12 Gejala Preeklamsia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang biasanya dimulai setelah 20 minggu kehamilan.

Melansir WebMD, preeklamsia biasanya terjadi di akhir masa kehamilan, meskipun bisa juga datang lebih awal atau tepat setelah melahirkan.

Preeklamsia jelas perlu diberikan penanganan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan berkembang menjadi eklamsia yang dapat mengancam jiwa ibu maupun janin.

Jika preeklamsia Anda menyebabkan kejang, Anda bisa didiagnosis telah menderita eklampsia.

Untuk dipahami, salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia adalah ibu hamil berusia lebih dari 40 tahun atau di bawah 20 tahun.

Jika Anda hamil pada usia tersebut, Anda perlu lebih waspada terhadap kondisi preeklamsia.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

Bagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

12 Gejala Preeklamsia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Kenali berbagai kondisi yang mengarah pada gejala preeklamsia pada ibu hamil untuk mendukung upaya penanganan sesegera mungkin masalah kesehatan ini.

Bagikan artikel ini melalui

Anda dapat membantu melindungi diri Anda sendiri dengan mempelajari gejala-gejala preeklamsia dan dengan menemui dokter untuk perawatan prenatal secara teratur.

Mendapati preeklamsia lebih awal diyakini dapat menurunkan kemungkinan masalah jangka panjang bagi Anda maupun bayi.

Gejala preklamsia

Merangkum Mayo Clinic, preeklamsia pada umumnya berkembang secara bertahap.

Kondisi yang bisa menjadi tanda dan gejala preeklamsia, termasuk:

#Gejala #Preeklamsia #pada #Ibu #Hamil #yang #Perlu #Diwaspadai

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts