare yang diderita dalam kondisi parah atau kronis.

Perawatan

Menurut Mayo Clinic, melakukan pemeriksaan membantu Anda dalam memutuskan cara mengatasi diare berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan yang diderita.

Pengobatan rumahan dapat dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama, yaitu dengan cara:

  • Mengkonsumsi obat antidiare yang dijual di toko obat dengan kadar yang dianjurkan
  • Mengkonsumsi sup kaldu (hindari makanan yang berlemak dan kaya serat)
  • Minum banyak air putih atau jus buah (hindari jus apel, kafein, dan alkohol)

Jika diare tidak kunjung membaik dengan penanganan di atas, maka segera konsultasikan dengan dokter. Cara mengatasinya antara lain:

  • Obat antibiotik untuk menangani diare yang disebabkan oleh bakteri atau parasit
  • Pemberian infus untuk mengganti cairan
  • Pemberian larutan rehidrasi oral untuk penderita dengan usia anak-anak
  • Rujukan ke dokter spesialis untuk mengatasi diare yang disebabkan oleh kondisi yang lebih serius

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

#Diare

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts