Cerita Awal Pengabdian 26 Tahun Richard Mainaky di Pelatnas PBSI

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Kepala pelatih ganda campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky, telah memutuskan akan pensiun pada 27 September 2021.

Read More

Keinginan untuk lebih dekat dengan keluarga menjadi alasan Richard Mainaky mengakhiri pengabdiannya di PBSI yang kini sudah memasuki tahun ke-26.

Richard Mainaky adalah sosok pelatih yang berperan sangat besar mengubah sektor ganda campuran Indonesia menjadi kekuatan yang diperhitungkan di dunia saat ini.

Pada awal 1990-an, sektor ganda campuran bulu tangkis Indonesia memang masih dipandang sebelah mata.

Bulu tangkis Indonesia pada masa itu lebih dikenal karena pemain-pemain tunggal dan juga ganda putra.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berkat kerja keras Richard Mainaky, ganda campuran Indonesia kini diperhitungkan di kancah bulu tangkis dunia.

Richard Mainaky sudah berhasil mengantar banyak pemain meraih gelar juara mulai dari All England, Kejuaraan Dunia, Kejuaraan Asia, Asian Games, hingga medali emas Olimpiade.

Richard juga menjadi bidan lahirnya bintang-bintang hebat seperti Tri Kusharjanto, Minarti Timur, Flandy Limpele, Vita Marissa, Nova Widianto, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Debby Susanto, hingga Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti.

Mengenang masa awal kepelatihannya, Richard Mainaky mengaku bersyukur karena diberi kerpecayaan dari PBSI untuk menjadi pelatih ganda campuran Indonesia.

Kepercayaan dari PBSI itulah yang membuat Richard Mainaky tertantang untuk bekerja keras mengubah ganda campuran Indonesia menjadi sektor yang diperhitungkan.

“Awalnya, pada 1995 itu, saya dipanggil oleh Pak Christian (Hadinata) untuk menjadi asisten Ibu Imelda (Wigoena). Bu Imelda saat itu memegang dua sektor yaitu ganda campuran dan ganda putri,” kata Richard Mainaky dikutip dari rilis resmi PBSI.

“Pada 1997, saya dipercaya Pak Christian untuk membangun ganda campuran karena saat itu sektor tersebut belum ada spesialisasinya,” tutur Richard Mainaky menambahkan.

“Saat itu hanya empat sektor saja yang ada spesialisasinya, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda putri,” ujar Richard Mainaky.

“Saya saat itu merasa diberikan tantangan. Pak Christian kala itu memberi tugas untuk mengangkat ganda campuran Indonesia,” ucap Richard Mainaky.

“Saya menyanggupi dan saya berambisi untuk itu. Jadi saya kerja keras, punya tekad, tidak pernah menyerah dan syukurnya hari ini ganda campuran bisa naik ke level atas,” tutur sosok asal Manado tersebut.

“Kepercayaan PBSI itu menjadi motivasi buat saya agar tidak boleh menyerah,” ujar Richard Mainaky menambahkan.

Setelah pensiun nanti, Richard Mainaky mengaku ingin fokus mengelola restoran yang sudah dia bangun bersama keluarganya di Manado.

Adapun tongkat kepelatihan ganda campuran Indonesia sudah diserahkan Richard Mainaky ke mantan anak asuhnya, Nova Widianto.

Richard Mainaky berharap ganda campuran Indonesia bisa terus berprestasi dan kembali meraih medali emas Olimpiade pada masa depan.

“Kemarin saya sudah bertemu dengan pemain dan juga tim pelatih. Saya minta semua meneruskan apa yang sudah saya bangun,” ujar Richard Mainaky.

“Jadi jangan sampai saya sudah tidak di sini, nanti tidak ada kerja sama yang bagus antar pelatih dan pemain.”

“Saya tidak mau ganda campuran terpuruk lagi. Pelatih dan pemain harus siap,” kata Richard Mainaky.

“Bulu tangkis Indonesia hanya mendapatkan satu medali emas dari Olimpiade 2016.”

“Kemarin, kita semua berhasil membawa pulang satu medali emas dan perak,” ucap Richard Mainaky.

“Itu menjadi tanda bulu tangkis kita semakin maju. Terdekat, ada Piala Sudirman, Thomas dan Uber Cup. Mudah-mudahan para pemain bisa membawa pulang piala ke Indonesia,” ujar Richard Mainaky menambahkan.

#Cerita #Awal #Pengabdian #Tahun #Richard #Mainaky #Pelatnas #PBSI #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts