Chikungunya (Flu Tulang)

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Flu tulang alias chikungunya adalah virus yang disebarkan oleh jenis nyamuk penyebar virus dengue dan virus Zika.

Dalam kasus yang jarang terjadi, chikungunya dapat menyebar dari ibu ke bayi baru lahir sekitar waktu kelahiran. 

Virus ini juga dapat menyebar melalui darah yang terinfeksi.

Kebanyakan orang pulih sepenuhnya, dengan gejala sembuh dalam tiga sampai 10 hari.

Bagi sebagian orang, gejala seperti nyeri sendi dapat berlanjut selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Penyebab

Chikungunya disebabkan oleh virus chikungunya (CHIKV) yang ditularkan ke manusia oleh nyamuk yang terinfeksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Infeksi CHIKV biasanya menyebabkan demam dan nyeri sendi yang parah.

Beberapa faktor risiko di bawah ini memperbesar peluang seseorang terkena chikungunya:

  • Tidak menggunakan kelambu atau tirai pelindung nyamuk saat tidur siang hari
  • Adanya wadah penampungan air terbuka
  • Keberadaan larva pada wadah penampungan air
  • Orang yang sakit dengan tanda dan gejala yang sama di keluarga atau tetangga dan tidak mengenakan pakaian panjang

Gejala

Virus CHIKV menyebabkan demam yang berlangsung beberapa hari dan nyeri sendi yang bisa berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Gejala virus chikungunya mirip dengan penyakit lain seperti demam berdarah. Gejala biasanya muncul hanya beberapa hari setelah nyamuk menggigit seseorang.

Gejala yang paling umum adalah:

  • Demam (terkadang setinggi 104 °F)
  • Nyeri sendi
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Ruam
  • Bengkak di sekitar sendi

Dalam kasus yang jarang terjadi, gejala dapat disertai dengan ruam makulopapular (mirip dengan campak atau ruam panas), konjungtivitis, mual, dan muntah.

Diagnosis

Hanya tes darah yang dapat mendiagnosis chikungunya secara pasti karena gejalanya tidak selalu mudah dibedakan dari kondisi lain.

Penting untuk mengecek potensi demam berdarah secepat mungkin karena tingkat kematiannya yang lebih tinggi, yakni hingga 50 persen jika tidak diobati, dibandingkan dengan 0,1 persen untuk chikungunya.

Jika seseorang dengan gejala yang diuraikan di atas baru-baru ini mengunjungi daerah di mana salah satu dari penyakit ini umum, mereka harus mengunjungi dokter sesegera mungkin.

Perawatan

Tidak ada vaksin untuk mencegah atau obat untuk mengobati virus chikungunya.

  • Seseorang dapat melakukan perawatan dengan:
  • Beristirahat yang banyak
  • Minum cukup air untuk mencegah dehidrasi.
  • Minum obat seperti acetaminophen atau parasetamol untuk mengurangi demam dan nyeri.
  • Jangan minum aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid lainnya (NSAIDS sampai demam berdarah dapat disingkirkan untuk mengurangi risiko perdarahan)
  • Jika sedang minum obat untuk kondisi medis lain, bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan sebelum minum obat tambahan.

Apabila menderita chikungunya, cegah gigitan nyamuk selama minggu pertama sakit.

Selama minggu pertama infeksi, virus chikungunya dapat ditemukan dalam darah dan ditularkan dari orang yang terinfeksi ke nyamuk melalui gigitan nyamuk.

Nyamuk yang terinfeksi kemudian dapat menyebarkan virus ke orang lain.

Komplikasi

Komplikasi dari chikungunya dapat mencakup:

  • Uveitis
  • Retinitis
  • Miokarditis 
  • Hepatitis
  • Nefritis
  • Perdarahan
  • Meningoensefalitis 
  • Myelitis
  • Sindrom Guillain-Barré
  • Kelumpuhan saraf kranial

Pencegahan

Mengingat cara utama penularan chikungunya adalah melalui gigitan nyamuk, metode pencegahan terbaik adalah dengan meminimalkan kontak dengan nyamuk.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah chikungunya antara lain:

  • Menggunakan obat nyamuk yang mengandung DEET (N, N-Diethyl-meta-toluamide) atau picaridin pada kulit dan pakaian
  • Mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh
  • Sebisa mungkin tinggal di dalam rumah, terutama pada pagi dan sore hari
  • Menghindari bepergian ke daerah yang mengalami wabah
  • Menggunakan produk yang mengandung minyak lemon eucalyptus atau PMD (p-Menthane-3,8-diol) bisa efektif
  • Menggunakan AC untuk mencegah nyamuk memasuki kamar.
  • Tidur dengan kelambu
  • Menggunakan obat nyamuk bakar dan penguap insektisida

Meskipun chikungunya sangat jarang berakibat fatal, gejalanya menyakitkan dan bisa menetap dalam jangka panjang.

Menghindari nyamuk adalah kuncinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

#Chikungunya #Flu #Tulang

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts