Sejarah World Wide Web atau WWW, Ditemukan Tim Berners Lee Tahun 1989

  • Whatsapp

KOMPAS.com – World Wide Web atau “www” ditemukan oleh Timothy “Tim” Beners Lee pada tahun 1989. Timothy “Tim” Berners Lee yang juga dijuluki sebagai “Bapak Internet” dunia merupakan pria kelahiran Inggris, 8 Juni 1955.

Read More

Tim menempuh pendidikan di Universitas Oxford hingga mendapat gelar sarjana. Setelah lulus, dirinya bekerja sebagai software engineer di CERN, yaitu laboratorium fisika partikel besar di dekat Jenewa, Swiss.

Di perusahaan inilah ia memulai projek pembuatan “www”. Dalam bahasa Indonesia, World Wide Web dapat diartikan sebagai Waring Wera Wanua.

World Wide Web memiliki fungsi sebagai penyedia data dan informasi yang diperlukan untuk pengguna internet.

World Wide Web akan menghubungkan pengguna internet ke berbagai web server. Sehingga pengguna dapat mengakses berbagai data dan informasi yang diperlukan dari web tersebut.

Merunut sejarahnya, pembuatan “www” dilatarbelakangi oleh keterbatasan dalam mengakses internet. Kala itu, sekitar tahun 1980-an, internet hanya dapat diakses oleh pihak-pihak tertentu dan belum ada konsep untuk mengoneksikan banyak orang ke internet.

Berangkat dari hal tersebut, Tim muda kemudian menulis proposal penelitiannya pada tahun 1989 dan memaparkan visinya untuk mengembangkan idenya kepada CERN.

CERN Proposal Tim Beners Lee

Meskipun ide awalnya tidak langsung diterima, atasannya berhasil memberi Tim waktu untuk mengerjakannya pada September 1990.

Tim pun menciptakan Hyper text Markup Language (HTML) sebagai pondasi laman situs web, kemudian dilanjutkan dengan HyperText Transfer Protocol (HTTP), dan HyperText Markup Language (HTML) sebuah peramban pertama dan web server pertama.

Hingga kemudian pada 6 Agustus 1991, Tim menerbitkan situs webnya pertama bernama “The World Wide Web Project” yang beralamat di situs info.cern.ch, dilansir dari New York Post. Hingga saat ini, cikal bakal situs web itu masih bisa diakses di tautan berikut.

Ilustrasi situs web pertama di dunia yang diakses pada Jumat (6/8/2021).KOMPAS.com/BILL CLINTEN Ilustrasi situs web pertama di dunia yang diakses pada Jumat (6/8/2021).

Semakin berkembang, WWW pun memperoleh penerimaan yang cepat di masyarakat. Hingga rentang tahun 1990-an penemuannya WWW memiliki jutaan pengguna aktif.

Tim juga membuat halaman web pertama (“WorldWideWeb.app) dan server web pertama (“httpd”). Pada akhir tahun 1990, halaman web pertama disajikan di internet secara terbuka, dan pada tahun 1991, masyarakat diundang untuk bergabung dengan komunitas web baru ini. 

Saat web mulai berkembang, Tim menyadari bahwa temuannya akan semakin berkembang dan meluas di mana saja ketika dapat digunakan tanpa membayar biaya atau harus meminta izin. 

Sehingga pada tahun 1993, Tim dan lainnya menganjurkan untuk memastikan bahwa CERN akan setuju untuk membuat kode dasar tersedia secara bebas royalti, selamanya. 

Dan pada tahun 1994, Tim pun mendirikan World Wide Web Consortium (W3C) sebuah komunitas internasional yang didedikasikan untuk mengembangkan standar web terbuka. Dirinya pun menjadi Direktur W3C hingga saat ini.

Munculnya berbagai macam peramban

Perkembangan “www” turut diakselerasi oleh perusahaan teknologi yang merancang peramban untuk mempermudah akses internet secara pribadi. Salah satunya adalah Microsoft Corporation yang tertarik mendukung penerapan internet di komputer pribadi. 

Pada tahun 1995 Microsoft kemudian mulai mengembangkan peramban web sendiri bernama Interenet Explorer (IE) sebagai tambahan untuk sistem operasi Windows 95. 

IE kemudian diintegrasikan dalam sistem operasi Windows pada 1996. Hal ini rupanya berhasil memangkas persaingan dari berbagai produsen lainnya salah satunya Netscape. Setelahnya, IE segera menjadi peramban web yang semakin populer. 

Perkembangan peramban dari berbagai perusahaan teknologi semakin melejit hingga pada tahun 2003, Apple merilis peramban web Safari sebagai peramban default di Macintosh. Dilanjutkan di iPhone pada 2007, dan iPad 2010. 

Selanjutnya muncul Mozila Firefox yang dirilis pada 2004 yang dirancang untuk mengatasi permasalahan kecepatan dan keamanan dari IE. Lanjut, hingga pada 2008 Google meluncurkan Chrome sebagai browser pertama dengan tab terisolasi. 

Tab terisolasi yang dimaksud adslah ketika satu tab tidak berjalan, tab lain dan seluruh peramban masih tetap berfungsi. Hingga 2013 Chrome menjadi browser yang dominan sampai melampaui popularitas IE dan Mozila Firefox. 

Hingga pada 2015, Microsoft akhirnya menghentikan IE dan mengganti dengan Edge. Pada awal abad ke-21, smartphone pun menguasai pasar daripada komputer sehingga penggunaan WWW terus semakin meningkat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Sejarah #World #Wide #Web #atau #WWW #Ditemukan #Tim #Berners #Lee #Tahun #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts