Penyakit Hipertrofi Ventrikel Kiri – Gejala, Penyebab, Pengobatan

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Hipertrofi ventrikel kiri adalah pembesaran dan penebalan (hipertrofi) dinding ruang pompa utama jantung (ventrikel kiri).

Dinding jantung yang menebal berpengaruh pada elastisitasnya, menyebabkan peningkatan tekanan bagi jantung dalam mengisi ruang pemompaannya ketika mengirim darah ke seluruh tubuh.

Akibatnya, tingkat pompa jantung tidak maksimal.

Umumnya, hipertrofi ventrikel kiri terjadi pada penderita tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

Namun, berapapun tekanan darah seseorang, mengalami hipertrofi ventrikel kiri dapat berarti memiliki risiko lebih tinggi terhadap gagal jantung kongestif dan irama jantung yang tidak teratur (aritmia).

Jika hipertrofi ventrikel kiri disebabkan oleh tekanan darah tinggi, menangani tekanan darah dapat meringankan gejala dan membalikkan hipertrofi ventrikel kiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala

Beberapa pasien tidak memiliki gejala yang berhubungan langsung dengan hipertrofi ventrikel kiri.

Kondisi ini biasanya berkembang dari waktu ke waktu dan sebagian terjadi saat timbul komplikasi.

Gejala hipertrofi ventrikel kiri yang paling umum, meliputi:

  • merasa sesak napas
  • nyeri dada, terutama setelah aktivitas
  • merasa pusing atau pingsan
  • detak jantung cepat atau sensasi berdebar di dada (palpitasi).

Penyebab

Umumnya hipertrofi ventrikel kiri dapat terjadi akibat masalah jantung lainnya, seperti:

  • tekanan darah tinggi
  • diabetes
  • masalah katup jantung, seperti stenosis atau regurgitasi
  • masalah detak jantung (aritmia)

Penting untuk segera mengobati kondisi yang mendasari terjadinya hipertrofi ventrikel kiri karena kondisi ini meningkatkan risiko gagal jantung, serangan jantung mendadak, dan stroke iskemik.

Diagnosis

Beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis hipertrofi ventrikel kiri, yaitu:

  • elektrokardiogram (EKG/ECG): sinyal listrik yang direkam EKG akan membantu dokter mencari anomali pada fungsi jantung dan peningkatan jaringan otot ventrikel kiri
  • ekokardiogram: gelombang suara dapat menunjukkan visualisasi jantung dan jaringan otot yang menebal di ventrikel kiri, aliran darah jantung pada setiap denyut, juga kelainan jantung yang berhubungan dengan hipertrofi ventrikel kiri, seperti stenosis katup aorta.
  • MRI: pencitraan yang dapat menunjukkan gambar jantung secara mendetail

Perawatan

Perawatan hipertrofi ventrikel kiri bergantung pada kondisi yang mendasari.

  • Hipertensi LVH (disebabkan oleh tekanan darah tinggi) dapat diobati dengan mengontrol tekanan darah, seperti mengkonsumsi obat bila perlu, juga dengan melakukan perubahan gaya hidup.
  • Hipertrofi atletik tidak memerlukan pengobatan, tapi harus berhenti berolahraga sekitar selama tiga hingga enam bulan.
  • Hipertrofi Kardiomiopati Obstruktif merupakan kondisi yang lebih jarang terjadi ketika terdapat penebalan otot jantung yang abnormal. Segera konsultasikan dengan kardiologis (ahli jantung) untuk mendapatkan perawatan yang sesuai.

Pencegahan

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah hipertrofi ventrikel kiri, meliputi:

  • memantau tekanan darah
  • menjaga berat tubuh ideal
  • menjaga aktivitas fisik
  • makan makanan ideal
  • berhenti merokok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

#Penyakit #Hipertrofi #Ventrikel #Kiri #Gejala #Penyebab #Pengobatan

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts