Plus Minus Jakarta-Bandung Naik KA Argo Parahyangan Vs Kereta Cepat

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung tengah jadi sasaran kritikan publik Tanah Air. Beberapa masalah menerpa mega proyek kerja sama antara Indonesia dan China tersebut.

Read More

Salah satu kritiknya, yakni pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung dinilai tidak efisien. Ini karena jarak kedua kota tersebut hanya sekitar 150 kilometer. 

Sehingga dengan jarak sedekat itu, efektivitas kecepatan Kereta Cepat Jakarta Bandung dianggap kurang maksimal, dari segi waktu maupun biaya operasional. Belum lagi, kereta cepat harus berhenti di beberapa titik pemberhentian di antara kedua kota tersebut. 

Nah, selain Tol Cipularang, akses Jakarta-Bandung sendiri sebenarnya sudah dilayani oleh kereta api (KA) Argo Parahyangan.

Nah berikut ini perbandingan plus minus menggunakan kereta cepat yang targetnya bisa beroperasi pada akhir 2022 dibandingkan dengan KA Argo Parahyangan, KA favorit warga Bandung yang bolak-balik ke Ibu Kota.

Plus minus kereta cepat vs KA Argo Parahyangan

Stasiun akhir dan keberangkatan

Salah satu daya tarik menggunakan kereta api adalah bisa berhenti di stasiun besar yang biasanya terletak di pusat kota. Hal yang jarang ditemui pada mode transportasi pesawat udara, di mana bandara biasanya berada di kawasan pinggiran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KA Argo Parahyangan yang berangkat dari Stasiun Gambir ini berakhir di Stasiun Bandung yang berada di Kecamatan Andir, tepat di jantung Kota Bandung.

KOMPAS.com/RENI SUSANTI Kondisi Stasiun Bandung pada Rabu (2/1/2019).

Nah, bagi penumpang Kereta Cepat Jakarta Bandung, tampaknya harus mengeluarkan ongkos dan waktu lebih banyak apabila harus menuju ke pusat Kota Kembang. Ini karena stasiun akhir kereta cepat dibandungun di Tegalluar dan Padalarang.

Dua daerah yang disebutkan di atas lokasinya berada di pinggiran Kota Bandung. Keduanya masuk di wilayah Kabupaten Bandung dan Bandung Barat. Sementara apabila berangkat dar Jakarta, calon penumpang harus ke Halim, Jakarta Timur. 

Waktu tempuh

Waktu tempuh Kereta Cepat Jakarta Bandung diklaim yakni 46 menit hingga Tegalluar. Kereta generasi terbaru CR400AF, hasil pengembangan tipe CRH380A oleh CRRC Qingdao Sifang, kecepatannya yakni 350 km per jam.

Namun karena harus berhenti di beberapa stasiun, maka operasionalnya tidak bisa mencapai kecepatan maksimum yang mencapai 420 km per jam. 

Di sepanjang trase Kereta Cepat Jakarta Bandung akan terdapat empat stasiun pemberhentian, yakni di Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar. Lalu ditambah dengan Stasiun Padalarang. 

Mulai Jumat, 10 Juli 2020, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menambah tiga perjalanan KA Argo Parahyangan ke Jakarta.Dok HUMAS PT KAI DAOP 2 BANDUNG Mulai Jumat, 10 Juli 2020, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menambah tiga perjalanan KA Argo Parahyangan ke Jakarta.

Sementara apabila menggunakan KA Argo Parahyangan, waktu tempuhnya yakni sekitar 3 jam 15 menit dari Gambir sampai ke Stasiun Bandung. Bahkan apabila menggunakan KA Argo Parahyangan Excellence, waktu tempuhnya hanya 2 jam 50 menit.

Harga tiket

Sebagai kereta berkecapatan tinggi, harga tiket Kereta Cepat Jakarta Bandung tentu lebih mahal. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyebut akan dibagi dalam tiga kelas, yakni kelas VIP, kelas 1, dan kelas 2.

KCIC mengklaim harga tiket kereta cepat tak lebih dari Rp 300.000. Namun kepastiannya baru akan diumumkan setelah Kereta Cepat Jakarta Bandung beroperasi.

Sementara harga tiket KA Argo Parahyangan saat ini dipatok berdasarkan kelasnya yakni ekonomi, bisnis, dan eksekutif. Paling murah yakni Rp 85.000 untuk ekonomi dan kelas di atasnya yakni antara Rp 120.000-200.000.

Menuai kritik

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung menuai hujan kritik setelah Presiden Jokowi mengizinkan penggunaan dana APBN untuk mendanai proyek tersebut. 

Beberapa sumber polemik lain yang muncul yakni BUMN yang dilibatkan dalam proyek tersebut tengah mengalami masalah keuangan dan terlilit utang. Kondisi keuangan perusahaan negara semakin tak menentu di tengah pandemi Covid-19. 

Belum lagi, nilai proyek pun juga membengkak dari perencanaan awalnya sebesar Rp 86,5 triliun melonjak menjadi Rp 114,24 triliun, atau naik sebesar Rp 27,74 triliun. 

Masalah lainnya, proyek tersebut terancam mangkrak, sehingga Pemerintah Indonesia akhirnya membuka peluang pendanaan APBN melalui skema penyertaan modal negara (PMN) ke PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#JakartaBandung #Naik #Argo #Parahyangan #Kereta #Cepat

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts