Melahirkan Lewat Operasi Caesar Atau Pervaginam, Mana yang Lebih Baik?

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Persalinan lewat operasi caerar atau pervaginam masih menjadi perdebatan tersendiri.

Banyak orang berpikir melahirkan terbaik harus dilakukan secara normal namun ada pula yang memilik operasi caesar.

Persalinan lewat operasi caesar biasanya dilakukan jika ada masalah medis yang mendasarinya.

Pakar obstetri dan ginekologi Rebecca Starck mengatakan bahwa operasi caesar dapat mencegah cedera serta mencegah kematian pada wanita dengan kehamilan berisiko tinggi dan bayi mereka.

“Di sisi lain operasi caesar juga meningkatkan risiko komplikasi seperti pembekuan darah dan infeksi,” tambah dia.

Karena itu, Starck menyarankan agar para wanita tidak yang akan melahirkan tidak memilih operasi Caesar jika tidak membutuhkannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, hal ibis meningkatkan risiko yang berbahaya, baik untuk sang ibu dan janinnya.

Namun, beberapa wanita akhir-akhir ini banyak yang memilih operasi caesar agar si buah hati lahir sesuai tanggal yang diinginkan.

Resiko operasi caesar

Melewati persalinan secara normal bisa menjadi proses panjang yang bisa melelahkan secara fisik bagi ibu.

“Tetapi operasi caesar memiliki risiko bagi ibu, termasuk risiko anestesi, kehilangan darah, infeksi, masa pemulihan yang lebih lama, dan potensi risiko depresi pasca persalinan yang lebih tinggi,” kata Starck.

#Melahirkan #Lewat #Operasi #Caesar #Atau #Pervaginam #Mana #yang #Lebih #Baik

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts