6 Hal yang Perlu Diketahui tentang Krisis Evergrande

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Evergrande, sebuah grup perusahaan induk investasi yang bergerak di bidang properti di China, tengah mengalami krisis.

Read More

Evergrande dan sektor real estate secara umum adalah roda penggerak penting dalam perekonomian China.

Perusahaan pengembang real estate ini sedang mengalami krisis akibat tumpukan utang dan pembayaran bunga obligasi yang tak kunjung dibayarkan.

6 hal yang perlu diketahui tentang krisis Evergrande

1. Pengembang real estate terbesar di China

AFP/HECTOR RETAMAL This file photo taken on September 22, 2021 shows a general view of the Evergrande Center building in Shanghai on September 22, 2021. – A state crackdown on China’s colossal property market has helped send one of its biggest developers to the brink of collapse, and analysts warn the fallout could lead to the bursting of a bubble that has been building for more than two decades. (Photo by Hector RETAMAL / AFP)

Evergrande adalah salah satu pengembang real estate terbesar di China. Perusahaan ini masuk dalam kategori 500 perusahaan terbesar di dunia berdasarkan pendapatan.

Perusahaan ini terdaftar di Hong Kong dan berbasis di Kota Shenzhen di China selatan.

Melansir CNN, Kamis (30/9/2021), perusahaan ini mempekerjakan sekitar 200.000 orang dan berkontribusi terhadap lebih dari 3,8 juta pekerjaan setiap tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pendiri grup bisnis ini adalah miliarder China bernama Xu Jiayin, juga dikenal sebagai Hui Ka Yan dalam bahasa Kanton. Ia pernah menjadi orang terkaya di negara itu.

Di luar bisnis real estate, grup ini telah berinvestasi untuk pengembangan kendaraan listrik, olahraga, dan taman hiburan.

Ia bahkan memiliki bisnis makanan dan minuman, menjual air minum kemasan, bahan makanan, produk susu, dan barang-barang lainnya di seluruh China. Evergrande bergerak di bisnis wisata dengan membangun mal, museum, dan taman hiburan.

2. Melakukan pembangunan besar-besaran

A general view shows the Evergrande Center building (foreground C) in Shanghai on September 24, 2021. (Photo by Hector RETAMAL / AFP)AFP/HECTOR RETAMAL A general view shows the Evergrande Center building (foreground C) in Shanghai on September 24, 2021. (Photo by Hector RETAMAL / AFP)

Evergrande memiliki lebih dari 1.300 proyek di lebih dari 280 kota-kota di seluruh China.

Diberitakan Wall Street Journal, Minggu (3/10/2021), hingga akhir tahun lalu, pengembang properti tersebut memiliki lebih dari 700 proyek yang sedang dibangun, dengan total luas lantai 132 juta meter persegi.

Sebelumnya, pada 2010, perusahaan Evergrande juga membeli sebuah tim sepak bola, yang sekarang dikenal sebagai Guangzhou Evergrande. Dengan sokongan dana dari grup, tim ini juga membuka sekolah sepak bola terbesar di dunia, dengan biaya 185 juta dollar Amerika Serikat (AS).

Tak cukup dengan itu, grup ini berencana menciptakan stadion sepak bola terbesar di dunia senilai 1,7 miliar dollar AS. Stadiun yang rencananya mampu menampung 100.000 penontoh itu diasumsikan selesai tahun depan.

3. Terlalu agresif pinjam uang

Foto ini diambil pada 15 September 2021, yang menunjukkan orang-orang berkumpul di gedung markas Evergrande di Shenzhen, Cina tenggara, ketika raksasa properti Cina itu mengatakan sedang menghadapi kesulitan yang belum pernah terjadi sebelumnya.AFP/NOEL CELIS Foto ini diambil pada 15 September 2021, yang menunjukkan orang-orang berkumpul di gedung markas Evergrande di Shenzhen, Cina tenggara, ketika raksasa properti Cina itu mengatakan sedang menghadapi kesulitan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, utang Evergrande menggelembung karena melakukan banyak pinjaman untuk membiayai berbagai kegiatannya.

Sebelumnya, Pemerintah China menetapkan aturan untuk mengendalikan biaya pinjaman pengembang, yang membatasi utang dalam kaitannya dengan arus kas, aset, dan tingkat modal perusahaan.

Kebijakan ini pun membuat Evergrande tak bisa menjual properti dengan harga mahal. Mereka menawarkan propertinya dengan diskon besar untuk memastikan uang masuk, dan menjaga bisnis tetap bertahan.

Grup ini mendapatkan reputasi buruk karena menjadi pengembang China yang paling banyak berhutang dengan kewajiban membayar senilai lebih dari 300 miliar dollar AS.

Saham Evergrande pun anjlok hingga 85 persen tahun ini.

4. Jumlah tagihan yang harus dibayar

Puluhan investor beserta kontraktor nampak mendatangi kantor China Evergrande Group pada Selasa (14/09/2021) waktu setempatAFP Puluhan investor beserta kontraktor nampak mendatangi kantor China Evergrande Group pada Selasa (14/09/2021) waktu setempat

Total kewajiban yang harus dibayar oleh Evergrande mencapai sekitar 304 miliar dollar AS pada pertengahan tahun ini.

Kewajiban itu termasuk 89 miliar dollar AS dari hutang yang belum terbayar. Adapun 42 persen di antaranya sudah jatuh tempo dalam waktu kurang dari setahun.

Pinjaman perusahaan mencakup hampir 20 miliar dollar AS obligasi berdenominasi dolar.

Pada 23 September 2021, Evergrande gagal membayar 83,5 juta dollar AS bunga atas utang luar negeri.

Evergrande mengatakan, pihaknya mencapai kesepakatan dengan perusahaan milik China untuk menjual sebagian besar sahamnya di bank komersial seharga 1,5 miliar dollar AS. Ini menjadi tanda bahwa pihak berwenang negara itu berusaha membantu pengembang properti dalam mengelola krisis utangnya.

5. Tindakan Pemerintah China

This file photo taken on September 17, 2021 shows a man walking past a housing complex by Chinese property developer Evergrande in Guangzhou, China's southern Guangdong province. - A state crackdown on China's colossal property market has helped send one of its biggest developers to the brink of collapse, and analysts warn the fallout could lead to the bursting of a bubble that has been building for more than two decades. (Photo by Noel Celis / AFP)AFP/NOEL CELIS This file photo taken on September 17, 2021 shows a man walking past a housing complex by Chinese property developer Evergrande in Guangzhou, China’s southern Guangdong province. – A state crackdown on China’s colossal property market has helped send one of its biggest developers to the brink of collapse, and analysts warn the fallout could lead to the bursting of a bubble that has been building for more than two decades. (Photo by Noel Celis / AFP)

Meski kebijakan terkait pengendalian pinjaman dikeluarkan Pemerintah China, tetapi krisis Evergrande juga akan berpengaruh pada sektor ekonomi secara nasional.

Pemerintah China pun turun tangan membantu krisis yang dialami Evergande.

Selama beberapa hari terakhir, People’s Bank of China telah menyuntikkan sejumlah uang tunai ke dalam sistem keuangan, untuk membantu menenangkan kegelisahan.

Bank sentral juga berjanji untuk mempertahankan perkembangan pasar real estate yang sehat, dan melindungi hak dan kepentingan sah konsumen perumahan.

Para pejabat juga mengarahkan sektor keuangan untuk fokus pada stabilisasi harga tanah dan perumahan. Mereka mengajak agar pemerintah daerah bersama-sama menjaga perkembangan pasar real estate yang stabil dan sehat.

Fu Linghui, juru bicara Biro Statistik Nasional China, mengakui, perusahaan real esatate memang mengalami kesulitan.

Tanpa menyebut Evergrande secara langsung, Fu mengatakan, pasar real estate China tetap stabil tahun ini. Akan tetapi, dampak dari peristiwa baru-baru ini memang perlu diperhatikan pada dampaknya di berbagai industri.

6. Pihak yang dirugikan

This file photo taken on September 16, 2021 shows a woman crying as she and other people gather at the Evergrande headquarters in Shenzhen, southeastern China, as the Chinese property giant said it is facing unprecedented difficulties but denied rumours that it is about to go under. - A state crackdown on China's colossal property market has helped send one of its biggest developers to the brink of collapse, and analysts warn the fallout could lead to the bursting of a bubble that has been building for more than two decades. (Photo by Noel Celis / AFP)AFP/NOEL CELIS This file photo taken on September 16, 2021 shows a woman crying as she and other people gather at the Evergrande headquarters in Shenzhen, southeastern China, as the Chinese property giant said it is facing unprecedented difficulties but denied rumours that it is about to go under. – A state crackdown on China’s colossal property market has helped send one of its biggest developers to the brink of collapse, and analysts warn the fallout could lead to the bursting of a bubble that has been building for more than two decades. (Photo by Noel Celis / AFP)

Pihak-pihak yang terkena dampaknya seperti bank, pemasok, pembeli rumah, dan investor.

Melansir BBC International, Kamis (30/9/2021), terdapat beberapa pihak yang dirugikan dari krisis Evergrande, yakni:

  • Orang membeli properti dari Evergrande bahkan sebelum pekerjaan pembangunan dimulai. Mereka telanjur membayar deposit dan berpotensi kehilangan uang itu jika perusahaan bangkrut.
  • Perusahaan yang berbisnis dengan Evergrande, seperti perusahaan konstruksi, desain, serta pemasok material berisiko mengalami kerugian besar dan bisa ikut bangkrut.
  • Dampak potensial terhadap sistem keuangan China.

Jika Evergrande default, bank dan pemberi pinjaman lainnya mungkin terpaksa kembali meminjamkan uang. Hal ini bisa memicu krisis kredit, keadaan di mana perusahaan berjuang untuk meminjam uang dengan harga terjangkau.

Krisis kredit akan menjadi berita yang sangat buruk bagi negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini.

Pada akhirnya, hal ini juga dapat membuat investor asing bingung, yang dapat melihat China sebagai tempat yang kurang menarik untuk menginvestasikan uang mereka.

#Hal #yang #Perlu #Diketahui #tentang #Krisis #Evergrande

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts